16 Maret 2021

MATERI KELAS IX: RANGKUMAN MATERI UJIAN SEKOLAH

 


1.    Martabat Luhur sebagai manusia

 

Manusia diciptakan sebagai citra Allah berarti manusia diciptakan sebagai gambaran diri Allah.

Manusia serupa dan segambar dengan Allah sendiri. Pribadi manusia merupakan cerminan paling jelas dari Allah yang hadir di tengah-tengah manusia.

Karena manusia diciptakan sebagai citra Allah, manusia memiliki martabat pribadi yang luhur.

Keluhuran manusia terpancar dari kelebihan-kelebihan yang diberikan Allah kepadanya, yakni akal budi/pikiran, hati nurani/perasaan, dan kehendak bebas, yang membedakannya dari ciptaan lain.

 

2.    Kesederajatan perempuan dan laki-laki

Isi Katekismus Gereja Katolik Art 369

Pria dan wanita diciptakan, artinya, dikehendaki Allah dalam persamaan yang sempurna di satu pihak sebagai pribadi manusia dan di lain pihak dalam kepriaan dan kewanitaannya. "Kepriaan" dan "kewanitaan" adalah sesuatu yang baik dan dikehendaki Allah: keduanya, pria dan wanita, memiliki martabat yang tidak dapat hilang, yang diberi kepada mereka langsung oleh Allah, Penciptanya Bdk Kej 2:7.22.. Keduanya, pria dan wanita, bermartabat sama "menurut citra Allah". Dalam kepriaan dan kewanitaannya mereka mencerminkan kebijaksanaan dan kebaikan Pencipta.

Kesimpulan teks tentang kesederajatan antara perempuan dan laki-laki berdasarkan KGK artikel 369 adalah:

1.  Pria dan wanita diciptakan oleh Allah dalam persamaan yang sempurna: Kepriaan dan kewanitaan adalah sesuatu yang baik yang dikehendaki oleh Allah

2.  Pria dan wanita memiliki martabat yang sama menurut citra Allah: dalan kepriaan dan kewanitaannya mereka mencerminkan kebijaksanaan dan kebaikan Allah

3.    Kemampuanku Terbatas

Cara untuk mengatasi keterbatasan:

a)   Kita harus mampu menerima diri sebagai pribadi yang memiliki kekurangan dan yakin bahwa hal ini juga dialami oleh setiap orang

b)     Jangan menjadikan kekurangan sebagi alasan untuk tidak berkembang atau sukses

c)      Terus belajar dan berjuang agar kita mampu mengatasi keterbatasan itu

d)     Belajar dari kelebihan orang lain

e)   Banyak orang cacat atau orang yang tadinya dianggap bodoh bisa meraih sukses dalam hidupnya, bahkan bias membantu orang lain.

 

4.    Penghayatan seksualitas yang benar

Kitab Suci, memandang luhur arti tubuh manusia. Dalam 1 Kor 6: 13-20, dikatakan bahwa Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus, yakni tempat Allah sendiri hadir dan berkarya dalam diri manusia, karena tubuh kita merupakan sarana kehadiran Allah sekaligus sarana untuk mewujudkan kehendak Allah, maka kita perlu:

a.         Menghormati tubuh kita

b.         Merawat tubuh kita dengan baik

c.         Menggunakan tubuh kita sesuai dan demi kemuliaan Allah sendiri

d.        Memelihara tubuh dengan baik karena tubuh kita telah disucikan Allah agar melalui tubuh pula, kita dapat memuji dan memuliakan Allah.

Titik tolaknya adalah 1 Korintus 6: 19 dan Perintah Allah yang ke-6 “Jangan berbuat cabul artinya adalah: Seksualitas sebagai Anugerah Allah adalah sesuatu yang suci, maka harus dihayati secara benar. Jika  seksualitas disalahgunakan itu disebut mencemarkan diri dan dosa.

 

5.   Persahabatan:

Persahabatan sejati membuka persaudaraan yang lebih luas, itulah proses pergaulan yang terjadi.

Model tokoh sahabat sejati secara jelas dan tegas diungkapkan dalam injil Yohanes 15:12-15 yang intinya adalah: Yesus Kristus sendiri sebagai sahabat sejati, karena:

a.       Ia begitu setia dan perhatian terhadap kita

b.      Ia mati-matian membela kita sahabatNya hingga mati di kayu salib

c.       Segala sesuatu disingkapNya bagi kita sahabatNya

 

6.    Yesus mewartakan Sabda Bahagia

Adapun maksud dan tujuan Yesus mewartakan Sabda Bahagia berdasarkan Matius 5:3-12 adalah:

a.  Yesus ingin menyiapkan MuridNya untuk tugas perutusan mewartakan kabar gembira keselamatan kepada dunia sebagaimana yang dikehendaki Allah

b.    Sabda Bahagia mempunyai nilai eskatologis (berkaitan dengan akhir zaman) karena nilai-nilai dalam Sabda Bahagia merupakan tuntutan atau prasyarat bagi semua orang yang ingin masuk dalan Kerajaan Surga

c.      Sabda Bahagia merupakan hukum baru untuk menggantikan hukum lama.

 

7.    Gereja sebagai Persekutuan

Dalam Persekutuan (Komunio) atau Paguyuban harus ada:

a)         Komunikasi dan Interaksi yang berlangsung terus menerus

b)        Masing-masing saling memperhatikan satu sama lain

c)         Saling memiliki

d)        Saling memberi

e)         Saling mendukung

f)         Saling menasehati

g)        Saling mengingatkan

h)        Saling mengembangkan

i)          Saling melayani

j)          Saling berusaha agar kebersamaan itu terus menerus terjaga keutuhannya

 

Sifat-Sifat Gereja sebagai berikut:

1.      SATU : Kristus yang hanya mendirikan satu Gereja, satu iman dan satu gembala yaitu Yesus Kristus

2.      KUDUS: Tugas Gereja adalah menguduskan dunia ini, terutama warganya sendiri yang harus menjadi kudus seperti Kristus kepalaNya. Gereja itu Kudus berarti Gereja itu mempunyai:

a)    Asal yang Kudus yaitu berasal dari Kristus sendiri

b)    Tujuan yang kudus yaitu bersatu dgn Allah yg Kudus

c)    Gereja dibimbing oleh Roh kudus

3.      KATOLIK, artinya umum atau universal.Gereja Kristus berlaku dan  diperuntukan bagi segala bangsa dan semua manusia, di segala tempat dan zaman.

4.      APOSTOLIK: berasal dari kata “apostolos” artinya: rasul, utusan, duta. Gereja atau apostolik artinya: Gereja itu ajarannya sesuai dengan ajaran para Rasul, utusan dan duta Yesus Kristus.

 

8.        Keanggotaan Gereja

Ada 3 keanggotaan Gereja Katolik beserta perannya masing-masing yakni:

1.         Para Imam/Pastor : mereka adalah orang yang ditahbiskan dan bertugas untuk menggembalakan, melayani dan mengajar umat. Selain itu merekapun bertugas menguduskan Gereja melalui perayaan-perayaan Sakramen

2.         Para Biarawan-Biarawati:  meraka adalah orang yang mengucapkan Tri Kaul Suci, yaitu kaul ”KEMURNIAN, KETAATAN dan KEMISKINAN”. Mereka membaktikan diri untuk pewartaan Kabar Gembira, dan biasanya berkarya dibidang Pendidikan , Medis, Rumah-rumah Retret dan mereka hidup dalam Komunitas tarekat atau Kongregasi.

3.         Kaum Awam: semua umat beriman Kristiani yang bukan Imam atau Biarawan-Biarawati yang mengemban tugas dalam Gereja dan dalam Dunia sesuai dengan bidang kehidupan mereka masing-masing sesuai dengan Kehendak Allah.

Diantara Kaum Awam itu ada yang berperan sebagai ahli pikir, tenaga medis, guru, pedagang, petani, nelayan, katekis, pengusaha, tekhnisi, pengacara dll

9.        Sakramen Baptis

Simbol-simbol dalam Sakramen Baptis adalah:

a.          Pencurahan air: pembersihan dari dosa

b.          Penenggelaman dalam air: orang dikubur bersama Kristus, hidup

lama ditinggalkan

c.          Keluar dari air: kelahiran kembali, bangkit bersama Kristus

d.          Nama baru/Nama Baptis: kehidupan baru

e.          Penandaan dengan salib: pengakuan iman akan Bapa, Putra dan Roh Kudus

f.           Pakaian putih: mengenakan Kristus, kemurniaan jiwa

g.          Lilin Baptis: menjadi tanda terang Kristus

 

10.     Cara Hidup Murid Yesus dalam Persekutuan

Dalam Kitab Suci, gambaran hidup persekutuan beriman tampak dalam kehidupan Jemaat Gereja Perdana seperti yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47, dimana hidup persekutuan mereka tampak dalam beberapa hal berikut yaitu:

1.      Roh Kuduslah yang mempersatukan mereka menjadi orang beriman akan Yesus Kristus dan hidup sebagai suatu persekutuan persaudaraan sejati

2.      Setiap anggota persekutuan adalah sesama, sederajat dan tak ada dari mereka yang merasa lebih tinggi dari yang lain

  1. Mereka tidak hidup demi diri sendiri, melainkan saling menaruh kepedulian satu sama lain, sehingga yang “tidak punya” tidak merasa kekurangan “yang punya” juga tidak merasa berkelebihan
  2. Adanya pemimpin yang melayani dan mampu menghadirkan Kristus ditengah tengah jemaat
  3. Melimpahnya kasih karunia Tuhan dalam kehidupan Jemaat karena Kristus ada ditengah-tengah mereka
  4. Dalam kehidupan persekutuan Jemaat Gereja, tampak dengan jelas kewibawaan dan pelayanan Para Rasul

 

11. Tugas perutusan Murid-murid Yesus

Kristus selalu menyertai murid-muridNya dalam melaksanakan tugas perutusanNya sampai akhir zaman.

Makna Tugas perutusan Yesus menurut Injil Lukas 10: 1-12 adalah:

1.   Yesus mengkehendaki agar kabar gembira keselamatan yang dibawaNya dapat diketahui banyak orang. Oleh karena itu, Yesus mengutus MuridNya pergi berdua dua, mendahuluiNya kesetiap kota dan kesetiap tempat yang hendak dikunjungiNya

2.   Yesus tidak ingin berkarya sendiri, tetapi Ia mengikutsertakan Murid-muridNya karena pewartaan keselamatan adalah tanggung jawab bersama

3.   Tugas yang diberika Yesus adalah tugas berat dan banyak mengandung resiko

4.   Walaupun tugas itu berat, Yesus tetap menjamin keselamatan dan kesejahteraan Para MuridNya

 

Yesus memberikan petunjuk kepada Para MuridNya dalam melaksankan tugas yang diberikanNya, yaitu agar Para Murid :

1.      Tidak memilih-milih dimana dan kepada siapa mereka harus mewaratkan keselamatan

2.      Tidak membebani diri dengan harta (pundi-pundi)

3.      Mengucapkan salam damai dari Allah dirumah setiap orang

4.      Menyebuhkan orang sakit yang dijumpainya

5.      Memperingatkan orang –orang yang menolak Yesus

 

12.    Teladan Maria dalam mengikuti Yesus

Alasan Gereja Katolik menghormati Bunda Maria sebagai berikut:

1.    Kerendahan hati dan kesederhanaan Bunda Maria

2.    Karya keselamatan Allah yang dilaksanakan dan melalui hidup Yesus Kristus, mengikut sertakan Maria sebagai perantara terlaksananya karya tersebut

3.    Maria mulai berperan ketika menyatakan bersedia dan taat kepada Allah untuk mengandung Yesus.

4.    Bunda Maria memiliki Iman yang kuat dan taat kepada kehendak Bapa.

5.    Bunda Maria setia mengikuti jal;an salib Yesus hingga peristiwa penyaliban-Nya

 

13. Yesus Mengutus Roh Kudus

Peran Roh Kudus menurut Kisah Para Rasul 2:1-13 adalah:

1.      Roh Kudus yang hadir dalam diri para murid Yesus memberikan daya hidup baru kepada mereka, memperbaharui hati mereka, menjadi orang yang berani.

2.      Roh kudus itu pula yang membuat mereka berani mewartakan kebenaran atas peristiwa yang dialami Yesus sendiri yakni kebangkitan

3.      Peristiwa Roh Kudus turun atas para rasul juga menguatkan iman para rasul kepada Yesus kristus, bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan mereka sampai kapanpun.

 

14. Roh Kudus memberi daya kekuatan

7 Karunia Roh Kudus:

1.   Karunia takut akan Tuhan

2.   Karunia Keperkasaan

3.   Karunia Kesalehan

4.   Karunia Nasehat

5.   Karunia Pengenalan

6.   Karunia Pengertian

7.   Karunia Kebijaksanaan

 

15. Sengsara dan Wafat Yesus

Injil tentang sengsara dan wafat Yesus. Dari kisah tersebut, sikap Yesus dalam menghadapi penderitaan adalah sabar dan tabah menghadapinya. Yesus memohon dan berdoa kepada Allah Bapa agar Yesus mendapat kekuatan dalam menghadapi penderitaan.

 

16. Kebangkitan Yesus

Bukti-Bukti Kebangkitan Yesus:

1.      Para murid melihat kubur Yesus terbuka dan kosong

2.      Kain kafan Yesus tertinggal di makam

3.      Berita malaikat yang mengatakan Yesus sudah bangkit

4.      Yesus beberapa kali menampakan diri kepada para murid.

 

Makna Kebangkitan Yesus bagi kita:

1.    Yesus menang atas maut

2.    Allah membalikan semua pikiran orang Yahudi bahwa kematian Yesus sis-sia

3.    Kehadiran Yesus tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu, tetapi hadir di manapun,  dalam hati setiap orang.

 

Pengaruh kebangkitan Yesus bagi manusia:

1.   Orang-orang mengenang karya dan ajaran-Nya

2.   Menjadikan Yesus kekuatan hidup sehari-hari

3.   Meneruskan dan melakukan karya-Nya

4.   Pembenaran dari Allah akan Sabda dan karya-Nya.

5.   Permulaan corak kehidupan baru, kekelahiran baru, permulaan suatu kehidupan yang lebih mulia.

 

17. Yesus Kristus sungguh Allah dan sungguh manusia

Ciri-ciri Kemanusiaan Yesus:

1.      Dikandung dan dilahirkan oleh Maria di kota Bethlehem

2.      Anak dari Yusuf dan Maria

3.      Berjenis kelamin

4.      Berasal dari kota Nasareth dan mengikuti sensus penduduk

5.      Membutuhkan makanan, pakaian, rumah, kasih sayang.

6.      Memiliki pancaindra

7.      Dapat berpikir

8.      Dapat merasa gembira, sedih, marah, bimbang, dapat sakit, dapat mati,

9.      Terikat ruang dan waktu.

18. Yesus memanggil murid-murid

Syarat-syarat untuk mengikuti Yesus:

1.      Meninggalkan segala-galanya lalu mengikuti Yesus,

2.      Mau menderita dan memanggul salib.

19. Beragama

Alasan yang benar manusia beragama

1.     Untuk menemukan rasa aman ketika menghadapi kesulitan di

     dalam hidup

2.     Untuk memperoleh arti hidup

3.     Sebagai  pedoman dalam menentukan tindakan yang baik.

20. Beriman

Hubungan antara iman dan perbuatan berdasarkan teks Yakobus 2:14-26: “Iman tanpa perbuatan adalah mati”  adalah iman harus diwujudkan nyatakan dalam tindakan dan perbuatan  nyata sehari-hari.

 

21. Beriman Kristiani

Aspek-aspek hidup beriman Kristiani adalah:

1.     Pengalaman religius sebagai orang Kristiani adalah pengalaman dimana manusia

 sungguh    menghayati karya dan kebaikan Allah yang berpuncak dalam diri Yesus Kristus

2.    Penyerahan iman adalah jawaban atas Wahyu Allah yang telah berkarya.

Mengakui  Yesus adalah Tuhn dan,  mewujudkan tindakan atau perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya.

3.  Pengetahuan Iman Seorang umat Kristiani juga dituntut terus menerus untuk semakin mampu  memertanggungjawabkan imannya.

 

22. Perjuangan pengembangan iman

Faktor penghambat dalam kegiatan pengembangan iman antara lain:

1.   Kecenderungan bermalas-malasan dan bersantai-santai ataupun bermain-main melulu;

2.   Terlalu disibukan oleh banyak kegiatan lain yang tidak berguna;

3.   Acara-acara hiburan atau TV yang menyita seluruh perhatian, sehingga doa bersama,    pendalaman iman di lingukungan atau kegiatan gerejani lainnya diabaikan;

 

  Sedangkan faktor pendukung dalam kegiatan pengembangan iman, antara lain:

1. Keinginan memiliki bekal hidup agar mampu memecahkan masalah yang dijumpai dalam hidup sehari-hari, bisa hidup lebih bermutu, mampu berjasa bagi orang lain dan semakin bijak.

2. Usaha untuk meneladani tokoh-tokoh dalam Kitab Suci (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan tokoh-tokoh  Gereja (orang-orang kudus Kudus/Santo-Santa). Kita dapat banyak belajar dari para tooh dalam Kitab Suci ataupun orang-orang kudus (Santo/Santa) untuk berjuang mengembangkan iman.

 

23. Iman dan Kebersamaan dengan jemaat

 

Sifat iman yang personal dan sosial:

Sifat Personal iman  adalah: Iman itu pertama-tama merupakan hubungan pribadi antara manusia dan Allah.

Sifat sosial iman adalah: Iman itu diungkapkan dan diwujudkan dalam kebersamaan dengan jemaat.

Jadi, pentinglah kita memiliki iman personal sekaligus iman social. Dengan mengembangkan aspek social iman, kita akan semakin terlibat pada rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dan membuat kita semakin social. Dengan hanya memiliki iman personal, kita mudah menjadi orang yang egois.

Agar iman ita selalu berkembang, maka kita harus berusaha untuk hidup bersama sercara harmonis dengan semua orang dan dalam jemaat beriman (umat).

 

24. Aku warga masyarakat

Baca Teks Kitab Suci: Matius 17:24-27 dan Matius 22: 15-22.

Manusia mahluk sosial harus hidup bermasyarakat. Sebagai warga masyarakat memiliki hak yaitu:

1.      Hak untuk hidup

2.      Hak untuk mendapatkan perlindungan

3.      Hak mendapat rasa aman

4.      Hak untuk mendapatkan nafkah

5.      Hak mendapatkan kesempatan untuk berkembang

6.      Hak mendapatkan pendidikan

7.      Hak untuk mengeluarkan pendapat

 

Kewajiban kita sebagai warga masyarakat:

1.      Menjaga ketertiban umum

2.      Memelihara keamanan

3.      Mengupayakan kesejahteraan

4.      Memelihara kebersamaan

5.      Menjaga kerukunan demi keharmonisan hidup bersama

 

 

25. Para Pemimpin Masyarakat

Baca 1 Petrus 2: 13-17: “Tunduklah karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”

Pandangan gereja tentang sikap warga terhadap pemerintah:

Menghormati, mentatati dan mendukung pemimpin kita yang sah dan menjalankan pemerintahan demi kepentingan orang banyak.

26. Kebebasan yang bertanggungjawab

Gaudium et Spes artikel 16 tentang Kebebasan:

Martabat hati nurani: mematuhi hukum, dan menurut hukum itu ia diadili

Hati nurani: inti manusia yang  paling rahasia, sanggar sucinya, tempat ia menemukan diri bersama Allah, yang sapaanNya menggema dalam hati.

Gaudium et Spes artikel 17: Manusia akan berpaling pada kebaikan bila ia bebas.

27. Menjunjung tinggi martabat manusia

Tindakan yang merendahkan martabat manusia:

1.      Mempekerjakan anak-anak dibawah umur

2.      Memperlakukan pembantu rumah tangga tidak manusiawi

3.      Bertindak semena-mena terhadap orang lain

4.      Menjadikan orang lain sebagai budak

5.      Menggaji para pegawai/buruh dengan upah yang sangat rendah

6.      Pelecehan terhadap jenis kelamin lain

7.      Menganiaya orang lain, dan sebagainya

 

28. Hidup adalah anugerah

Contoh tindakan menghargai kehidupan:

1.      Merawat tubuh dengan baik

2.      Menjauhkan narkoba dan minum minuman keras

3.      Menghargai dan mencintai orang lain dengan cara tidak membunuh

4.      Tidak melakukan aborsi

5.      Tidak melakukan bunuh diri

 

29. Memelihara dan memperjuangkan kehidupan secara sehat

Solusi tentang upaya memelihara hidup sehat:

1.      Konsumsi makanan yang bersih, sehat dan bergizi

2.      Istirahat yang cukup

3.      Menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal

4.      Menghindari konsumsi narkoba

 

30. Menjaga dan melestarikan lingkungan hidup

Pandangan Kristiani tentang lingkungan hidup berdasarkan teks Kejadian 1:26-31 dan Kejadian 2:8-15 adalah:

1.      Allah pencipta seluruh alam semesta (manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda hidup dan mati).

2.      Alam semesta dan segala isinya diciptakan oleh Allah dalam keadaan baik

3.      Manusia adalah puncak karya ciptaan, diciptakan menurut gambar  atau citra Allah.

4.      Manusia memperoleh kehidupan dari hembusan Roh Allah sendiri.

5.      Allah memberi kuasa oleh Allah untuk: menjadi wakilNya di bumi, menjaga , memelihara dan mengelola ciptaan, agar tetap dalam keadaan baik.

6.      Faktanya, manusia melanggar kuasa yang diberikan oleh Allah, antara lain: merusak alam semesta.

 

31. Menghargai dan mewujudkan kejujuran

Akibat ketidak jujuran:

1.         Hidup menjadi tidak tenang

2.         Dijauhkan oleh orang lain, teman, saudara dan keluarga

3.         Dibenci oleh orang lain, teman, saudara dan keluarga

Prilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari:

1.         Tidak menyontek

2.         Tidak berbohong

3.         Mengatakan apa yang sebenarnya

 

32. Bersahabat dengan sesama yang beragama lain

1.         Nostra Aetate art 1 dan 2

Gereja tidak menolak apapun yang benardan suci dalam agama-agama lain. Gereja memandang bahwa cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran yang memang berbeda dari apa yang diyakini Gereja, juga memancarkan sinar kebenaran yang menerangi semua orang. Namun Gereja tidak henti mewartakan Kristus yakni jalan kebenaran dan hidup (Yoh 14:6)

2.         Nostra Aetate art 2 Gereja Katolik mengajak agama lain untuk berdialog dan bekerja sama menciptakan kehidupan yang harmonis, rukun dan damai. Hidup bersama dengan agama dan kepercayaan lain sangat menyenangkan dan membahagiakan.

 

Contoh tindakan Gereja dalam upaya menciptakan persaudaraan sejati dengan agama lain dengan tindakan yang disebut “Dialog Karya” seperti:

1.         Berdialog

2.         Membantu membangun rumah ibadat

3.         Mendirikan yayasan-yayasan yang bergerak dalam kegiatan sosial

4.         Membantu mereka yang menderita tanpa membedakan elompok, agama atau etnis tertentu.

Contoh sikap yang menciptakan hubungan persaudaraan dengan agama dan kepercayaan lain dalam hidup sehari-hari seperti:

1.         Tidak mempersoalkan atribut yang dipakai oleh teman-teman yang berbeda agama

2.         Tidak mengucilkan penganut agama lain dalam pergaulan

3.         Menggunakan istilah-istilah keagamaan pada tempatnya

4.         Ikut teribat dalam menyiapkan pesta agama lain

5.         Memberikan semangat kepada teman untuk melakukan ibadahnya dll

 

33.  Cita-cita

Upaya yang dilakukan dalam memilih cita-cita:

1.         Perencanaan yang matang: sangat penting agar tidak terjadi penyimpangan ditengah jalan

2.         Ketekunan dan ketabahan: diperlukan karena dalam perjalanan menuju cita-cita banyak hambatan dan tantang yang tak terduga

3.         Dukungan Finansial yang memadai: juga diperlukan dalam usaha mencapai cita-cita

Faktor pendukung cita-cita:

1.    Rajin berdoa

2.    Kerja keras

3.    Belajar dengan rajin

4.    Membutuhkan dana ycukup

5.    Memiliki minat atau bakat sesuai dengan cita-cita

6.    Mau bekerja sama dan bekajar dengan orang lain

 

34. Sakramen Perkawinan

Prinsip atau sifat-sifat Perkawinan Kristiani adalah:

1.         Dibangun secara bebas atas dasar cinta tanpa paksaan

2.         Bersifat Monogam tak terbagi (antara satu istri untuk seorang suami dan satu suami untuk seorang istri)

3.         Terjadi antara seorang pria dan  seorang perempuan (Heteroseksual)

4.         Utuh dan tidak terceraikan ( Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia)

 

Hakekat perkawinan sebagai Sakramen adalah:

Perkawinan melambangkan hubungan antara Kristus dan GerejaNya ( Efesus 5: 22-23).

Hidup dalam perkawinan melambangkan kasih Allah kepada manusia dan kasih Yesus kepada GerejaNya. Melalui perkawinan, Allah hadir bagi mereka satu sama lain, bagi anak-anak mereka dan juga bagi lingkungan.

 

Tujuan Perkawinan Katolik adalah:

1.         Kesejahteraan suami istri sebagai pasangan

2.         Keturunan atau kelahiran anak

3.         Pendidikan anak

4.         Kesejahteraan masyarakat

 

35. Sakramen imamat

Tugas seorang imam adalah:

1.         Sebagai Pelayan liturgi

2.         Sebagai Pelayan Sakramen: memimpin Ekaristi, memberkati perkawinan, membaptis, melayani Sakramen tobat, melayani Sakramen minyak suci dan sakramentalia.

3.         Mengajar : imam mengajar iman katolik kepada umat

4.         Menjalankanberbagai tugas pastoral kategorial

 

 

 

 

;

 

 

 

 

 

 

 


Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...