18 Februari 2021

Materi Kelas VII: Yesus Sang Pendoa

 

Doa sering dimengerti sebagai:

  • Suatu sarana komunikasi antara manusia dan Allah yang seharusnya melibatkan peran kedua belah pihak, baik manusia maupun Allah sendiri.
  • Sarana untuk memohon sesuatu yang dalam praktek hidup sehari-hari, doa permohonan yang diajukan orang cenderung berharap Allah akan mendengarkan seluruh harapan manusia dan memahami segala kesulita/persoalan yang yang dihadapi manusia.

 

Padahal Doa yang benar adalah: Doa yang juga harus membiarkan Allah berbicara kepada manusia, dan lewat doa, seseorang diharapkan lebih mampu mendengarkan kebenaran hidup batin yang lebih mendalam. Untuk itu, kita dapat berdoa dan mengungkapkan hubungan kita dengan Allah dalam keheningan tanpa kata-kata.

Ungkapan doa juga dapat bermacam-macam dalam bentuk:

  • Ungkapan syukur
  • Ungkapan pujian
  • Ungkapan permohonan
  • Untuk mencari kekuatan atau peneguhan
  • Mengungkapkan keluhan dan isi hati dll

 

Dalam doa manusia dapat berbicara kepada Allah sebagai sahabat tanpa melupakan bahwa Allah harus dibiarkan untuk berbicara kepada manusia. Doa seharusnya juga tidak hanya terarah bagi diri kita pribadi, melainkan juga terarah pada sesama manusia. Dengan kata lain, relasi yang kita bangun dengan Allah seharusnya juga mendorong kita semakin membangun relasi yang baik dengan sesama.

Doa memang seharusnya mampu mengubah diri kita menjadi orang yang semakin baik, entah dalam kata-kata maupun dalam prilaku hidup kita sehari-hari bersama sesama. Melalui doa, manusia menghayati kehadiran Allah yang setia mendampingi dan hadir untuk membebaskannya.

 

Yesus adalah pribadi yang suka berdoa. Seluruh hidup dan karyaNya dihayati dalam kesatuan dengan BapaNya. Dengan kata lain, sebagai seorang pendoa, Yesus melihat hidupNya sendiri adalah suatu doa yang dipersembahkan kepada bapaNya (Luk 11:1-13)

Setiap saat yesus tidak lupa mencari tempat yang sunyi untuk berbicara dengan BapaNya setelah sepanjang hari melakukan kary-karyaNya ditengah sesama . Dalam doaNya, Yesus selalu menyerahkan suka dukaNya kepada BapaNya. Bagi Yesus bukan kehendakNya yang harus terjadi, melainkan kehendak BapaNya. Yesus mengajar kita untuk menyapa BapaNya dalam doa “Bapa Kami”. Dalam doa tersebut Yesus mengajarkan suatu doa yang penuh dengan sikap:

  • Penyerahan
  • Cinta Kasih
  • Keadilan
  • Pengampunan

 

Ora et Labora artinya Berdoa dan Bekerja, Ini diterjemahkan dari hidup Yesus sendiri.

Yesus yang bekerja adalah Yesus Sang pendoa, baik secara pribadi maupun bersama dengan orang lain dalam suatu ibadah.

 

Doa yang padat dan menjadi model segala doa yang diajarkan Yesus adalah “Doa Bapa Kami”.

Yesus selalu berdoa, lebih-lebih pada saat-saat penting. Kisah-kisah dalam Kitab Suci tentang Yesus Sang Pendoa antara lain dalam teks-teks Kitab Suci:

  • Yesus berdoa ketika Ia dimuliakan diatas gunung (Luk 9:28)
  • Yesus berdoa untuk Simon Petrus agar imannya tidak goyah (Luk 22:32)
  • Yesus berdoa semalaman saat akan memilih kedua belas RasulNya (Luk 9: 18-29)
  • Yesus sering pergi ketempat yang sepi, menyendiri untuk berdoa (Luk 5:16, Mrk 1:35, Mrk 16:46)
  • Yesus pergi keTaman Getsemani bersama muridNya dan berdoa (Luk 22:40-46)
  • Yesus berdoa setelah mengutus paramuridNya (Luk 10: 21)
  • Yesus berdoa ketika akan membangkitkan Lazarus (Yoh 11: 41-42)
  • Yesus berdoa ketika disalib (Luk 22:43, 23:43, dan Yoh 19: 26-27)

 

Dengan sikapNya ini, Yesus hendak menunjukkan beberapa hal dalam hidup beriman antara lain:

  1. Doa, menguduskan hari bagi Tuhan
  2. Doa, merefleksikan kerja dan hidup

 

Dari kedua aspek ini menjadi jelas bahwa maksud doa antara lain untuk:

  • Menyembah dan memuji Allah serta menyatakan cinta kita kepadaNya, Inilah Doa pujian (Maz 145:1-6)
  • Bersyukur kepada Allah atas segala sesuatu yang kita miliki, semua ini berasal dari Allah, Inilah Doa Syukur (Tes 5:18)
  • Memperoleh pengampunan dosa, Inilah Doa Penyerahan (Luk 18: 13)
  • Memohonkan rahmat dan berkat Allah bagi diri kita dan sesama, Inilah Doa Permohonan (Yoh 16:23)

 

 



 

 

 


 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...