1. Martabat
Luhur sebagai manusia
Manusia diciptakan sebagai citra Allah
berarti manusia diciptakan sebagai gambaran diri Allah.
Manusia serupa dan segambar dengan
Allah sendiri. Pribadi manusia merupakan cerminan paling jelas dari Allah yang
hadir di tengah-tengah manusia.
Karena manusia diciptakan sebagai citra
Allah, manusia memiliki martabat pribadi yang luhur.
Keluhuran manusia terpancar dari
kelebihan-kelebihan yang diberikan Allah kepadanya, yakni akal budi/pikiran,
hati nurani/perasaan, dan kehendak bebas, yang membedakannya dari ciptaan lain.
2. Kesederajatan
perempuan dan laki-laki
Isi Katekismus Gereja Katolik Art
369
Pria dan wanita diciptakan,
artinya, dikehendaki Allah dalam persamaan yang sempurna di satu pihak sebagai
pribadi manusia dan di lain pihak dalam kepriaan dan kewanitaannya.
"Kepriaan" dan "kewanitaan" adalah sesuatu yang baik dan
dikehendaki Allah: keduanya, pria dan wanita, memiliki martabat yang tidak
dapat hilang, yang diberi kepada mereka langsung oleh Allah, Penciptanya Bdk
Kej 2:7.22.. Keduanya, pria dan wanita, bermartabat sama "menurut citra
Allah". Dalam kepriaan dan kewanitaannya mereka mencerminkan kebijaksanaan
dan kebaikan Pencipta.
Kesimpulan teks tentang
kesederajatan antara perempuan dan laki-laki berdasarkan KGK artikel 369
adalah:
1. Pria
dan wanita diciptakan oleh Allah dalam persamaan yang sempurna: Kepriaan dan
kewanitaan adalah sesuatu yang baik yang dikehendaki oleh Allah
2. Pria
dan wanita memiliki martabat yang sama menurut citra Allah: dalan kepriaan dan
kewanitaannya mereka mencerminkan kebijaksanaan dan kebaikan Allah
3.
Kemampuanku
Terbatas
Cara
untuk mengatasi keterbatasan:
a) Kita harus
mampu menerima diri sebagai pribadi yang memiliki kekurangan dan yakin bahwa
hal ini juga dialami oleh setiap orang
b) Jangan menjadikan
kekurangan sebagi alasan untuk tidak berkembang atau sukses
c)
Terus belajar
dan berjuang agar kita mampu mengatasi keterbatasan itu
d)
Belajar dari
kelebihan orang lain
e) Banyak orang
cacat atau orang yang tadinya dianggap bodoh bisa meraih sukses dalam hidupnya,
bahkan bias membantu orang lain.
4. Penghayatan seksualitas
yang benar
Kitab Suci, memandang luhur arti tubuh manusia. Dalam 1 Kor 6:
13-20, dikatakan bahwa Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus, yakni
tempat Allah sendiri hadir dan berkarya dalam diri manusia, karena tubuh kita
merupakan sarana kehadiran Allah sekaligus sarana untuk mewujudkan kehendak
Allah, maka kita perlu:
a.
Menghormati tubuh kita
b.
Merawat tubuh kita dengan baik
c.
Menggunakan tubuh kita sesuai
dan demi kemuliaan Allah sendiri
d.
Memelihara tubuh dengan baik
karena tubuh kita telah disucikan Allah agar melalui tubuh pula, kita dapat
memuji dan memuliakan Allah.
Titik tolaknya adalah 1 Korintus 6: 19 dan Perintah Allah
yang ke-6 “Jangan berbuat cabul artinya adalah: Seksualitas sebagai
Anugerah Allah adalah sesuatu yang suci, maka harus dihayati secara benar. Jika
seksualitas disalahgunakan itu
disebut mencemarkan diri dan dosa.
5. Persahabatan:
Persahabatan
sejati membuka persaudaraan yang lebih luas, itulah proses pergaulan yang
terjadi.
Model
tokoh sahabat sejati secara jelas dan tegas diungkapkan dalam injil Yohanes
15:12-15 yang intinya adalah: Yesus Kristus sendiri sebagai sahabat
sejati, karena:
a. Ia
begitu setia dan perhatian terhadap kita
b. Ia
mati-matian membela kita sahabatNya hingga mati di kayu salib
c. Segala
sesuatu disingkapNya bagi kita sahabatNya
6. Yesus
mewartakan Sabda Bahagia
Adapun maksud dan
tujuan Yesus mewartakan Sabda Bahagia berdasarkan Matius 5:3-12 adalah:
a. Yesus ingin menyiapkan MuridNya untuk
tugas perutusan mewartakan kabar gembira keselamatan kepada dunia sebagaimana
yang dikehendaki Allah
b. Sabda Bahagia mempunyai nilai eskatologis (berkaitan dengan
akhir zaman) karena nilai-nilai dalam Sabda Bahagia merupakan tuntutan atau
prasyarat bagi semua orang yang ingin masuk dalan Kerajaan Surga
c.
Sabda Bahagia merupakan hukum baru untuk
menggantikan hukum lama.
7. Gereja
sebagai Persekutuan
Dalam
Persekutuan (Komunio) atau Paguyuban harus ada:
a)
Komunikasi dan Interaksi yang
berlangsung terus menerus
b)
Masing-masing saling memperhatikan satu
sama lain
c)
Saling memiliki
d)
Saling memberi
e)
Saling mendukung
f)
Saling menasehati
g)
Saling mengingatkan
h)
Saling mengembangkan
i)
Saling melayani
j)
Saling berusaha agar kebersamaan itu
terus menerus terjaga keutuhannya
Sifat-Sifat Gereja
sebagai berikut:
1.
SATU : Kristus yang hanya mendirikan satu Gereja, satu iman dan satu gembala
yaitu Yesus Kristus
2.
KUDUS: Tugas Gereja adalah menguduskan dunia ini, terutama warganya sendiri yang
harus menjadi kudus seperti Kristus kepalaNya. Gereja itu Kudus berarti Gereja
itu mempunyai:
a)
Asal yang
Kudus yaitu berasal dari Kristus sendiri
b) Tujuan yang kudus yaitu bersatu dgn Allah yg Kudus
c) Gereja dibimbing oleh Roh kudus
3.
KATOLIK, artinya umum atau universal.Gereja Kristus berlaku dan diperuntukan bagi segala bangsa dan semua
manusia, di segala tempat dan zaman.
4.
APOSTOLIK: berasal dari kata “apostolos” artinya: rasul, utusan, duta. Gereja atau apostolik artinya: Gereja itu
ajarannya sesuai dengan ajaran para Rasul, utusan dan duta Yesus Kristus.
8.
Keanggotaan Gereja
Ada 3 keanggotaan
Gereja Katolik beserta perannya masing-masing yakni:
1.
Para Imam/Pastor : mereka adalah orang yang ditahbiskan dan bertugas untuk menggembalakan,
melayani dan mengajar umat. Selain itu merekapun bertugas menguduskan Gereja
melalui perayaan-perayaan Sakramen
2.
Para Biarawan-Biarawati:
meraka adalah orang yang mengucapkan Tri Kaul Suci, yaitu
kaul ”KEMURNIAN, KETAATAN dan KEMISKINAN”.
Mereka membaktikan diri untuk pewartaan Kabar Gembira, dan biasanya berkarya
dibidang Pendidikan , Medis, Rumah-rumah Retret dan mereka hidup dalam
Komunitas tarekat atau Kongregasi.
3.
Kaum Awam: semua umat
beriman Kristiani yang bukan Imam atau Biarawan-Biarawati yang mengemban tugas
dalam Gereja dan dalam Dunia sesuai dengan bidang kehidupan mereka
masing-masing sesuai dengan Kehendak Allah.
Diantara Kaum Awam itu ada yang berperan sebagai ahli pikir, tenaga medis,
guru, pedagang, petani, nelayan, katekis, pengusaha, tekhnisi, pengacara dll
9.
Sakramen
Baptis
Simbol-simbol
dalam Sakramen Baptis adalah:
a.
Pencurahan air:
pembersihan dari dosa
b.
Penenggelaman dalam
air: orang dikubur bersama Kristus, hidup
lama ditinggalkan
c.
Keluar dari air:
kelahiran kembali, bangkit bersama Kristus
d.
Nama baru/Nama
Baptis: kehidupan baru
e.
Penandaan dengan
salib: pengakuan iman akan Bapa, Putra dan Roh Kudus
f.
Pakaian putih: mengenakan Kristus, kemurniaan jiwa
g.
Lilin Baptis: menjadi tanda terang Kristus
10.
Cara
Hidup Murid Yesus dalam Persekutuan
Dalam
Kitab Suci, gambaran hidup persekutuan beriman tampak dalam kehidupan Jemaat
Gereja Perdana seperti yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47, dimana
hidup persekutuan mereka tampak dalam beberapa hal berikut yaitu:
1.
Roh Kuduslah yang mempersatukan mereka
menjadi orang beriman akan Yesus Kristus dan hidup sebagai suatu persekutuan
persaudaraan sejati
2.
Setiap anggota persekutuan adalah
sesama, sederajat dan tak ada dari mereka yang merasa lebih tinggi dari yang
lain
- Mereka
tidak hidup demi diri sendiri, melainkan saling menaruh kepedulian satu
sama lain, sehingga yang “tidak punya” tidak merasa kekurangan “yang
punya” juga tidak merasa berkelebihan
- Adanya
pemimpin yang melayani dan mampu menghadirkan Kristus ditengah tengah
jemaat
- Melimpahnya
kasih karunia Tuhan dalam kehidupan Jemaat karena Kristus ada
ditengah-tengah mereka
- Dalam
kehidupan persekutuan Jemaat Gereja, tampak dengan jelas kewibawaan dan
pelayanan Para Rasul
11. Tugas perutusan
Murid-murid Yesus
Kristus selalu
menyertai murid-muridNya dalam melaksanakan tugas perutusanNya sampai akhir
zaman.
Makna Tugas
perutusan Yesus menurut Injil Lukas 10: 1-12 adalah:
1.
Yesus mengkehendaki agar kabar
gembira keselamatan yang dibawaNya dapat diketahui banyak orang. Oleh karena
itu, Yesus mengutus MuridNya pergi berdua dua, mendahuluiNya kesetiap kota dan
kesetiap tempat yang hendak dikunjungiNya
2.
Yesus tidak ingin berkarya
sendiri, tetapi Ia mengikutsertakan Murid-muridNya karena pewartaan keselamatan
adalah tanggung jawab bersama
3.
Tugas yang diberika Yesus
adalah tugas berat dan banyak mengandung resiko
4.
Walaupun tugas itu berat, Yesus
tetap menjamin keselamatan dan kesejahteraan Para MuridNya
Yesus
memberikan petunjuk kepada Para MuridNya dalam melaksankan tugas yang
diberikanNya, yaitu agar Para Murid :
1.
Tidak memilih-milih dimana dan
kepada siapa mereka harus mewaratkan keselamatan
2.
Tidak membebani diri dengan
harta (pundi-pundi)
3.
Mengucapkan salam damai dari
Allah dirumah setiap orang
4.
Menyebuhkan orang sakit yang
dijumpainya
5.
Memperingatkan orang –orang
yang menolak Yesus
12.
Teladan Maria dalam mengikuti Yesus
Alasan Gereja
Katolik menghormati Bunda Maria sebagai berikut:
1.
Kerendahan hati dan kesederhanaan
Bunda Maria
2.
Karya keselamatan Allah yang
dilaksanakan dan melalui hidup Yesus Kristus, mengikut sertakan Maria sebagai
perantara terlaksananya karya tersebut
3.
Maria mulai berperan ketika
menyatakan bersedia dan taat kepada Allah untuk mengandung Yesus.
4.
Bunda Maria memiliki Iman yang
kuat dan taat kepada kehendak Bapa.
5.
Bunda Maria setia mengikuti
jal;an salib Yesus hingga peristiwa penyaliban-Nya
13. Yesus Mengutus Roh Kudus
Peran Roh
Kudus menurut Kisah Para Rasul 2:1-13 adalah:
1.
Roh Kudus yang hadir dalam diri
para murid Yesus memberikan daya hidup baru kepada mereka, memperbaharui hati
mereka, menjadi orang yang berani.
2.
Roh kudus itu pula yang membuat
mereka berani mewartakan kebenaran atas peristiwa yang dialami Yesus sendiri yakni
kebangkitan
3.
Peristiwa Roh Kudus turun atas
para rasul juga menguatkan iman para rasul kepada Yesus kristus, bahwa Yesus
tidak pernah meninggalkan mereka sampai kapanpun.
14. Roh
Kudus memberi daya kekuatan
7
Karunia Roh Kudus:
1.
Karunia takut
akan Tuhan
2.
Karunia
Keperkasaan
3.
Karunia
Kesalehan
4.
Karunia
Nasehat
5.
Karunia
Pengenalan
6.
Karunia
Pengertian
7.
Karunia
Kebijaksanaan
15. Sengsara
dan Wafat Yesus
Injil tentang
sengsara dan wafat Yesus. Dari kisah tersebut, sikap Yesus dalam menghadapi
penderitaan adalah sabar dan tabah menghadapinya. Yesus memohon dan berdoa
kepada Allah Bapa agar Yesus mendapat kekuatan dalam menghadapi penderitaan.
16. Kebangkitan
Yesus
Bukti-Bukti Kebangkitan Yesus:
1.
Para murid melihat kubur Yesus terbuka dan kosong
2.
Kain kafan Yesus tertinggal di makam
3.
Berita malaikat yang mengatakan Yesus sudah bangkit
4.
Yesus beberapa kali menampakan diri kepada para murid.
Makna Kebangkitan Yesus bagi kita:
1.
Yesus menang atas maut
2.
Allah membalikan semua pikiran orang Yahudi bahwa kematian Yesus sis-sia
3.
Kehadiran Yesus tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu, tetapi hadir di
manapun, dalam hati setiap orang.
Pengaruh kebangkitan Yesus bagi manusia:
1.
Orang-orang mengenang karya dan ajaran-Nya
2.
Menjadikan Yesus kekuatan hidup sehari-hari
3.
Meneruskan dan melakukan karya-Nya
4.
Pembenaran dari Allah akan Sabda dan karya-Nya.
5.
Permulaan corak kehidupan baru, kekelahiran baru, permulaan suatu
kehidupan yang lebih mulia.
17. Yesus
Kristus sungguh Allah dan sungguh manusia
Ciri-ciri Kemanusiaan Yesus:
1.
Dikandung dan dilahirkan oleh Maria di kota Bethlehem
2.
Anak dari Yusuf dan Maria
3.
Berjenis kelamin
4.
Berasal dari kota Nasareth dan mengikuti sensus penduduk
5.
Membutuhkan makanan, pakaian, rumah, kasih sayang.
6.
Memiliki pancaindra
7.
Dapat berpikir
8.
Dapat merasa gembira, sedih, marah, bimbang, dapat sakit, dapat mati,
9.
Terikat ruang dan waktu.
18.
Yesus memanggil murid-murid
Syarat-syarat
untuk mengikuti Yesus:
1. Meninggalkan segala-galanya lalu mengikuti Yesus,
2.
Mau menderita dan memanggul salib.
19. Beragama
Alasan yang benar manusia beragama
1.
Untuk menemukan rasa aman ketika menghadapi kesulitan di
dalam hidup
2.
Untuk memperoleh arti hidup
3.
Sebagai pedoman dalam menentukan
tindakan yang baik.
20.
Beriman
Hubungan antara iman dan perbuatan berdasarkan teks
Yakobus 2:14-26: “Iman tanpa perbuatan adalah mati” adalah iman harus diwujudkan nyatakan dalam
tindakan dan perbuatan nyata
sehari-hari.
21. Beriman
Kristiani
Aspek-aspek
hidup beriman Kristiani adalah:
1.
Pengalaman religius sebagai orang Kristiani adalah pengalaman dimana
manusia
sungguh menghayati karya dan kebaikan Allah yang
berpuncak dalam diri Yesus Kristus
2. Penyerahan
iman adalah jawaban
atas Wahyu Allah yang telah berkarya.
Mengakui
Yesus adalah Tuhn dan, mewujudkan
tindakan atau perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya.
3. Pengetahuan
Iman Seorang
umat Kristiani juga dituntut terus menerus untuk semakin mampu memertanggungjawabkan imannya.
22. Perjuangan pengembangan iman
Faktor
penghambat dalam kegiatan pengembangan iman antara lain:
1.
Kecenderungan bermalas-malasan dan bersantai-santai ataupun bermain-main
melulu;
2.
Terlalu disibukan oleh banyak kegiatan lain yang tidak berguna;
3.
Acara-acara hiburan atau TV yang menyita seluruh perhatian, sehingga doa
bersama, pendalaman iman di
lingukungan atau kegiatan gerejani lainnya diabaikan;
Sedangkan
faktor pendukung dalam kegiatan pengembangan iman, antara lain:
1. Keinginan memiliki bekal hidup agar mampu
memecahkan masalah yang dijumpai dalam hidup sehari-hari, bisa hidup lebih
bermutu, mampu berjasa bagi orang lain dan semakin bijak.
2. Usaha untuk meneladani tokoh-tokoh dalam Kitab Suci
(Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan tokoh-tokoh Gereja (orang-orang kudus Kudus/Santo-Santa).
Kita dapat banyak belajar dari para tooh dalam Kitab Suci ataupun orang-orang
kudus (Santo/Santa) untuk berjuang mengembangkan iman.
23. Iman dan
Kebersamaan dengan jemaat
Sifat
iman yang personal dan sosial:
Sifat Personal iman
adalah: Iman itu pertama-tama merupakan hubungan pribadi antara manusia
dan Allah.
Sifat sosial iman adalah: Iman itu diungkapkan dan
diwujudkan dalam kebersamaan dengan jemaat.
Jadi, pentinglah kita memiliki iman personal
sekaligus iman social. Dengan mengembangkan aspek social iman, kita akan
semakin terlibat pada rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dan membuat
kita semakin social. Dengan hanya memiliki iman personal, kita mudah menjadi
orang yang egois.
Agar iman ita selalu berkembang, maka kita harus berusaha
untuk hidup bersama sercara harmonis dengan semua orang dan dalam jemaat
beriman (umat).
24. Aku warga
masyarakat
Baca Teks
Kitab Suci: Matius 17:24-27 dan Matius 22: 15-22.
Manusia mahluk sosial harus
hidup bermasyarakat. Sebagai warga masyarakat memiliki hak yaitu:
1.
Hak untuk hidup
2.
Hak untuk mendapatkan perlindungan
3.
Hak mendapat rasa aman
4.
Hak untuk mendapatkan nafkah
5.
Hak mendapatkan kesempatan untuk berkembang
6.
Hak mendapatkan pendidikan
7.
Hak untuk mengeluarkan pendapat
Kewajiban kita sebagai warga masyarakat:
1.
Menjaga ketertiban umum
2.
Memelihara keamanan
3.
Mengupayakan kesejahteraan
4.
Memelihara kebersamaan
5.
Menjaga kerukunan demi keharmonisan hidup bersama
25. Para Pemimpin
Masyarakat
Baca 1 Petrus 2: 13-17: “Tunduklah karena Allah,
kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang
tertinggi, maupun wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang
berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”
Pandangan gereja tentang sikap warga terhadap
pemerintah:
Menghormati,
mentatati dan mendukung pemimpin kita yang sah dan menjalankan pemerintahan
demi kepentingan orang banyak.
26. Kebebasan
yang bertanggungjawab
Gaudium
et Spes artikel 16 tentang Kebebasan:
Martabat
hati nurani: mematuhi hukum, dan menurut hukum itu ia diadili
Hati nurani: inti manusia yang paling rahasia, sanggar sucinya, tempat ia
menemukan diri bersama Allah, yang sapaanNya menggema dalam hati.
Gaudium et Spes artikel 17: Manusia akan berpaling pada kebaikan bila ia
bebas.
27. Menjunjung
tinggi martabat manusia
Tindakan yang merendahkan martabat manusia:
1.
Mempekerjakan anak-anak dibawah umur
2.
Memperlakukan pembantu rumah tangga tidak manusiawi
3.
Bertindak semena-mena terhadap orang lain
4.
Menjadikan orang lain sebagai budak
5.
Menggaji para pegawai/buruh dengan upah yang sangat rendah
6.
Pelecehan terhadap jenis kelamin lain
7.
Menganiaya orang lain, dan sebagainya
28. Hidup
adalah anugerah
Contoh
tindakan menghargai kehidupan:
1.
Merawat tubuh dengan baik
2.
Menjauhkan narkoba dan minum minuman keras
3.
Menghargai dan mencintai orang lain dengan cara tidak membunuh
4.
Tidak melakukan aborsi
5.
Tidak melakukan bunuh diri
29. Memelihara dan
memperjuangkan kehidupan secara sehat
Solusi
tentang upaya memelihara hidup sehat:
1.
Konsumsi makanan yang bersih, sehat dan bergizi
2.
Istirahat yang cukup
3.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal
4.
Menghindari konsumsi narkoba
30. Menjaga
dan melestarikan lingkungan hidup
Pandangan
Kristiani tentang lingkungan hidup berdasarkan teks Kejadian 1:26-31 dan
Kejadian 2:8-15 adalah:
1.
Allah pencipta seluruh alam semesta (manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan,
benda hidup dan mati).
2.
Alam semesta dan segala isinya diciptakan oleh Allah dalam keadaan baik
3.
Manusia adalah puncak karya ciptaan, diciptakan menurut gambar atau citra Allah.
4.
Manusia memperoleh kehidupan dari hembusan Roh Allah sendiri.
5.
Allah memberi kuasa oleh Allah untuk: menjadi wakilNya di bumi, menjaga ,
memelihara dan mengelola ciptaan, agar tetap dalam keadaan baik.
6.
Faktanya, manusia melanggar kuasa yang diberikan oleh Allah, antara lain:
merusak alam semesta.
31. Menghargai dan
mewujudkan kejujuran
Akibat ketidak jujuran:
1.
Hidup menjadi tidak tenang
2.
Dijauhkan oleh orang lain, teman, saudara dan keluarga
3.
Dibenci oleh orang lain, teman, saudara dan keluarga
Prilaku
jujur dalam kehidupan sehari-hari:
1.
Tidak menyontek
2.
Tidak berbohong
3.
Mengatakan apa yang sebenarnya
32. Bersahabat
dengan sesama yang beragama lain
1.
Nostra Aetate art 1 dan 2
Gereja
tidak menolak apapun yang benardan suci dalam agama-agama lain. Gereja
memandang bahwa cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran
yang memang berbeda dari apa yang diyakini Gereja, juga memancarkan sinar
kebenaran yang menerangi semua orang. Namun Gereja tidak henti mewartakan
Kristus yakni jalan kebenaran dan hidup (Yoh 14:6)
2.
Nostra Aetate art 2 Gereja Katolik
mengajak agama lain untuk berdialog dan bekerja sama menciptakan kehidupan yang
harmonis, rukun dan damai. Hidup bersama dengan agama dan kepercayaan lain
sangat menyenangkan dan membahagiakan.
Contoh
tindakan Gereja dalam upaya menciptakan persaudaraan sejati dengan agama lain
dengan tindakan yang disebut “Dialog Karya” seperti:
1.
Berdialog
2.
Membantu membangun rumah ibadat
3.
Mendirikan yayasan-yayasan yang bergerak
dalam kegiatan sosial
4.
Membantu mereka yang menderita tanpa
membedakan elompok, agama atau etnis tertentu.
Contoh
sikap yang menciptakan hubungan persaudaraan dengan agama dan kepercayaan lain
dalam hidup sehari-hari seperti:
1.
Tidak mempersoalkan atribut yang dipakai
oleh teman-teman yang berbeda agama
2.
Tidak mengucilkan penganut agama lain
dalam pergaulan
3.
Menggunakan istilah-istilah keagamaan
pada tempatnya
4.
Ikut teribat dalam menyiapkan pesta
agama lain
5.
Memberikan semangat kepada teman untuk
melakukan ibadahnya dll
33. Cita-cita
Upaya yang dilakukan
dalam memilih cita-cita:
1.
Perencanaan yang matang: sangat penting
agar tidak terjadi penyimpangan ditengah jalan
2.
Ketekunan dan ketabahan: diperlukan
karena dalam perjalanan menuju cita-cita banyak hambatan dan tantang yang tak
terduga
3.
Dukungan Finansial yang memadai: juga diperlukan
dalam usaha mencapai cita-cita
Faktor pendukung cita-cita:
1.
Rajin berdoa
2.
Kerja keras
3.
Belajar dengan rajin
4.
Membutuhkan dana ycukup
5.
Memiliki minat atau bakat sesuai dengan cita-cita
6.
Mau bekerja sama dan bekajar dengan orang lain
34. Sakramen
Perkawinan
Prinsip
atau sifat-sifat Perkawinan Kristiani adalah:
1.
Dibangun secara bebas atas dasar cinta
tanpa paksaan
2.
Bersifat Monogam tak terbagi (antara
satu istri untuk seorang suami dan satu suami untuk seorang istri)
3.
Terjadi antara seorang pria dan seorang perempuan (Heteroseksual)
4.
Utuh dan tidak terceraikan ( Apa yang
telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia)
Hakekat perkawinan sebagai Sakramen adalah:
Perkawinan
melambangkan hubungan antara Kristus dan GerejaNya ( Efesus 5: 22-23).
Hidup
dalam perkawinan melambangkan kasih Allah kepada manusia dan kasih Yesus kepada
GerejaNya. Melalui perkawinan, Allah hadir bagi mereka satu sama lain, bagi
anak-anak mereka dan juga bagi lingkungan.
Tujuan
Perkawinan Katolik adalah:
1.
Kesejahteraan suami istri sebagai
pasangan
2.
Keturunan atau kelahiran anak
3.
Pendidikan anak
4.
Kesejahteraan masyarakat
35. Sakramen imamat
Tugas
seorang imam adalah:
1.
Sebagai Pelayan liturgi
2.
Sebagai Pelayan
Sakramen: memimpin Ekaristi, memberkati perkawinan, membaptis, melayani
Sakramen tobat, melayani Sakramen minyak suci dan sakramentalia.
3.
Mengajar : imam
mengajar iman katolik kepada umat
4.
Menjalankanberbagai tugas
pastoral kategorial
;