11 April 2021

MATERI KELAS VIII: SAKRAMEN BAPTIS

Gereja adalah: Persekutuan oramg-orang beriman kepada Yesus Kristus.

Sebagai Persekutuan, Gereja mempunyai persyaratan bagi setiap orang yang ingin bergabung menjadi anggotaNya.

Syarat utamanya ialah: seseorang harus sungguh-sungguh beriman kepada Yesus Kristus  sebagai Juru Selamat.

Beriman tidak hanya percaya, tetapi sekaligus menyerahkan diri dan mau dibentuk hidupnya sesuai dengan nilai-nilai Kerajaam Allah yang diwartakan oleh Yesus Kristus, serta bersama dengan semua orang mau mewartakan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah itu dalam kehidupan bersama ditengah masyarakat.

Bila persyaratan tersebut sudah dipenuhi, maka penerimaan menjadi anggota Gereja dinyatakan dalam Upacara Sakramen Baptis.

Dalam Gereja Katolik, seluruh proses penerimaan menjadi anggota Gereja disebut “Inisiasi”

Inisiasi berasal dari Bahasa Latin yaitu:

In-ire   : masuk ke dalam

Initiare : memasukkan ke dalam

Jadi Inisiasi berarti:

  • Memasukkan seseorang dalam jemaah
  • Menjadikan seseorang Anggota Gereja
  • Proses memasukkan seseorang secara sah ke dalam kelompok

Upacara Inisiasi Kristen dilaksanakan dalam 4 Masa dan 3 Tahap yaitu:

  • Masa Prakatekumenat: Masa pemurnian motivasi calon baptis, diakhiri dengan Tahap IUpacara Pelantikkan menjadi Katekumen (calon Baptis)
  • Masa Katekumenat:Masa pengajaran dan pembinaan iman serta latihan hidup dalam jemaat, diakhiri dengan Tahap II:  Upacara Pengukuhan Katekumenat.
  • Masa Persiapan Akhir: Masa khusus untuk mempersiapkan diri menerima sakramen-sakramen inisiasi, diakhiri dengan Tahap III: Upacara penerimaan Sakramen-sakramen Inisiasi.
  • Masa Mistagogi: Masa pembinaan lanjutan setelah seseorang menerima sakramen inisiasi

Penerimaan Sakramen dalam Inisiasi Kristen meliputi  3 Sakramen yaitu: Baptis, Krisma dan Ekaristi. Yang pertama-tama adalah Sakramen Baptis, kemudian disusul dengan penerimaan Sakramen yang lain. Bila orang yang diinisiasikan masih bayi, maka penerimaan Sakramen Krisma dan Ekaristi ditunda sampai anak tersebut dianggap pantas untuk menerimanya.

Melalui Upacara Sakramen Baptis, seseorang dilahirkan kembali dari air dan Roh artinya: orang itu memperoleh air kehidupan dan Roh kehidupan.

Buah atau rahmat Pembaptisan adalah:

  • Mendapat pengampunan dari segala dosa
  • Menjadi “ciptaan baru”
  • Memperoleh rahmat pembenaran atau pengudusan
  • Digabungkan menjadi anggota Gereja
  • Dimeteraikan secara kekal dengan satu meterai rohani yang tak dapat dihapuskan.

Tindakan-tindakan simbolisma dalam Baptis adalah:

  • Pencurahan air: pembersihan dari dosa
  • Penenggelaman dalam air: orang dikubur bersama Kristus, hidup lama ditinggalkan
  • Keluar dari air: kelahiran kembali, bangkit bersama Kristus
  • Nama baru/Nama Baptis: kehidupan baru
  • Penandaan dengan salib: pengakuan iman akan Bapa, Putra dan Roh Kudus
  • Pakaian putih: mengenakan Kristus, kemurniaan jiwa
  • Lilin Baptis: menjadi tanda terang Kristus

 Syarat-syarat Baptis:

1.     Dari segi Upacara

·  Demi sahnya: air dituangkan(umumnya diatas kepala) atau orang “ditenggelamkan” kedalam air, dengan kata-kata: “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus”

·  Demi layaknya: mengikuti seluruh upacara seperti dalam buku Liturgi. Bila keadaan darurat (baptis darurat) upacara dapat dipersingkat samapai batas unsur-unsur demi sahnya

2.     Dari segi Pelayan

·  Demi sahnya: setiap orang dapat memberikan baptisan, asalkan mempunyai maksud seperti yang dimaksud Gereja.

·      Demi layaknya: umumnya adalah Uskup. Imam, Diakon Tertahbis. Kalau mereka berhalanga, biasanya adalah orang yang ditugaskan pejabat Gereja. Tetapi bila dalam keadaan darurat bisa siapa saja.

3.     Dari segi si Penerima

·         Demi sahnya: Belum pernah dibaptis

·           Dapat menggunakan akal budinya: “mau dibaptis”

·         Demi layaknya

Untuk orang Dewasa:

o    Sudah menyelesaikan katekumenat

o    Tahu pewartaan pokok (ttg Trinitas, karya penyelamatan kristus, dll)

o    Tobat (menyesali dosa-dosanya dan mau hidup sebagai orang beriman

o   Beriman Kristen (menerima pewartan Kristen sebagai kebenaran Allah, tidak hanya tahu tapi menjadi keyakinannya sendiri)

 Untuk anak yang belum bisa menggunakan akal budinya

·      Ada persetujuan dari orang tua/wali (paling tidak satu dari mereka) kecuali dalam situasi bahaya maut

·      Terjamin (secukupnya) pendidikan katolik untuk anak tsb. 

 Untuk anak yang sudah dapat menggunakan akal budinya

·       Semua syarat harus dipenuhi (untuk dewasa dan untuk anak spt tertulis diatas) dan disesuaikan dengan tahap perkembangan si anak tsb

4.     Dari segi Administrasi Gereja

·   Administrasai gerejani harus beres sesuai denga tuntuta Gereja setempat (umumnya hampir sama disemua Paroki) sebelum baptisan, atau dalam situasi darurat setelah baptisan.

 Arti Sakramen Permandian:

 Sakramen Permandian disebut juga sebagai “Kelahiran Baru dari air dan Roh” (Yoh 3:5).

 Akibat dari Permandian:

Dengan dibaptis/dipermandikan eseorang :

·         Diberihkan dari dosa

·         Menjadi putra-putri Allah

·         Menjadi murid Kristus

·         Menjadi Anggota Gereja

·         Dikuburkan bersama Kristus dan bangkit kembali bersama Kristus (Rom 6:3-4)

Langkah-langkah proses seseorang dapat dibaptis

·            Mendengarkan firman/sabda Allah

·            Percaya

·            Bertobat

·            Memberikan diri dibaptis

 Baptisan Anak-anak:

·            Baptisan anak-anak disebut juga baptisan tidur

·            Seorang anak yang dibaptis pada usia bayi/usia dini, iman yang diungkapkannya adalah iman orang tuanya, karena anak-anak pada saat itu belum bisa menyatakan/mengungkapkan imannya sendiri 

Alasan orang tua membaptis anak-anaknya pada usia dini/bayi adalah:

·           Mereka ingin mewariskan imannya kepada anak-anaknya

·           Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan dan mendidika anak-anaknya dalam lingkungan Kristen sedini mungkin

·           Gereja sudah mempunyai tradisi baptisan anak-anak sejak dulu

Jika seseorang ingin dibaptis, maka ia harus mempunyai Wali baptis yang disebut juga Bapak/Ibu Permandian atau Bapak/ Ibu Serani

Wali Baptis adalah: orang yang menjamin seseorang agar dapat dibaptis dan juga menjamin orang yang sudah dibaptis itu agar imannya berkembang menjadi orang Kristen yang dewasa.

Tugas Bapak/Ibu Permandian

·            Menjadi saksi terhadap seseorang yang dibaptis

·            Menjadi penanggung jawab perkembangan iman orang yang dibaptis itu, sampai ia menjadi orang Kristen yang dewaa dalam iman.

Orang tua dan wali baptis memang menjadi penanggung jawab iman anak-anaknya, namun bila anak-ank tersebut sudah dewasa, maka perkenbangan imannya menjadi tanggung jwabnya sendiri.

Pedoman bagi orang tua katolik untuk membaptis anak-anaknya sejak kecil, terdapat dalam Kitab Hukum Gereja atau Kitab Hukun Kanonik (KHK) yaitu KHK Nomor:

·       851 (2): tentang kewajiban dan tugas dari wali baptis, orang tua dan pastor

·       855      : tentang Nama Baptis

·      867 (1): tentang kewajiban orang tua mengusahakan membaptis anaknya secepatnya

·       868 (1): tentang syarat yang harus dipenuhi orang tua untuk membaptis anaknya

 Garis Besar urutan Upcara Baptisan/ Permandian orang dewasa terdiri dari:

·   Pemberkatan air baptis/air permandian, doa-doa dipanjatkan yang berisi permohonan kepada Allah dan peringatan akan karya penyelamatan Allah.

·       Penolakan setan dan pengakuan iman calon baptis

·  Dilaksanakan permandian dalam nama Allah tritunggal, rumusan kalimat yang diucapkan: “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus” (Matius 28:18-20)

·      Dilengkapi dengan pengurapan minyak Krisma yang melambangkan martabat orang beriman selaku Imam, Raja dan Nabi dalam rumah Allah

·       Penyerahan kain putih dan lilin baptis yang bernyala

Pada umumnya hanya seorang uskup, imam dan diakon tertahbis yang dapat membaptis seseorang menjadi katolik, Tetapi dalam keadaan darurat, siapapun dapat dan wajib melakukannya.

 Ada 3 bentuk pembaptisan yaitu:

·       dengan air

·       dengan darah (martir)

·      dengan kerinduan (seseorang yang rindu menerima baptisan, tetapi meninggal dunia sebelum sempat menerimanya)

Air Baptis biasanya diberkati pada Malam Paskah, yaitu malam sebelum Minggu Paskah

Katekumen adalah: Calon Baptis

Katekis adalah: Guru Agama Katolik atau Pengajar calon Baptis

Katekumenat adalah: Masa atau waktu yang dibutuhkan seorang calon baptis untuk mem-Persiapkan dirinya sebelum dibaptis dengan mempelajari pokok-pokok iman  dan ajaran katolik

Katekismus adalah: Buku yang berisi pokok-pokok ajaran atau iman Katolik yang biasanya digunakan seorang calon baptis dalam mempersiapkan diri sebelum  dibaptis.

 

  


 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...