Doa sering dimengerti sebagai:
- Suatu sarana komunikasi antara manusia
dan Allah yang seharusnya melibatkan peran kedua belah pihak, baik manusia
maupun Allah sendiri.
- Sarana untuk memohon sesuatu yang dalam
praktek hidup sehari-hari, doa permohonan yang diajukan orang cenderung
berharap Allah akan mendengarkan seluruh harapan manusia dan memahami
segala kesulita/persoalan yang yang dihadapi manusia.
Padahal Doa yang benar adalah: Doa yang juga
harus membiarkan Allah berbicara kepada manusia, dan lewat doa, seseorang
diharapkan lebih mampu mendengarkan kebenaran hidup batin yang lebih mendalam.
Untuk itu, kita dapat berdoa dan mengungkapkan hubungan kita dengan Allah dalam
keheningan tanpa kata-kata.
Ungkapan doa juga
dapat bermacam-macam dalam bentuk:
- Ungkapan syukur
- Ungkapan pujian
- Ungkapan permohonan
- Untuk mencari kekuatan atau peneguhan
- Mengungkapkan keluhan dan isi hati dll
Dalam doa manusia
dapat berbicara kepada Allah sebagai sahabat tanpa melupakan bahwa Allah harus
dibiarkan untuk berbicara kepada manusia. Doa seharusnya juga tidak hanya
terarah bagi diri kita pribadi, melainkan juga terarah pada sesama manusia.
Dengan kata lain, relasi yang kita bangun dengan Allah seharusnya juga
mendorong kita semakin membangun relasi yang baik dengan sesama.
Doa memang seharusnya
mampu mengubah diri kita menjadi orang yang semakin baik, entah dalam kata-kata
maupun dalam prilaku hidup kita sehari-hari bersama sesama. Melalui doa,
manusia menghayati kehadiran Allah yang setia mendampingi dan hadir untuk
membebaskannya.
Yesus adalah pribadi
yang suka berdoa. Seluruh hidup dan karyaNya dihayati dalam kesatuan dengan
BapaNya. Dengan kata lain, sebagai seorang pendoa, Yesus melihat hidupNya
sendiri adalah suatu doa yang dipersembahkan kepada bapaNya (Luk 11:1-13)
Setiap saat yesus
tidak lupa mencari tempat yang sunyi untuk berbicara dengan BapaNya setelah
sepanjang hari melakukan kary-karyaNya ditengah sesama . Dalam doaNya, Yesus selalu
menyerahkan suka dukaNya kepada BapaNya. Bagi Yesus bukan kehendakNya yang
harus terjadi, melainkan kehendak BapaNya. Yesus mengajar kita untuk menyapa
BapaNya dalam doa “Bapa Kami”. Dalam doa tersebut Yesus mengajarkan suatu doa
yang penuh dengan sikap:
- Penyerahan
- Cinta Kasih
- Keadilan
- Pengampunan
Ora
et Labora artinya
Berdoa dan Bekerja, Ini diterjemahkan dari hidup Yesus sendiri.
Yesus yang bekerja
adalah Yesus Sang pendoa, baik secara pribadi maupun bersama dengan orang lain
dalam suatu ibadah.
Doa yang padat dan
menjadi model segala doa yang diajarkan Yesus adalah “Doa Bapa Kami”.
Yesus selalu berdoa,
lebih-lebih pada saat-saat penting. Kisah-kisah dalam Kitab Suci tentang Yesus
Sang Pendoa antara lain dalam teks-teks Kitab Suci:
- Yesus berdoa ketika Ia dimuliakan diatas
gunung (Luk 9:28)
- Yesus berdoa untuk Simon Petrus agar
imannya tidak goyah (Luk 22:32)
- Yesus berdoa semalaman saat akan memilih
kedua belas RasulNya (Luk 9: 18-29)
- Yesus sering pergi ketempat yang sepi,
menyendiri untuk berdoa (Luk 5:16, Mrk 1:35, Mrk 16:46)
- Yesus pergi keTaman Getsemani bersama
muridNya dan berdoa (Luk 22:40-46)
- Yesus berdoa setelah mengutus
paramuridNya (Luk 10: 21)
- Yesus berdoa ketika akan membangkitkan
Lazarus (Yoh 11: 41-42)
- Yesus berdoa ketika disalib (Luk 22:43,
23:43, dan Yoh 19: 26-27)
Dengan sikapNya ini,
Yesus hendak menunjukkan beberapa hal dalam hidup beriman antara lain:
- Doa,
menguduskan hari bagi Tuhan
- Doa,
merefleksikan kerja dan hidup
Dari kedua aspek ini
menjadi jelas bahwa maksud doa antara lain untuk:
- Menyembah dan memuji Allah serta
menyatakan cinta kita kepadaNya, Inilah Doa pujian (Maz 145:1-6)
- Bersyukur kepada Allah atas segala
sesuatu yang kita miliki, semua ini berasal dari Allah, Inilah Doa Syukur
(Tes 5:18)
- Memperoleh pengampunan dosa, Inilah Doa
Penyerahan (Luk 18: 13)
- Memohonkan rahmat dan berkat Allah bagi
diri kita dan sesama, Inilah Doa Permohonan (Yoh 16:23)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar