BERSAHABAT
DENGAN ALAM
Keharmonisan hubungan
antara alam dengan manusia dapat terjalin dengan baik jika dalam diri manusia
ada kehendak yang baik untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola serta
memelihara alam dengan bijak sesuai dengan kehendak Allah.
Hal ini seharusnya
dapat dilakukan jika manusia menyadari akan peran dan tugasnya sebagai citra
Allah. Manusia tidak dapat hidup tanpa alam dan sumber daya alam yang
terkandung di dalamnya. Kita dapat meminum air bersih, berteduh dalam rumah
yang nyaman, menghirup udara yang segar, dan sebagainya karena ada sumber daya
alam yang kita manfaatkan.
Kita harus memanfaatkan
alam dengan memperhatikan dampak positif dan negatifnya, agar keseimbangan
ekosistem tidak terganggu. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak manusia
yang belum menyadari akan hal ini, sehingga mereka tidak peduli terhadap
kondisi dan kelestarian alam lingkungan.
Pesatnya pertumbuhan
penduduk dan pembangunan sangat mempengaruhi pencemaran lingkungan, yang sangat
merugikan kehidupan. Kenyataannya, manusia sedang menghancurkan dirinya ketika
tanpa merasa bersalah menghancurkan alam semesta. Manusia sedang menyia-nyiakan
hidupnya, ketika menghambur-hamburkan sumber daya alam.
Ada tiga bentuk
pencemaran yang kita kenal, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, dan
pencemaran air.
Selain itu, penebangan
tumbuhan dan penembakan hewan secara berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan
dan kepunahan. Hal ini akan berkaitan dengn rusaknya rantai makanan dan
keseimbangan ekosistem.
Oleh karena itu,
pengelolaan hutan sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya, sebab
fungsi hutan adalah untuk mencegah erosi, sumber ekonomi, menjaga keseimbangan
air, menyediakan keanekaragaman hewan dan tumbuhan. Dimana semua itu pada
akhirnya untuk kelangsungan hidup bagi manusia.
Dalam Kitab Kejadian
khususnya dalam Kej 1: 26-31, manusia dipanggil oleh Allah untuk senantiasa
memperhatikan alam lingkungannya. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia
untuk menguasai alam dengan mengolah, mempergunakan, dan melestarikan alam
ciptaan ini.
Melalui ciptaan, Allah
menyatakan diri-Nya sebagaimana Ia ada. Segala ciptaan yang ada menunjukkan
bahwa Allah sungguh mencintaimanusia. Kita patut bersyukur menyaksikan
keindahan, keharmonisan, keselarasan serta betapa sempurna dan takjubnya alam
raya. Ungkapan syukur kita kepada Allah dapat kita wujud nyatakan dengan
menjaga dan melestarikan alam ini karena alam dan manusia adalah bagian hidup
yang tak terpisahkan satu sama lain. Adapun usaha-usaha yang dapat kita
lakukan, misalnya:
1) Menerapkan praktik
hidup hemat, mulai dari sebanyak mungkin memanfaatkan transportasi umum, hemat
listrik hingga hidup seadanya (sederhana) yang tidak konsumtif. Semua kegiatan
tersebut dapat membantu mengurangi energi yang digunakan dan pada akhirnya
dapat mengurangi polusi udara dan dampak rumah kaca;
2) Mengurangi
penggunaan mobil dengan naik sepeda, jalan kaki, atau dengan bus;
3) Composting merupakan
cara untuk membuang sampah dapur. Hal itu sehat untuk tanah dan sedikit sampah
yang akan masuk ke lokasi penimbunan;
4) Mematikan keran air
bila sedang menyikat gigi atau sudah tidak dipakai; 5) Membuang sampah pada
tempat yang seharusnya bukan di sungai ataupun di tempat-tempat yang dapat
menyebabkan banjir, dan sebagainya.
Tokoh dalam Gereja Katolik yang sangat bersahabat dengan alam adalah Santo Fransiskus Asisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar