31 Maret 2022

MATERI AGAMA KELAS VIII: BAB 1 PRIBADI YESUS KRISTUS

 

BAB I

PRIBADI YESUS KRISTUS

 

Kebersamaan para murid selama lebih kurang tiga tahun hidup bersama Yesus, seakan-akan mereka telah mengenal Yesus secara mendalam tentang pribadi Yesus.

Peristiwa penyaliban di bukit Golgota yang diawali dengan penghianatan Yudas Iskariot salah satu muridNya, ternyata telah menggoyahkan iman mereka. Bahkan Petrus yang ditetapkan oleh Yesus sebagai pemimpin Para Rasul pun tega menyangkal Yesus guruNya.

 

Mereka atau Para Rasul rupanya kurang percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dan dinubuatkan oleh para nabi sejak lama. Bahkan setelah Yesus bangkitpun mereka belum mampu menghayati siapa sebenarnya Yesus.

 

Oleh karena itu ada beberapa ungkapan yang menjelaskan siapa sebenarnya Yesus spt terungkap dalam Injil Lukas 24:25-27, yaitu:

  • “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatan para nabi !”
  • “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaanNya ?”
  • “Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Nabi, mualai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi”

Baru setelah beberapa kali penampakan Yesus, iman mereka para rasul tumbuh kembali. Mereka sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus yang pernah hidup bersama mereka adalah Mesias yang telah dijanjikan Allah dan mereka percaya Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia.

 

  1. YESUS PEMENUHAN JANJI ALLAH

Dalam hidup bersama, manusia mengenal istilah Janji.

Ada berbagai macam bentuk janji antara lain:

  • Janji yang muncul karena kemauan sendiri
  • Janji yang muncul karena kemauan kedua belah pihak (kesepakatan)
  • Janji karena orang lain
  • Janji yang diungkapkan bersama-sama
  • Janji lisan dan janji yang tertulis

Alasan yang mendorong orang membuat janji juga bermacam-macam, misalnya karena:

  • Ingin membahagiakan orang lain
  • Rasa simpati dan empati Cinta dan belas kasihan
  • Rasa tanggung jawab
  • Ingin memperbaiki keadaan yang memprihatinkan
  • Mewujudkan cita-cita atau suatu keinginan
  • Ingin meyakinkan orang
  •  Ingin membuat suatu kesepakatan
  • Ingin memotivasi diri sendiri dll 

Janji dan memenuhi janji merupakan suatu kebajikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Orang yang berusaha memenuhi janjinya adalah orang yang setia kepada janjinya, tidak semua manusia setia pada janjinya. Ada banyak kendala dan masalah yang harus dihadapi dalam memenuhi suatu janji dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan.

Allah setia pada janjinya, ”Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan mengenapinya” ( 1 Tes 5:24) 

Janji yang telah diungkapkan atau diteguhkan baik dihadapan diri sendiri, dihadapan orang lain atau dituliskan dalam surat perjanjian, membawa konsekuensi bagi orang yang berjanji dan bagi orang yang mengetahuinya. Oleh karena itu, janji harus ditepati dan dijalankan dengan setia.

Janji yang ditepati akan mendatangkan:

  • Kebahagiaan dan rasa syukur
  • Memperbesar kepercayaan
  • Menumbuhkan ikatan persaudaraan yang lebih erat dll 

Sebaliknya pengingkaran terhadap janji akan mendatangkan kekecewaan baik bagi diri sendiri maupun orang lain karena orang yang berjanji tersebut tidak setia menjalankan janjinya.

Orang yang membuat janji diharapkan dapat setia untuk melaksanakan janjinya itu. Untuk mewujudkan sebuah janji memang dibutuhkan suatu perjuangan, dan janji yang terwujud akan membahgiakan diri orang yang berjanji & orang lain.

Allah telah merencanakan keselamatan bagi manusia sejak semula yaitu sejak manusia pertama jatuh kedalam dosa. Dosa manusia disebabkan oleh kesombongan manusia.

Allah mengadakan perjanjian dengan:

  • Nuh ( Kejadian 9: 8-17)
  • Abraham (Kej 14: 18-20, 15:1-21, 17:1-27, 18:1-15)
  • Musa ( Kel 3: 6-7)
  • Nabi Yesaya ( Yes 7:4)
  • dan Nabi-Nabi lain 

Allah juga pernah mengungkapkan janjiNya kepada manusia antara lain:

  • Kejadian 3:1-15:
  1. Janji Allah itu muncul karena keprihatinan Allah terhadap situasi dosa yang melanda manusia
  2.  Hubungan manusia dengan sesame, lingkungan dan dengan Allah yang mulanya sangat harmonis ditaman Firdaus menjadi rusak setelah manusia “memakan buah terlarang”
  3. Melihat situasi ini, Allah sungguh sedih dan prihatin. Namun Allah tidak ingin bila manusia terbelenggu oleh dosa, oleh karena itu Ia mengungkapkan janjiNya untuk menyelamatkan manusia (ay 15)
  • Yesaya 7: 1-14:
  1. Janji Allah itu kemudian diungkapkan kembali oleh Para Nabi antara lain Nabi Yesaya
  2.  Yesaya bernubuat: “sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakn Ia Immanuel” (ay14)
  3.  Allah setia terhadap janjiNya, Ia menginginkan agar manusia benar-benar selamat.
  • Ibrani 1:1-4:
  1. Janji Allah terwujud/digenapi dalam pribadi PutraNya, yakni Yesus Kristus yang berkarya, wafat dan bangkit demi menebus dosa manusia.
  2. Dari pihak Allah , Allah telah menggenapi janjiNya, kini bagaimana dengan manusia?
  3.  Terhadap kebaikan Allah itu, hendaknya manusia menghayati hidup yang baru. Hidup lama yang penuh dengan dosa dan pelanggaran hendaknya ditinggalkan, diganti dengan hidup sesuai kehendak Allah, karena manusia telah diselamatkan dari dosa-dosanya.
  • Matius 21:33-46
  1. Yesus sendiripun sudah mewartakan bahwa diriNyalah pemenuhan Janji Allah lewat perumpamaan tentang para “Panggarap Kebun Anggur”
  2. Dalam perumpamaan tsb, Para Nabi utusan allah digambarkan sebagai orang-orang kepercayaan Allah untuk meminta pertanggung jawaban Para Penggarap Kebun anggur, namun mereka semua dibinasakan.
  3.  Akhirnya diutuslah PutraNya itu, tetapi bukannya disegani melainkan dibunuh juga.
  4.  Perumpamaan itu sebenarnya merupakan gambaran sikap hidup & sejarah hidup bangsa manusia yang diwakili oleh Bangsa Israel, suatu Bangsa yang suka memasukkan diri dalam suasana dilematis. Disatu pihak ingin selamat, tapi dilain pihak bila keselamatan itu ditawarkan dengan syarat-syarat tertentu, mereka selalu memalingkan muka
  5. Hal itupun tampak ketika syarat itu disertai contoh pemenuhannya dalam seluruk kehidupan Yesus sendiri.

 Yesus adalah pemenuhan Janji Allah, hal itu semakin tampak dalam percakapanNya dengan Filipus yang ingin melihat Bapa.

Yesus menegaskan bahwa “barang siapa melihat Aku melihat Bapa”. Sampai akhirnya Yesus menegaskan “Kalau kamu tidak percaya pada-Ku, sekurang-kurangnya percayalah bahwa apa yang Kukatakan kepadamu ini benar adanya” 

Sebagai kesimpulan tentang pelajaran Yesus Kristus Pemenuhan Janji Allah, kita diajak untuk:

  1.  Memahami bahwa Allah pernah berjanji untuk menyelamatkan manusia
  2.  Allah menggenapi janjiNya itu dengan mengutus PutraNya yaitu Yesus Kristus
  3.  Allah menghendaki agar manusia menghayati hidup baru karena telah diselamatkan.
  4. Sampai sekarang kitapun masih menikmati janji Allah dalam diri Yesus yang menjadi semangat dan kekuatan hidup yang baru
  5.  Meskipun manusia sering bertindak mengikuti kehendaknya sendiri, allah tetap setia dengan janjiNya.
  6. Berkali-kali manusia mengingikari sebagi ciptaan dan menjauh dari Allah, jatuh dalam dosa, menderita dan hubungannya dengan sesama dan Allah terputus, dengan kebesaran kasihNya Allah mengundang manusia untuk kembali kepadaNya, karena tidak ingin melihat hidup manusia dalam kehancuran. 
  1. KEMANUSIAAN DAN KEALLAHAN YESUS 

Karena besar kasihNya, Allah telah menciptakan manusia sebagai “Citra Allah”.

Hal tersebut menegaskan bahwa dalam diri manusia terkandung 2 dimensi yaitu : Dimensi Kemanusiaan dan Dimensi KeAllahan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, melainkan merupakan satu kesatuan  utuh.

Dimensi manusia maksudnya adalah: ciri-ciri yang menunjukan keterikatan manusia pada situasi didunia ini. 

Ciri Dimensi kemanusiaan manusia tampak tampak dalam hal:

  1.   Lahir, hidup, bertumbuh dan berkembang
  2.   Manusia memakai Pancaindera dan akalnya untuk berfikir
  3.   Memiliki tubuh, rasa lapar dan rasa sakit, lelah, takut dll
  4.   Memiliki kemampuan untuk berfikir dan dapat menghayati berbagai perasaan spt: rasa gembira,    rasa sedih, kecewa, bingung, bimbang & ragu, cemburu dll)
  5.  Manusia serba terbatas, kurang sempurna dalam hal sifat, sikap, kepandaian dan tingkah laku     (karena itu manusia membutuhkan bantuan, kerja sama dan saling mendukung)
  6.  Mengalami kematian 

Dimensi keilahian dalam diri manusia ditandai dengan harapan, atau keinginan akan kesempurnaan dan ketakterbatasan

Dalam diri manusia juga mengandung dimensi keallahan (= manusia dapat memancarkan keIlahiaan )sehingga manusia dapat:

  •  Mengasihi sesama
  •  Dapat berdoa
  •   Dapat mengampuni dll 

Tetapi karena dibatasi kemanusiaannya, manusia tidak dapat sepenuhnya memancarkan dan menghadirkan Allah.

Kesempurnaan dan ketakterbatasan hanya milik Allah. Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Sifat-sifat Allah merupakan sumber dan rujukan sifat manusia, misalnya:  

  • Manusia baik, tetapi kebaikan manusia terbatas. Allah itu Mahabaik artinya kabaikan Allah menjadi sumber dan rujukan kabaikan manusia.
  • Manusia bisa mencintai, tetapi cinta manusia terbatas, Allah adalah cinta yang sempurna
  • Kata “Maha” dipakai pada sifat Allah agar dibedakan dari sifat manusia yang serba terbatas. 

Kedua dimensi tersebut perlu dipahami dengan baik, karena karya penyalamatan Allah sendiri menggunakan keduanya, sehingga penyelamatan Allah bisa dirasakan manusia secara sempurna. Hal tersebut dilaksanakan Allah dengan menjelma dalam manusia Yesus. Maka dalam diri Yesus tampakklah secara sempurna bahwa Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah. 

Sebagai Manusia, Yesus mengalami hal-hal yang dialami manusia pada umumnya (Ciri dimensi kemanusiaan Yesus) sseperti:

  1. Yesus dilahirkan oleh seorang ibu yaitu Bunda Maria (Mat 1:18-25, Luk 2:1-7))
  2. Ia lahir ditempat yang dapat dikunjungi manusia yaitu Betlehem ( Mat 2:3-6)
  3. Bapak dan IbuNya mengikuti sensus penduduk yang diadakan negrinya saat itu.
  4. Punya nenek moyang ( Lukas 3: 23-28, Mat 1:1-17)
  5. Dapat marah ( Lukas 19:45, Mat 21:12-13, Mrk 11:15-18, Yos 2:13-16)
  6. Dapat mengalami rasa takut (Lukas 22:42-44, Mat 26:36-46, Mrk 14:32-42)
  7. Dapat merasa sedih dan letih, sehingga Ia mengasingkan diri Matius14:12-14, Mrk 6:30-44, Luk 9:10-17, Yoh 6:1-13) 

Allah melaksanakan Karya PenyelamatanNya dengan menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus karena Allah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus karena:

  1. Yesus terbuka dan ingin solider dengan kehidupan manusia
  2. Yesus ingin mengalami suka duka yang dirasakan oleh manusia dengan mau turun kebumi
  3. Yesus ingin bergaul dengan manusia dan mewartakan keselamatan bagi manusia
  4. Yesus mau menyapa manusia secara pribadi dan akrab denagn cara menjelma menjadi manusia biasa
  5. Yesus mau sederajat dengan manusia dan melalui cara itu Ia ingin memberikan kedamaian serta keselamatan bagi manusia 

Bukti yang menunjukkan bahwa Yesus sungguh Allah (ciri dimensi keAllahan Yesus) adalah:

  1. Saat Yesus lahir, serombongan bala tentara Surga hadir dan menyanyikan pujian bagi Yesus Sang Putra Allah ( Lukas 2: 8-20)
  2. Yesus memiliki kuasa KeIlahian saat Ia melakukan penggandaan roti (Yoh 6:15, Mat 14:13-21, Mrk 6:32-44, Luk 9:10-17)
  3.  Yesus membangkitkan Lazarus (Yoh 11: 1-44)
  4. Yesus Menyembuhkan orang buta (Matius 20:29-34, Mrk10:46-52, Luk18:35-43)
  5. Peristiwa saat Ia bangkit mengatasi alam maut (Matius 28:1-10, Mrk 16:1-8, Luk 24:1-12, Yoh 20:1-10)
  6. Saat Yesus naik ke Surga (Luk 24: 50-53) 

Dalam Kitab Suci, dengan jelas dikatakan bahwa Yesus adalah Allah spt yg terungkap dalam:

  1. Yoh 1: 1: “ Pada mulanya adalah firman, firman itu bersama-sama dengan Allah Dan firman itu adalah Allah”
  2.  Yoh 20: 28: “Thomas menjawab Dia “Ya Tuhanku dan Allahku”
  3. Titus 2: 13: “ … Pengharapan kita yang penuh bahagia dabn pernyataan kemuliaan Allah yang Maha Besar dan Juru Selamat kita Yesus Kristus”
  4. 2 Pet 1:1: “oleh karena Keadilan Allah dan Juru Selamat kita Yesus Kristus”
  5. 1 Yoh 5: 20: “ …, Anak-anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita supaya kita mengenal yang benar dan kita ada didalam yang benar, di dalam Anak-anak Yesus Kristus, Dia adalah Allah yang benar dan Allah yang kekal” 

Walaupaun Yesus adalah Allah, Ia tidak sama denagn Allah Bapa, seperti yang disabdakan Nya dalam Yoh 14:28 : “ … sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan bersuka cita karena Aku pergi kepada BapaKu sebab BapaKu lebih besar daripada Aku” 

KeAllahan Yesus juga dirumuskan dalam “Syahadat Panjang” dengan kata-kata:

Aku percaya akan satu Tuhan Yesus Kristus Putra Allah yang tunggal, dilahirkan dari Bapa, sebelum segala abad, terang dari terang, Allah benar dari Allah benar, Ia dilahirkan bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa, segala sesuatu dijadikan olehNya, yang turun dari Surga, untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari Perawan Maria” 

Yesus juga memakai gelar Anak Manusia untuk diriNya sendiri seperti yang terdapat dalam:

  1.   Matius 8: 20 :  “ …Anak Manusia tidak mempunyai tempay untuk meletakkan kepalaNya”
  2.  Matius 9: 6 : “… bahwa didunia ini Anak Manusia mempunyai berkuasa untuk mengampuni dosa”.
  3. Matius 11: 19 :  “ …kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum lalu berkata ….”
  4. Matius 10: 23 : “ … sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang”
  5. Matius 16: 13 : “… Ia bertanya kepada murid-muridNya :” kata orang siapakah Anak Manusia itu ?”
  6. Markus 8: 38: “ …Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam Kemuliaan BapaNya”
  7. Lukas 9: 10 : “ … Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”

 Makna Yesus sungguh Manusia dan sungguh Allah bagi hidup kita

Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia berarti Allah menjelma menjadi manusia. Allah yang mengambil kodrat manusia seperti kita kecuali dalam hal dosa, ingin menunjukkan pada kita bahwa :

  1. Allah itu pengasih
  2. Dia mau turun kebumi merasakan suka duka yang dialami manusia dan bergaul dengan manusia
  3. Dia terbuka dan solider dengan kehidupan manusia
  4. Dia menyapa manusia secara pribadi dan akrab dengan manusia, dengan demikian pewartaan karya keselamatan dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh manusia.

Dengan memahami Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah, kita dipanggil untuk meneladani CintaNya. Walaupun Ia Allah, Ia tidak meninggikan diriNya, tetapi Ia mau turun ke bumi unyuk menyelamatkan kita manusia. Kita patut bersyukur kepadNya karena Allah sungguh baik. Ia sungguh mengasihi kita dan tidak membiarkan kita binasa karena dosa. Allah yang dulu dipandang jauh dan tinggi, sekarang menjadi dekat dan hidup diantara kita. 

Kita harus optimis dengan fakta atau kenyataan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia dengan :

  1. Kita dapat dipersatukan dengan Allah, sebab yang mempersatukan kita dengan Allah adalah Allah sendiri yang menyelami kodrat kemanusiaan kita.
  2. Yesus yang telah menjalani lapar dan haus, sehat dan sakit, suka duka dan derita kehidupan manusia berkenan mengajak kita bersatu dengan Allah Bapa dalam KebangkitanNya.
  3. Kalau Yesus tidak sungguh manusia, berarti Ia tidak sungguh menyelami kemanusiaan manusia yang berarti juga tidak seluruh kemanusiaan kita dipersatukan dengan Allah sumber keselamatan
  4. Bila Yesus tidak sungguh Allah, berarti Ia tidak sungguh menyelamatkan kerena tidak ada jaminan kesatuan kita manusia dengan Allah. 

Manusia harus mencontoh hidup Yesus. Manusia harus memperhatikan keseimbangan antara dimensi kemanusiaan dan keilahian dalam dirinya. Misalnya manusia tidak hanya berdoa saja, tetapi juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya. Demikian juga sebaliknya manusia tidak hanya bekerja untuk memenuhu kebutuhan jasmaninya, tetapi juga harus mencari kehendak Allah dalam hidupnya.

 

 


 

 

 

 

 

 

MATERI KELAS VII: BAB 4 MENELADANI KARAKTER DAN SIKAP YESUS

 

BAB 4

MENELADANI KARAKTER DAN SIKAP YESUS 

Dalam hidup, kita seringkali membutuhkan seseorang yang dapat dijadikam model untuk memeperkembangkan diri. Tidak mudah memenukan seseorang untuk dijadikan model. Bagi orang Katolik, model yang patut diteladani adalah Pribadi Yesus Kristus. Meneladani Yesus tidak hanya berarti mengetahui apa yang dilakukan Yesus, tetapi terutama adalah kesediaan dan keberanian melakukan hal yang sama. Itulah yang secara tegas diinginkan Yesus.

Dibawah ini adalah beberapa sikap dan sifat Yesus yang dapat menjadi teladan dalam mengembangkan diri yaitu: 

A.   YESUS SANG PENDOA

Doa sering dimengerti sebagai:

  • Suatu sarana komunikasi antara manusia dan Allah yang seharusnya melibatkan peran kedua belah pihak, baik manusia maupun Allah sendiri.
  • Sarana untuk memohon sesuatu yang dalam praktek hidup sehari-hari, doa permohonan yang diajukan orang cenderung berharap Allah akan mendengarkan seluruh harapan manusia dan memahami segala kesulita/persoalan yang yang dihadapi manusia. 

Padahal Doa yang benar adalah: Doa yang juga harus membiarkan Allah berbicara kepada manusia, dan lewat doa, seseorang diharapkan lebih mampu mendengarkan kebenaran hidup batin yang lebih mendalam. Untuk itu, kita dapat berdoa dan mengungkapkan hubungan kita dengan Allah dalam keheningan tanpa kata-kata.

Ungkapan doa juga dapat bermacam-macam dalam bentuk:

  • Ungkapan syukur
  • Ungkapan pujian
  • Ungkapan permohonan
  • Untuk mencari kekuatan atau peneguhan
  • Mengungkapkan keluhan dan isi hati dll 

Dalam doa manusia dapat berbicara kepada Allah sebagai sahabat tanpa melupakan bahwa Allah harus dibiarkan untuk berbicara kepada manusia. Doa seharusnya juga tidak hanya terarah bagi diri kita pribadi, melainkan juga terarah pada sesama manusia. Dengan kata lain, relasi yang kita bangun dengan Allah seharusnya juga mendorong kita semakin membangun relasi yang baik dengan sesama.

Doa memang seharusnya mampu mengubah diri kita menjadi orang yang semakin baik, entah dalam kata-kata maupun dalam prilaku hidup kita sehari-hari bersama sesama. Melalui doa, manusia menghayati kehadiran Allah yang setia mendampingi dan hadir untuk membebaskannya. 

Yesus adalah pribadi yang suka berdoa. Seluruh hidup dan karyaNya dihayati dalam kesatuan dengan BapaNya. Dengan kata lain, sebagai seorang pendoa, Yesus melihat hidupNya sendiri adalah suatu doa yang dipersembahkan kepada bapaNya (Luk 11:1-13)

Setiap saat yesus tidak lupa mencari tempat yang sunyi untuk berbicara dengan BapaNya setelah sepanjang hari melakukan kary-karyaNya ditengah sesama . Dalam doaNya, Yesus selalu menyerahkan suka dukaNya kepada BapaNya. Bagi Yesus bukan kehendakNya yang harus terjadi, melainkan kehendak BapaNya. Yesus mengajar kita untuk menyapa BapaNya dalam doa “Bapa Kami”. Dalam doa tersebut Yesus mengajarkan suatu doa yang penuh dengan sikap:

  • Penyerahan
  • Cinta Kasih
  • Keadilan
  • Pengampunan 

Ora et Labora artinya Berdoa dan Bekerja, Ini diterjemahkan dari hidup Yesus sendiri.

Yesus yang bekerja adalah Yesus Sang pendoa, baik secara pribadi maupun bersama dengan orang lain dalam suatu ibadah. 

Doa yang padat dan menjadi model segala doa yang diajarkan Yesus adalah “Doa Bapa Kami”.

Yesus selalu berdoa, lebih-lebih pada saat-saat penting. Kisah-kisah dalam Kitab Suci tentang Yesus Sang Pendoa antara lain dalam teks-teks Kitab Suci:

  • Yesus berdoa ketika Ia dimuliakan diatas gunung (Luk 9:28)
  • Yesus berdoa untuk Simon Petrus agar imannya tidak goyah (Luk 22:32)
  • Yesus berdoa semalaman saat akan memilih kedua belas RasulNya (Luk 9: 18-29)
  • Yesus sering pergi ketempat yang sepi, menyendiri untuk berdoa (Luk 5:16, Mrk 1:35, Mrk 16:46)
  • Yesus pergi keTaman Getsemani bersama muridNya dan berdoa (Luk 22:40-46)
  • Yesus berdoa setelah mengutus paramuridNya (Luk 10: 21)
  • Yesus berdoa ketika akan membangkitkan Lazarus (Yoh 11: 41-42)
  • Yesus berdoa ketika disalib (Luk 22:43, 23:43, dan Yoh 19: 26-27) 

Dengan sikapNya ini, Yesus hendak menunjukkan beberapa hal dalam hidup beriman antara lain:

  1. Doa, menguduskan hari bagi Tuhan
  2. Doa, merefleksikan kerja dan hidup 

Dari kedua aspek ini menjadi jelas bahwa maksud doa antara lain untuk:

  • Menyembah dan memuji Allah serta menyatakan cinta kita kepadaNya, Inilah Doa pujian (Maz 145:1-6)
  • Bersyukur kepada Allah atas segala sesuatu yang kita miliki, semua ini berasal dari Allah, Inilah Doa Syukur (Tes 5:18)
  • Memperoleh pengampunan dosa, Inilah Doa Penyerahan (Luk 18: 13)
  • Memohonkan rahmat dan berkat Allah bagi diri kita dan sesama, Inilah Doa Permohonan (Yoh 16:23)

 

B.   YESUS YANG BERBELAS KASIH 

Belas artinya             : Perasaan iba atau sedih melihat orang alin menderita

Kasihan artinya          : Rasa iba hati atau rasa belas kasih

Belas Kasih artinya   : Sikap dasar manusia yang tergerak hatinya karena rasa kasihan  atau perasaan iba untuk membantu dan menolong sesama, baik yang menderita atau yang membutuhkan bantuan kita. 

Sikap belas kasih adalah: sikap belarasa, merasakan penderitaan orang lain sebagai penderitaan dirinya. 

Belas kasih bukan terutama menyangkut besar kecilnya bantuan yang dapat diberikan. Bantuan yang besar tentu saja baik, tetapi hal yang terpenting dalam sikap belas kasih adalah sikap belarasa, kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang yang kaya raya mempunyai sikap belas kasih, sebaliknya banyak orang miskin yang memiliki belas kasih kepada sesamanya, terutama yang lebih menderita dari dirinya. 

Tujuan setiap orang berbelas kasih, pasti berbeda-beda. Ada orang yang berbelas kasih karena memang benar-benar ingin membantu sesamanya yang membutuhkan dengan tulus hati atau tanpa pamrih,  tetapi ada juga orang-orang tertentu yang menolong orang lain bukan atas dasar atau landasan belas kasih tetapi hanya ingin mendapat pujian atau gelar-gelar tertentu. 

Bagi orang-orang Yahudi pada zaman Yesus, kemalangan, penderitaan dan kematian (apalagi diusia muda) dipandang sebagai hukuman dari Allah atas dosa-dosanya. Tetapi Yesus tidak terbawa oleh arus pandangan yang keliru tersebut, sebaliknya Yesus mewartakan kerahiman Allah yakni, Allah yang peduli dan berbela rasa kepada orang-orang nyang tertimpa kemalangan, penderitaan dan yang putus harapan. 

Motivasi utama Yesus bebelas kasih adalah:

  • Bukan demi  popularitas diriNya sendiri
  • Bukan untuk mencari pengikut sebanyak-banyaknya
  • Melainkan demi pembebasan orang-orang yang dikasihinya 

Motivasi yang dilakukan Yesus itu justru mampu menumbuhkan pengalaman yang baru bagi orang lain yang melihat peristiwa tersebut. Mereka percaya bahwa yang bertindak bukan hanya Yesus pribadi, melainkan melibatkan Allah juga, karena Allah yang melawat umatNya, itulah sebabnya mereka akhirnya memuliakan Allah. 

Belas kasih yang dimiliki Yesus sungguh-sungguh belas kasih yang mengalir dari Allah Bapa sendiri.

Setiap manusia dipanggil untuk saling mengasihi, berbagi dan menjadi berkat bagi banyak orang, yang tentu saja harus dilandasi sikap atau rasa belas kasih kepada sesama. 

Dalam Lukas 7: 11-17, Tindakan Yesus membangkitkan orang mati tersebut menjadi tanda:

  • Allah berbelas kasih dan peduli terhadap situasi hidup manusia
  • Allah senantiasa melawat umatNya
  • Kabar gembira yang member keselamatan dan kehidupan 

Alasan mengapa Yesus berbelas kasih adalah:

  • Allah melihat kesengsaraan manusia
  • Kesengsaraan itu memuncak dalam kematian, keadaan inilah yang hendak disembuhkan oleh Allah
  • Kebangkitan dari mati merupakan karya penyelamatan Allah
  • Kebangkitan dari mati adalah hal yang akan dialami oleh setiap manusia, sesuai datangnya Yesus, Sang kebangkitan dan sumber kebangkitan. Hidup 

Saat Yesus berkarya didunia, Ia banyak melakukan mujizat-mujizat yang menunjukkan belas kasihNya pada banyak orang, yang terdapat pada:

  • Yohanes 11:33-44: “ Lazarus dibangkitkan”

Saat Yesus melihat Maria dan orang banyak menangis, maka timbul rasa belas kasih dalam hatiNya. Ia sangat terharu melihatnya, Yesus meminta ditunjukan ketempat Yesus dibaringkan, dan disanalah Yesus menunjukkan belas kasihNya kepadanya dengan membangkitkan Lazarus yang sudah mati

  • Lukas 10:25-37: “Orang Samaria yang baik hati”

Melihat penderitaan orang tersebut, Orang Samaria itu tergerak hatinya oleh belas kasihan dan ia segera menolong orang yang dirampok tersebut

  • Matius 9:35-37: “Belas kasih Yesus terhadap orang banyak”

Yesus berkeliling kesemua kota dan desa, Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Kerajaan Sorga serta meleyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

  • Lukas 7: 11-17: “ Yesus membangkitkan anak muda di Nain”

Yesus melihat kejadian itu dan tergeraklah hatinya, Ia menghampiri usungan itu, sambil berkata “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu bangkitlah”, maka bangkitlah orang itu dan duduk, serta mulai berbicara

  • Matius 20: 34 “Yesus menyembuhkan dua orang buta”

Yeus yang sedang berjalan-jalan dikota Yerikho, Ia dikerumuni orang banyak. Kedua orang buta itu berseru-seru kepada Yesus. Yesus berhenti dan memanggil mereka mereka, maka tergeraklah hati Yesus melihat kedua orang buta itu, lalu Yesus menjamah mata mereka dan dan seketika itu juga mereka dapat melihat. 

C.   YESUS SANG PENGAMPUN 

Ampun adalah : Pembebasan dari tuntutan krn melakukan kesalahan/ kekeliruan

Mengampuni adalah : Memberi ampun atau memaafkan kesalaha orang lain. 

Tidak  setiap orang yang melakukan kesalahan mau mengakui kesalahannya atau meminta  maaf. Dan juga tidak setiap orang mau mengampuni atau memaafkan orang lain yang telah berbuat salah terhadap dirinya. 

Faktor yang menghambat orang berani mengakui kesalahan atau memaafkan adalah:

  • Keinginan untuk mempertahankan harga diri atau wibawa
  • Karena merasa gengsi
  • Takut direndahkan dan dianggap remeh oleh orang lain 

Akibat apabila kita tidak mampu dan mau untuk memaafkan atau mengampuni kesalahaan orang lain dapat menyebabkan:

  • Hati Nurani kita menjadi tumpul, sehingga mengakibatkan kesalahan apapun dianggap biasa bahkan termasuk kesalahan besar yang daapt merugikan orang lain
  • Orang yang bersalah dapat menanggung rasa bersalah yang berkepanjangan
  • Tumbuh permusuhan, kebencian serta dendam 

Meminta maaf atau memberi pengampunan, sesungguhnya dapat menguntungkan baik bagi orang yang bersalah maupun orang yang telah dirugikan.

Keuntungan apabila kita dapat mengampuni dan diampuni orang lain adalah:

  • Kita tidak akan mempunyai rasa dendam
  • Hidup terasa lebih nyaman dan tentram karena merasa tidak memiliki musuh
  • Terciptanya kerukunan dan hubungan yang erat sesama
  • Hati merasa lega karena tidak menanggung rasa bersalah yang terus menerus dan berkepanjangan
  • Membuat kita selalu bertindak hati-hati dan tidak meremehkan setiap masalah/kesalahan yang biasa dan sepele dll 

Dalam Injil Yohanes 8: 2-11, berkaitan dengan tindakan mengampuni ditegaskan bahwa:

  • Yesus tetap membela dan mengampuni perempuan yang kedapatan berbuat zinah dan akan dilempari batu
  • Tidak ada manusia yang sempurna
  • Setiap orang pasti pernah melakukan keselahan dan terhadap kesalahan itu Allah sendiri senantiasa mengampuni
  • Allah senantiasa mengampuni dengan member kesempatan kepada manusia untuk bertobat
  • Yesus meneladani sikap BapaNya, yaitu tidak bersikap mengadili, tetapi member kesempatan kepada perempuan itu untuk berubah dan tidak berbuat dosa lagi. 

Dalam Injil Matius 18: 21-22, Yesus mengajak murid-muridNya untuk selalu mengampuni tampa batas.

Dalam teks tersebut Yesus berkata kepada para MuridNya tentang pengampunan yaitu: “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali “ 

Mengenai pengampunan, Teladan Yesus yang perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Selalu berusaha membukakan “pintu maaf” dan pengampunan kepada sesama atau orang yang bersalah kepada kita
  • Mengajak sesama untuk selalu mengampuni orang yang bersalah seperti yang dilakukan Yesus pada murid-muridNya
  • Kita tidak boleh menghakimi sesama yang berdosa tanpa mawas diri terlebih dahulu, seolah-olah diri kita adalah yang paling suci dan paling baik
  • Kita diharapkan dapat meneladani sikap Yesus, sehingga tercipta kehidupan yang bahagia, rukun dan damai. 

Dalam Injil Yohanes 8: 2-11,Yesus yang mengampuni ingin menegaskan dengan menggambarkan Allah adalah :

  • Allah yang penuh belas kasih pada manusia berdosa
  • Allah Maha Rahim dan Pengampun artinya: Allahlah satu-satunya yang berkuasa mengampuni dosa
  • Dosa pada hakikarnya adalah melawan cinta kasih Allah, oleh karena itu Allah tidak membiarkan manusia terjerumus kedalam dosa.
  • Allah mencintai manusia yang berdosa tetapi Ia tidak mencintai dosa
  • Allah memberikan rahmat pertolongan kepada manusia agar mau bertobat mengakui dosanya
  • Allah yang penuh perhatian dan mencintai dengan berbelas kasih dan mau menerima kembali orang berdosa yang bertobat
  • Allah bukanlah allah yang keras, bukan Allah yang membalas dendam dan menyiksa.
  • Dengan pengampunan ini, Yesus menerima kembali kita untuk bersatu dengan Allah sebagai Bapa 

D.     YESUS PEJUANG KESETARAAN GENDER 

Setara atau Sederajat adalah:

Situasi dimana seseorang diperlakukan sebagai pribadi yang bermartabat luhur, memiliki kemampuan yang khas dan khusus dan hal ini berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. 

Seseorang tidak boleh dianggap rendah hanya karena orang tersebut:

  • Perempuan
  • Kurang pandai atau bodoh
  • Miskin dan serba kekurangan
  • Bukan pemimpin
  • Karyawan biasa
  • Tidak memiliki jabatan atau kuasa dll

Sebagai pribadi, siapan orang itu, darimanapun latar belakangnya mereka harus tetap dihargai dan dianggap penting. 

Masalah kesetaraan atau kesederajatan masih memerlukan perjuangan berat. Hal ini disebabkan oleh tata hubungan antar anggota masyarakat yang seringkali masih ditentukan oleh nilai-nilai lama yang terlalu feodalistik

Penerimaan seseorang terhadap orang lain ternyata masih banyak ditentukan oleh:

  • Kekayaan yang dimilikinya
  • Gelar yang disandang
  • Pangkat dan kedudukan yang sedang dijabatnya
  • Latar belakang sosial, ekonomi dan kehidupannya
  • Latar belakang pendidikannya dll

Itulah sebabnya dalam masyarakat kita masih banyak terjadi adanya jurang pemisah atau gap-gap dan konflik 

Contoh konkret tindakan dalam masyarakat yang berkaitan dengan kurangnya penghargaan terhadap martabat manusia antara lain:

  • Mantan narapidana yang sekalipun sudah bertobat masih saja disingkirkan oleh masyarakat.
  • Masyarakat sering tidak mau menerima dan menghargai seorang wanita yang pernah terjerumus dalam Dunia hitam sebagai WTS dan  PSK walaupun sudah bertobat
  • Sulitnya menerima para pecandu Narkoba yang telah menyelesaikan masa rehabilitasinya, sehingga mereka seringkali terjerumus kelembah hitam untuk kesekian kalinya karena sikap masyarakat yang tidak menerima mereka dengan tangan terbuka.
  • Mengucilkan para penderita  HIV/AIDS, yang dianggap berbahaya dan harus dijauhi, padahal tidak semua penderita HIV/AIDS mengidap penyakit tersebut karena gaya hidup mereka, tapi ada beberapa kasus dari mereka yang mendapat penyakit tersebut karena ketidaktahuannya dan menjadi korban dari kelalaian orang lain.
  • Menjauhi, memusuhi seorang bekas pencuri, padahal jika hal tsb terus dilakukan ada kemungkinania akan semakin membenci masyarakat dan orang tsb akan bertambah nekat dalam melakukan kejahatannya.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa dengan memojokkan, memberi “cap negatif”, atau menyingkirkan orang yang memiliki kekurangan, justru akan semakin menjerumuskan mereka kedalam kesengsaraan yang lebih hebat lagi. 

Bagi Yesus, masalah kesetaraan manusia bukan semata-mata masalah etika pergaulan. Yesus mengajak kita agar semua orang diperlakukan sebagai:

  • Pribadi yang berharga
  • Pribadi yang walaupun memiliki kekurangan dan kelemahan merupakan ciptaan Allah yang bermartabat luhur. (justru kepada orang-orang yang masuk dalam kelompok yang memiliki kelemahan dan kekurangan inilah, penerimaan kita seharusnya lebih baik lagi) 

Motivasi utama Yesus memperjuangkan kesetaraan adalah: Demi Kerajaan Allah. Adapun bagi Yesus,  wujud Kerajaan Allah adalah:

  • Bila manusia dapat hidup berdampingan sebagi saudara yang setara dalam martabat.
  • Dihadapan Allah semua orang sama
  • Manusia sama-sama diciptakan Allah dan dikasihiNya
  • Tidak boleh ada sesuatu yang dijadikan ukuran untuk membatasi persaudaraan 

Semasa hidup dan berkarya, Yesus berjuang keras menegakkan kesetaraan martabat manusia. Dalam Injil Lukas 19: 1-10, Perjuangan ini bagi Yesus merupakan perjuangan yang berat karena :

  • Ia harus berhadapan dengan masyarakat Yahudi
  • Ia harus menghadapi Orang Farisi dan Ahli Taurat yang cenderung menilai seseorang atas dasar pelaksanaan agama menurut ukuran mereka sendiri.
  • Kehadiran Yesus dirumah Zakheus yang dianggap sebagai orang berdosa karena dianggap najis dan patut dijauhi, merupakan batu sandungan
  • Bagi Orang Farisi dan Ahli Taurat tindakan Yesus ini dianggap merusak kesucian agama
  • Yesus tidak memperdulikan kedegilan hati Orang Farisi dan Ahli Taurat, sebaliknya Yesus menyatakan kepada mereka bahwa “Zakheus pun anak Abraham” artinya Zakheus mempunyai keluhuran martabat yang sama seperti  orang lain, maka iapun perlu diperlakukan secara adil 

Bentuk-bentuk kesetaraan manusia yang dapat diperjuangkan dalam hidup sehari-hari antara lain:

  • Mengkritisi tata hubungan dalam masyarakat yang masih jauh dari kesetaraan sebagaimana diperjuangkan oleh Yesus.
  • Kesetaraan dapat dilihat dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan
  • Kesetaraan dapat diwujudkan antara majikan dan buruh dalam pekerjaan
  • Kesetaraan dapat ditampilkan dalam keluarga sendiri dll 

Berbagai usaha yang dapat dilakukan untuk mengusahakan kesetaraan gender:

  1. Menerima seseorang berdasarkan pribadi
  2. Memperlakukan orang lain di dunia kerja berdasarkan kemampuan yang dimiliki
  3. Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuanuntuk berkarir

  1.  

E.    YESUS PEDULI TERHADAP PENDERITAAN SESAMA 

Peduli adalah: sikap tidak mementingkan diri sendiri, tetapi lebih mementingkan kepentingan bersama.Sikap peduli terhadap sesama tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tanpa membiasakan diri. Kebiasaan ini perlu dipupuk sejak dalam keluarga sekolah dan didalam masyarakat. 

Sikap kurang peduli lebih banyak disebabkab oleh sikap egoisme, yaitu ketika seseorang tidak lagi memikirkan nasib sesamanya dan lebih memikirkan dan mementingkan diri sendiri. 

Peradaban moderen sekarang ini, banyak diwarnai dengan bertumbuhnya egoisme dan individualisme ,contoh:

  • Banyak orang yang kurang bahkan tidak peduli dengan sesamanya
  • Orang hanya memikirkan dirinya sendiri
  • Segala sesuatu dilakukan dengan ukuran yang asal menguntungkan dirinya sendiri, maka segala sesuatau yang tidak mendatangkan keuntungan tidak dilakukan.
  • Banyak orang bersikap kurang peduli terhadap sesama yang kekurangan spt: pengemis, masyarakat gembel dan orang miskin
  • Sikap tidak peduli terhadap lingkungan spt: tidak berani menegur sesama yang membuang sampah sembarangan, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan banjir dan pencemaran lingkungan
  • Banyak kepincangan dalam masyarakat kita spt: orang miskin semakin miskin, orang yang menderita semakin sengasara, orang berdosa semakin jahat, dan orang yang kesepian semakin tidak menemukan sahabat.
  • ketidakpdulian juga menimpa keluarga-keluarga dizaman moderen ini spt: ketidak pedulian antar anggota keluarga yang menjadi penyebab utama keluarga berantakan (broken home)
  • ketidak pedulian dilingkungan sekolah spt: banyak anak drop out karena tidak ada yang membantu membiayai sekolah, lingkungan sekolah menjadi kotor karena siswa membuang sampah sembarangan dan beranggapan itu adalah pekerjaan pesuruh sekolah. 

Untuk berbuat baik ternyata tidak mudah, seringkali ada hambatannya, entah dari diri sendirimaupun dari orang lain. Hal inilah yang sering membuat orang bersikap tidak peduli atau acuh tak acuh terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya karena tidak mau direpotkan dengan berbagai hal. 

Sikap lain yang sangat ditonjolkan dari Yesus adalah kepeduliaanNya terhadap penderitaan sesama.

Yesus telah menunjukkan bahwa diriNya memiliki sikap peduli pada sesama yang menderita, walaupun banyak tantangan dan hambatannya seperti yang dicontohkan dalam Kitab Suci yaitu:

  • Yesus menyembuhkan orang  pada hari sabat (Mat 12: 9-15, Mrk 3:1-6)
  • Yesus memberi makan 5000 orang (Mat 14: 13-21)
  • Yesus menyembuhkan orang sakit di Genesaret (Mat 14:34-36, Mrk 6:53-56)
  • Yesus menyembuhkan banyak orang sakir (Mat 15:29-31)
  • Yesus menyembuhakan seorang anak muda yang sakit ayan (Mat 17:14-21)
  • Yesus menyembuhkan seorang tuli (Mrk 7: 31-37)
  • Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida (Mrk 8: 22-26)
  • Yesus mengusir Roh dari seorang anak yang bisu (Mrk 9: 14-28) 

Dalam keseluruhan hidup Yesus, orang-orang yang menderita mempunyai tempat yang istimewa dalam hatiNya, bahkan menjadi prioritas dan perhatian dalam karyaNya. Yesus tidak pernah membiarkan seorangpun hidup menderita. Ia akan cepat tersentuh dan tergerak hatinya menyaksikan orang yang datang meminta bantuan untuk membantu dan memberikan pertolongan. 

Kepekaan dan kepedulian Yesus terhadap penderitaan sesama sedemikian besar, karena Ia selalu memandang dan mengasihi mereka sebagai anak-anak Allah yang bermartabat luhur. Maka demi menolong dan mengembalikan martabat tersebut, Yesus berani meruntuhkan aturan atau hukum yang mengekang kemanusiaan dan keIlahi-an.

Tindakan inilah yang ingin dikembangkan dalam hidup bersama.

Gereja beruntung karena memiliki orang-orang suci yang meneruskan karya Yesus tersebut seperti:

  • Ibu Teresa dari Calcuta
  • Rm mangun dari pinggiran Kali Code Yogyakarta
  • Paus Yohanes Paulus II
  • Tokoh Santo Santa yang dalam hidupnya tergerak dan terpanggil untuk melayani orang kecil, miskin, menderita dan tertindas dll

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...