PELAJARAN 1
ALLAH ADALAH SUMBER
KESELAMATAN SEJATI
Keselamatan
adalah: Keadaan bebas dari penderitaan
Contoh:
- Perjanjian lama : janji
keselamatan itu terwujud dalam Peristiwa pembebasan bangsa Israel dari
penindasan Mesir
- Perjanjian Baru: Janji
keselamatan manusia terwujud dalam diri Yesus Kristus melaui wafat dan
kebangkitanNya
Sejak awal penciptaan, Allah menghendaki keselamatan bagi semua orang. Allah
menyelamatkan manusia tanpa pandang bulu, karena dimata Allah semua manusia
sama. Semua manuia diciptakan se-Citra dengan Dia
Setiap orang apapun agama & latar belakangnya, selalu merindukan
keselamatan, dengan kata lain keselamatan adalah dambaan, harapan dan keinginan
semua orang.
Banyak orang pada akhirnya
mencari dan menemukan “Agama”, karena pada hakikatnya agama itu memberikan
jalan kearah keselamatan yaitu Tuhan sendiri.
Ketika orang tidak mampu lagi
mengatasi kehidupan hanya dengan mengandalkan harta, gengsi, jabatan atau
kekuasaannya sendiri, akhirnya manusia teringat akan Sang Pencipta dan
menyerahkan seluruh hidup ini kepadaNya yaitu Tuhan
Manusia membutuhkan agama yang
mampu menghantarkan manusia bertemu dengan Tuhan yang menyelamatkan. Agama yang
seperti itu dapat mendorong pengikutnya untuk ambil bagian dalam proses
perubahan dirinya dan sosial seperti:
- Dari situasi menderita menjadi ada
kebahagiaan
- Dari
situasi konflik dan permusuhan menjadi ada perdamaian
- Dari
situasi kemiskinan menjadi kesejahteraan
- Dari situasi saling curiga menjadi
saling percaya
- Dari
situasi perpecahan menjadi ada situasi kerukunan dll
Dengan demikian, orang merasa
perlu bersyukur karena Tuhan sungguh sumber keselamatan sehingga kita
terpanggil untuk senantiasa menyandarkan diri kepadaNya.
Setiap agama mengajarkan bahwa
Tuhan itu Maha Baik dan sumber keselamatan bagi manusia yang tampak pada
contoh:
- Situasi
penderitaan, kemiskinan, perpecahan, perang dll, yang sekarang kita lihat
atau mungkin dialami, bukanlah kehendak Allah semata, melainkan manusia
sendirilah yang seringkali menyalahgunakan kebebasan yang dimilikinya yang
pada akhirnya manusia sendiri yang merasakan dan menerima akibatnya
- Manusia
ternyata seringkali tidak menerima situasi penderitaan yang justru
dibuatnya sendiri dan ketika manusia tidak mampu keluar dari situasi
penderitaan itu, akhirnya manusia kembali memohon kepada Tuhan.
- Setiap
Agama mewrtakan Firman Allah dalam Kitab Sucinya masing-masing, yang
mengajak manusia untuk bersyukur karena Tuhan telah menyelamatkan manusia.
Keselamatan setiap orang
dikehendaki oleh Allah sendiri, sebagai tanda atau buktinya, tampak dalam hal:
- Setiap
saat Allah senantiasa menyapa manusia dengan KasihNya
- Kehadiran
Allah yang menyelamatkan terjadi dalam peristiwa hidup sehari-hari yang
serba biasa.
- Alam
yang indah diciptakan Allah bagi semua manusia
- Keindahan
dan keagungan alam ciptaan, adalah bukti kehadiran Allah untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia tanpa kecuali
- Allah
menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik serta menurunkan
hujan bagi orang benar dan orang yang tidak benar
- Kasih
Allah yang menyelamatkan ditujukan bagi semua orang dan semua Bangsa dll
Berdasarkan Kasih Allah yang
tidak mengenal batas itu, setiap orang dapat dijadikan sarana keselamatan bagi
orang lain yaitu:
- Dalam
diri orang-orang yang selalu memperhatikan dan mengasihi kita
- Melalui
diri manusia itu sendiri
- Melalui kasih dan perhatian seseorang
pada diri kita
- Melalui tindakan orang yang menolong
kita saat kita membutuhkan bantuan karena dorongan Allah sendiri melalui
orang tsb.
Sumber keselamatan tetaplah Allah sendiri, jika Kasih Allah yang menyelamatkan
menjadi ukuran, maka sebenarnya tiap orang harus menjadikan dirinya sebagai
sarana keselamatan dan mengasihi orang lain tanpa batas (Matius 5: 43-48).
Kehadiran Allah yang menyelamatkan pada umunya dipahami sebagai pewahyuan
Allah. Dalam Iman Katolik, Peristiwa pewahyuan Allah mencapai puncaknya dalam
kehadiran Yesus Kristus.
Yesus Kistus adalah wujud
nyata kehadiran Cinta Kasih Allah bagi keselamatan manusia seperti yang terungkap dalam Kolose 1:15 “Ia
adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala
yang diciptakan,…”
Yesus Kristus adalah puncak
kasih Allah.
Kehadiran Yesus menjadi perwujudan kehendak Allah untuk menyelamatkan
manusia seperti yang terungkap dalam Kolose 1:19 “Barang siapa mengenal Yesus,
ia mengenal Allah sendiri, dalam diri Yesus, seluruh kepenuhan Allah berkenan
diam dann tinggal didalam Dia,..”
Pewahyuan Allah mengundang jawaban manusia, setiap orang diundang untuk
mampu mengembangkan rasa syukur dan terima kasih atas karya keselamatan Allah
pada dirinya.
PELAJARAN 2
BERAGAMA
Agama adalah:
v Bentuk
ungkapan nyata atas kepercayaan pada adanya Tuhan dan berperannya Tuhan dalam
hidup seseorang.
Ungkapan ini berupa tata upacara
dan ibadah bersama orang-orang seiman, sifatnya mengikat, punya Kitab Suci dan
aturan-aturan.
v
Sistem kepercayaan kepada Allah yang mempunyai
dasar Kitab Suci yang jelas serta mempunyai Panutan yang menjadi teladan hidup
v Sikap
dasar menusia yang seharusnya terhadap Tuhan pencipta dan PenebusNya
v Bentuk-bentuk
konkret lahiriah yang mengungkapkan hubungan dengan Allah yang tampak dalam
jalannya aturan, upacara/ibadah, organisasi dan semuanya yang tampak sebagai
gejala sosial
Alasan manusia
menganut agama adalah:
1. Untuk menemukan rasa aman ketika menghadapi kesulitan
di dalam hidupnya.
2. Untuk memperoleh arti hidup
3. Sebagai Pedoman dalam menentukan tindakan yang baik.
Dalam beragama
ternyata umat memiliki sikap yang berbeda-beda seperti:
- Sikap
Eksklusif yaitu:
v Sikap
yang memisahkan mereka yang beda agama (kelompok lain)dari kehidupannya
v Tertutup
dan tidak mau menerima perbedaan dari agama lain
v Mendorong
orang dan mengeluarkan yang beda agama dari kelompoknya
v Dikatakan
eksklusif karena sulit menerima perbedaan dari agama-agama lain
v Sikap
seperti ini bisa mengakibatkan sulit bergaul dan bekerja sama dengan umat lain
yang berlainan agama
v Sikap
eksklusif menjadikan umat beragama saling berhadapan secara frontal (sebagai
kawan dan lawan)
2. Sikap
Inklusif yaitu:
v Memandang
orang yang beda agama sebagai bagian dari kehidupannya (sebagai kawan dan
sesama)
v Memasukkan
mereka yang lain agama dalam kelompoknya
v Mau
membuka diri terhadap agama lain dan mau memasukkan dirinya menjadi bagian dari
kelompok lain
v
Bisa
menjalin hubungan dengan umat yang berbeda agama
v Dapat
menerima dan menghormati perbedaan
v
Dapat
bekerja sama dan hidup berdampingan dengan yang lain
Dilingkungan
masyarakat Indonesia, agama mempunyai arti penting.
Untuk itu,
sebagian besar penduduk Indonesia menganut salah satu agama tertentu.
Disini Beragama
menjadi kerinduan manusia untuk menggantungkan hidupnya kepada Tuhan. Agama
menjadi sarana manusia untuk mengenal dan membangun hubungan denganNya.
Masyarakat
Indonesia dapat dikatakan sebagi masyarakat yang beragama, hal tersebut tampak
dalam:
v
Bangunan
tempat beribadah aneka agama diberbagai tempat yang dengan mudah dapat kita
jumpai
v
Pada
hari besar agama dapat dipastikan tempat-tempat ibadah tampak dipenuhi oleh
umat yang merayakannya
v
Di
daerah banyak dijumpai kegiatan keagamaan seperti pengajian, pendalaman iman,
kabaktian dll yang dilaksanakan dengan semarak. dll
Hal yang memprihatinkan dalam hidup beragama dewasa
ini adalah merasa cukup dengan hanya menjalankan ibadah yang sifatnya lahiriah
saja yang hanya menjalankan perintah dan kewajibannya saja seperti: rajin
beribadat di Gereja, Masjid, Wihara dan Pura, sementara unsur penting dari
Agama seperti Cinta Kasih tidak mendapat perhatian & penekanan yang serius.
Hidup beragama tidak dapat dipisahkan dari pengalaman hidup sehari-hari. Sebab Kitab Suci dan seorang panutan harus
menjadi pedoman hidup sehari-hari
Pada umumnya orang memeluk suatu agama, sesuai dengan agama yang dianut
oleh orang tuanya, dengan kata lain agama itu diwariskan dari orang tua kepada
anak-anaknya (Orang Beragama secara Tradisional)
Orang beragama secara tradisional itu tidaklah salah, namun tidak mencukupi
untuk dapat hidup sebagai orang beragama secara dewasa, karena orang
beragama secara tradisional sering hanya disikapi secara tradisional pula
yaitu: beragama karena diwariskan oleh orang tuanya tanpa rasa memiliki agama
tersebut secara pribadi.
Menjadi orang beragama secara dewasa artinya:
Walaupun agama yang dianutnya itu karena diwariskan dari orang
tuanya/secara tradisional, tetapi disikapi sebagai agama pribadi yang dipilih
dan diterimanya secara bertanggung jawab.
Umat beragama yang dewasa, disamping memiliki sikap inklusif, juga
mempunyai sikap iman yang matang dan mantap (artinya: memiliki ketahanan yang
kuat, tidak mundur meninggalkan agamanya sekalipun mengahadapi dan mengalami
kesulitan-kesulitan berat yg datang dari luar
Sikap hidup umat beragama yang dewasa menimbulkan:
v
Rasa syukur dan bahagia atas agama yang
dipeluknya
v
Rasa bangga dan bahagia atas agama yang
dianutnya
v
Menghargai umat yang berbeda agama sebagi teman
peziarah menuju Tuhan
Setiap agama mempunyai ajaran yang berbeda, tetapi semua
agama pada hakikatnya mengajarkan tentang Tuhan dan kebaikan, oleh karena itu
sebenarnya terdapat kesamaan tujuan yaitu “Mengabdi Tuhan”
Semua agama mengakui bahwa
Tuhanlah satu-satunya pencipta, penyelamat dan yang mempersatukan kita semua. Kerja sama antar umat beragama berarti
melaksanakan kehendak Tuhan tersebut.
Dalam Gereja Katolik, Yesus adalah pedoman hidup & teladan. Orang
katolik tidak melanjutkan Agama Yesus, tetapi meneladanNya dalam beriman kepada
Allah dan ketaatanNya dalam beragama.
Yesus seorang beragama Yahudi yang taat, tetapi Ia juga menentang
aturan-aturan Agama yang yang tidak menyelamatkan. Karena itu pola hidup
beriman dan beragama itulah yang kta lanjutkan dalam hidup beragama.
Gereja mengajarkan kepada kita bahwa Beragama
atau menjadi umat Katolik tidak berarti merasa Agamanya itu paling benar
dan paling sempurna serta menganggap agama lain tidak sempurna dan tidak baik.
Gereja justru mengajarkan yaitu: “Dalam agama Katolik memang ada
kesucian dan kebenaran namun sekaligus, Gereja juga mengakui bahwa dalam
agama-agama lainpun terdapat ajaran yang benar, ajaran yang suci dan ada
praktek-praktek kesalehan” (Nostra Aetate art 2)
Oleh karena itu
umat Katolik diharapkan menyadari bahwa dalam agama-agama lain juga terdapat
kebenaran dan umat Katolik tidak merasa diri sebagi Umat Eksklusif, melainkan
Umat Inklusif yang bisa menghargai dan menghormati umat beragama lain, dapat
bergaul dan akhirnya dapat bekerja sama membangun masyarakat.
Kesamaan dari
agama-agama di dunia adalah memiliki tujuan yang sama yakni Allah.
Menurut Nostra
Aetate, Agama bertujuan untuk menemukan jawaban atas rahasia tersembunyi dalam
hidupnya.
PELAJARAN 3
BERIMAN
Beriman berarti: Menyerahkan diri secara total
kepada kehendak Allah.
Manusia dapat menanggapi Wahyu Tuhan dengan Iman, bila Wahyu Tuhan tidak
ditanggapi oleh manusia, maka tidak aka nada artinya. Sebaliknya manusia tidak
mungkin beriman tanpa pewahyuan Allah.
Wahyu dapat berarti juga: Petunjuk dari Allah yang diturunkan hanya
kepada Para Nabi dan Rasul.
Wahyu Tuhan dapat berupa:
- Sapaan
- Pernyataan
- Tawaran dari Tuhan kepada manusia /
Tawaran diri Allah bagi manusia.
Hal-hal yang dinyatakan Tuhan antara lain dapat berupa diriNya sendiri,
yaitu siapa Dia itu dan rencanaNya untuk menyelamatkan manusia.
Wahyu Tuhan dapat kita ketahui melalui:
- Ciptaan Tuhan sendiri
- Diri manusia
- Peristiwa-peristiwa yang dialami manusia
- Kitab Suci dll
Puncak wahyu Tuhan adalah: Yesus Kristus
Mayoritas penduduk Indonesia adalah orang
beragama, namun dari apa yang kita dengar dan lihat, tingkah laku mereka banyak
yang tidak mencerminkan sikap hidup orang beragama dan beriman. Setiap hari
pada Media Massa, hamper ada selalu berita yang memprihatinkan akan tingkah laku
manusia beragama seperti:
- Pembunuhan
- Penindasan
- Pencurian
- Pemerasan
- Penipuan
- Tawuran
- Teror
- Perang
- Tindakan Kriminal lainnya dll
Orang beragama yang melakukan tindakan yang keji dan brutal, menandakan
bahwa dirinya dirinya kurang beriman, karena orang beriman tidak akan melakukan
hal-hal yang keji dan brutal, karena hal itu bertentangan dengan kehendak
Tuhan.
Kerusuhan antar Umat beragama dapat terjadi karena beberapa hal, antara
lain:
Ø Fanatisme yang
sempit, yang biasanya disebabkan karena pemahama yang sempit tentang ajaran
agamanya
Ø Merasa kehadiran
agama lain sebagai saingan karena posisi dan pengaruh agamanya akan terancam
Ø Pencemaran
simbol-simbol agama oleh pemeluk agama lain yang dapat menimbulkan kemarahan
dari pemeluk suatu agama
Ø Agama sering
dijadikan alat tunggangan kepentingan lain yang bersifat politis dan ekonomis
Dalam Penghayatan agama yang benar akan terjadi:
- Pertumbuhan
Iman yang subur
Pancaran iman akan tampak dalam prilaku
seseorang yang tercermin dalam:
§ Kasih
§ Sukacita
§ Damai Sejahtera
§ Kesabaran
§ Kelemahlembutan
§ Penguasaan diri dll
Jadi perbedaan antara Beragama dan Beriman
dapat disimpulkan sebagai berikut:
o Beragama: merupakan aktivitas yang
bersifat kelembagaan, peraturan agama dan kegiatan keagamaan.
o Beriman: penghayatan hidup,
dimana terjadi persatuan dengan Tuhan dalam bentuk penyerahan diri atau prilaku
yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
- Dalam
Prilaku hidup sehari-hari
Sebagai buah dari pertumbuhan Iman yang
subur, akan lahir prilaku dalam hidup sehari-hari yang bermanfaat bagi sesama
dan tingkah laku yang merugikan sesama dapat dihindarkan
- Toleransi
beragama
Penghayatan agama yang benar akan menjadikan
hubungan yang baik antar umat beragama yang lain, hal tersebut dapat diwujudkan
dengan:
§ Berhenti berbicara jelek satu dengan yang
lain, termasuk didalam lingkungan umat seagamanya sendiri.
§ Penyebaran agama yang menghargai kebebasan
tanpa paksaan, sehingga orang bebas memilih agama yang ingin dianutnya
§ Bisa menerima secara tulus hak azasi manusia,
termasuk jika terjadi perpindahan Agama dari Agamanya ke Agama lain.
§ Memiliki kebesaran hati, yang mayoritas
mengakui keberadaan yang minoritas dan yang minoritas mengakui keberadaan yang
mayoritas secara tulus dan bersaudara.
Contoh-contoh perwujudan iman dalam kehidupan
sehari-hari :
- melaksanakan
kehidupan keagamaan bukan sebagai rutinitas, melainkan sebagai nafas
kehidupan sehingga menjadi
kebutuhan yang harus dipenuhi.
- mampu menolong dan mengembirakan setiap
orang yang kita jumpai
- hidup tanpa permusuhan
- mau berbuat
baik kepada semua orang dengan dasar cinta kasih
Menjalani hidup dengan benar merupakan manfaat
dari hidup beriman kepada Tuhan. Adapun
manfaat dari hidup Beriman adalah:
- Tidak was-was/khawatir akan hidup yang
sedang dijalani
- Manusia
dapat menjalani hidupnya dengan benar
- Merasa
dekat dengan Allah memiliki hubungan yang baik
- Merasa
bahagia, aman, damai tenang dan optimis dalam menatap hidup
- Bahagia,
tenang damai dan tabah karena yakin akan pertolongan Allah
- Senantiasa
beroleh kekuatan dan keberanian untuk menghadapi masalah hidu
Bagi orang yang menjalani hidup tanpa Iman
biasanya akan diliputi oleh:
- Rasa takut
- Gelisah
- Tidak punya harapan
- Cepat putus asa
- Cenderung mencari jalan pintas untuk
menyelesaikan persoalan-persoalan hidupnya dll
Dalam suratnya, Rasul Yakobus, menjelaskan bahwa hidup beriman
yang mendalam diartikan sebagai:
Ø
Hidup
dalam kesatuan antara ibadah dan perbuatan ( Yak 1:26)
Ø
Hubungan
dengan Allah yang telah mengasihi kita, seharusnya menjadi nyata dalam kasih
kepada sesama
Ø
Hubungan
dengan Allah dibangun melalui Ibadah, sedangkan hubungan dengan sesama
ditampakkan dalam tindakan nyata
Ø
Orang
tidaklah cukup hanya menjadi pendengar dan penerima Firman Allah saja,
melainkan juga harus menjadi pelaku Firman (Yak 1:22)
Ø
Seseorang
haruslah berbuat kasih kepada sesamanya
(Yak 1:19-20)
Kepada Jemaat di Galatia, Santo Paulus dalam suratnya juga
menegaskan tentang pentingnya Iman yaitu:
Ø Ciri orang yang
benar adalah hidup dari Iman (Gal 3:11)
Ø Orang yang hidup
dari Iman akan diberkati
Ø Orang hidup dari
Iman akan menjalani hubungan yang baru dengan Allah
Ø Dengan Iman,
Paulus hidup dari situasi dosa kedalam situasi rahmat
Ø Dicontohkan juga
dengan jelas tokoh dalam hal keteladanan hidup beriman yaitu Abraham.
Tokoh yg dikenal sebagai “Bapa Orang Beriman (Rom
4:12) adalah ABRAHAM.
Tokoh ini diakui dalam 3 Agama besar yaitu
Yahudi. Kristen dan Islam. Sikap Iman Abraham ini diperlihatkan dengan:
- Menjawab
panggilan Allah untuk meninggalkan kampung halamannya, sanak keluarga dan
berangkat ke Negri yang ditunjuk untuk menjadi bapak suatu bangsa yang
besar
- Abraham
meninggalkan segala-galanya dan pergi ke Negri yang sama sekali belum
dikenalnya.
- Satu-satunya
pegangan Abraham adalah iman akan Allah.
- Abraham
percaya Allah pasti melindungi
& berbuat sesuatu yg baik baginya
- Abraham
merasa aman, karena ia percaya, disitulah letak ketaatan dan kesetiaan
iman Abraham kepada Allah
Dari pandangan Rasul Yakobus dan santo Paulus,
menjadi jelas bahwa beriman didalam hidup manusia sangatlah penting.
Dengan Beriman berarti kita:
- Mempercayakan hidup kita kepada Allah
- Mempunyai kekuatan, keberanian serta
optimisme dalam menghadapi masalah-masalah hidup
- Tidak mudah putus asa melainkan tabah
dan setia saat menghadapi kesulitan hidup.
- Senantiasa damai, tenang dan bahagia
- Selalu mengusahakan hidup sejalan dengan
kehendak Allah
Dalam perumpamaan Orang samaria
yang Murah Hati (Lukas 10: 25-37)
Yesus ingin menyampaikan beberapa hal penting yaitu:
- Ajakan untuk mewujudkan Iman dalam
perbuatan nyata hidup sehari-hari
- Tindakan nyata perlu diwujudkan kepada
setiap orang tanpa kecuali termasuk musuh/lawan sekalipun yang membutuhkan
pertolongan kita.
- Jika berbuat baik/kasih terhadap sesama,
hendaknya tidak memamerkan jabatan/golongan/kedudukan
- Imam dan Orang dari suku Lewi dalam
perumpamaan tsb, adalah gambaran orang yang terhormat, menjadi tokoh Agama
dan banyak memiliki aktivitas keagamaan, namun perbuatannya tidaklah
mencerminkan sebagi orang Beriman, yang memiliki banyak ilmu dan
pengetahuan tentang Agama, tetapi kurang dapat mengaktualisasikan Agamanya
tersebut dalam kehidupan bersama/bermasyarakat yang baik.
- Orang
Samaria dalam Perumpamaan
adalah gambaran orang yang sering disingkirkan, dilecehkan, direndahkan,
tetapi Justru Orang samaria tsb mampu menembus sekat-sekat kehidupana
bersama yang lebih mendalam atau gambaran dari orang yang mampu mewujudkan
nilai-nilai agama dalam kehidupan konkrit melauli tindakannya menolong
orang yang membutuhkan tanpa memandang siapa yang ditolong
- Dalam hidup Beragama dan Beriman, Orang
samarialah yang patut kita teladani.
PELAJARAN 4
BERIMAN KRISTIANI
Iman Kristiani
adalah: iman yang didasarkan pada wahyu dan pangglan Allah melalui Yesus Kristus.
Allah mewahyukan diriNya dalam pribadi Yesus Kristus, dalam kehidupan,
pewartaan, perbuatan, wafat dan kebangkitanNya
Beriman Kristiani terkait erat dengan Kristus,
karena Kristus adalah Puncak Wahyu dan pemberian diri Allah.
Setiap orang beriman Kristiani harus beriman dan
berpasrah/menyandarkan diri sepenuhnya kepada Kristus.
Pola hidup Kristus haruslah menjadi pola hidup
orang Kristiani.
Kekhasan iman Kristiani adalah kasih terhadap
Allah dan sesama. Yesus mengatakan bahwa kasih adalah hukum yang pertama dan
terutama (Markus 12: 30-31)
Orang beriman Keistiani harus hidup dan bertindak
berdasarkan kesadaran imannya, bukan karena aturan atau kewajiban lahiriah
saja.
Yesus adalah Jalan Kebenaran dan Hidup (Yoh
14:6), Beriman kepada Kritus adalah karunia sekaligus juga menuntut kerjasama
dari pihak manusia, karena Iman harus dikembangkan dan diperjuangkan.
Hidup beriman Kristiani, tidak dapat kita kenal
hanya berdasarkan identitas yang tampak dari luar saja, karena banyak orang
Kristiani mengaku menjadi murid Kristus, namun sikap dan tindakannya berbeda
dari tindakan dan ajaran Kristus sendiri. Orang-orang yang semacam ini memang Orang-orang
Kristiani, tetapi sebenarnya orang-orang ini bukanlah Orang beriman Kristiani.
Orang beriman Kristiani Sejati adalah:
orang yang hidup dan tindakkannya diwarnai dan dimotivasi oleh Iman
Kristianinya, bukan oleh alasan yang cenderung lahiriah.
Seorang beriman Kristiani Sejati adalah Seorang
yang Religius yaitu orang yang selalu menyandarkan hidupnya pada Kristus
dan menyadari bahwa seluluh peristiwa hidupnya merupakan karya Kristus yang
menyelamatkan.
Aspek-aspek hidup beriman
Kristiani meliputi:
- Pengalaman
Religius
Pengalaman dimana manusia sungguh menghayati
karya dan kebaikan Allah yang berpuncak dalam diri Yesus Kristus dank arena
pengalaman itu, manusia sampai pada kehendak bebas untuk menyerahkan diri
kepada Kristus
- Penyerahan
Iman
Jawaban atas wahyu Allah yang telah berkarya.
Dengan adanya penyerahan iman orang tidak saja mengakui bahwa Yesus adalah
Tuhan, tetapi juga mewujudkan tindakan/perbuatannya sesuai ajaran Yesus
- Pengetahuan
Iman
Pertanggung jawaban Iman yang dituntut terus
menerus kepada seorang umat Kristiani untuk mampu dilaksanakannya.
Ciri penghayatan hidup beriman
yang harus dipelihara dan
dikembangkan umat Kristiani yang tergabung/terhimpun dalam Gereja Katolik
adalah:
a)
Melalui
Sakramen Baptis
b)
Menerima
dan merayakan sakramen-sakramen
c) Bersatu dalam
kasih, doa, pelayanan dan kesaksian (Lumen Gentium 14)
PELAJARAN 5
PERJUANGAN MENGEMBANGKAN IMAN
Hidup beriman seseorang mustahil akan berkembang tanpa adanya usaha dari
orang yang bersangkutan. Seperti halnya kesehatan harus diusahakan dan
diperjuangkan, demikian juga perkembangan hidup beriman. Iman perlu
dikembangkan dengan berbagai usaha, karena iman yang kuat akan membuat kita
tumbuh sebagai pribadi yang utuh.
Perkembangan iman membuat diri kita:
- Berkembang secara utuh
- Mampu untuk menanggapi realita hidup
yang penuh makna
- Dapat mengarahkan prilaku kita secara
benar
Orang bisa dikatakan imannya berkembang bila tutur kata serta
tindakannya semakin berkenan bagi banyak orang dan tentu saja bagi Tuhan.
Pengalaman doa dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam memperkembangkan iman dapat
memotivasi diri seseorang dalam berprilaku dan bertindak.
Pengalaman beriman tidak selalu ada hubungannya dengan hidup beriman. Ada
banyak orang yang memiliki pengatahuan yang luas dan dalam tentang Tuhan dan
sering berdoa tapi prilaku dan tutur katanya tidak menunjukkan kebaikan. Orang
semacam itu pengetahuan imannya banyak, tetapi ‘Imannya tidak berkembang’.
Pengetahuan imannya tidak bermakna dan doa sehari-harinya hanya dibibir saja,
dalam berdoa orang tsb tidak tulus, orang semacam ini biasanya biasanya berdoa
tidak untuk berhubungan dengan Tuhan, tetapi hanya ikut-ikutan atau agar dipuji
orang, doanya kurang dihayati, maka doa tersebut kurang berdampak bagi
hidupnya.
Faktor Internal yang dapat menghambat perkembangan iman adalah:
- Rasa malas
- Acuh tak acuh
- Kesombongan
- Menutup diri
- Iri hati dan dengki
- Tidak
mau belajar dari orang lain
- Egois dan mau menang sendiri
- Keras kepala dll
Faktor Internal yang dapat mendukung Perkembangan Iman adalah:
- Rendah hati
- Rasa belas kasihan
- Ketekunan
- Ketaatan dan kesabaran
- Kesetiaan dan kejujuran
- Dapat menerima orang lain apa adanya
- Kesedian untuk mau mendengar dan mau
belajar
- Bisa menghargai dan menghormati orang
lain dll
Faktor eksternal yang dapat menghambat perkembangan iman seseorang
adalah:
- Pergaulan bebas yang tidak sehat
- Narkoba
- Judi dan minuman keras
- Tontonan dan bacaan porno
- Acara TV yang lebih menarik daripada
kegiatan keagamaan
- Gaya hidup Metropolitan
- Mistik dan Ilmu Hitam dll
Faktor eksternal yang dapat mendukung perkembangan iman adalah:
- Kursus Kitab Suci dan Pendalaman Iman
- Konseling Pribadi
- Perayaan-perayaan Sakramen
- Kegiatan Gerejani
- Retret dan rekoleksi
- Kegiatan Wilayah dan Lingkungan
- Kisah hidup dari tokoh Kitab Suci, baik
dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru spt:
Ø Kisah Para Nabi (Abraham, Nuh, Musa Yakub
dll)
Ø Tokoh perjanjian Baru (Yesus, Maria, Yohanes,
Paulus dll)
Ø Kisah Santo-santa dll
Perjuangan untuk mengembangkan Iman, khususnya ketika berhadapan dengan
tantangan sangat ditekankan oleh Santo Paulus
Dalam Filipi 1:27-30, Paulus menegaskan:
- Ada banyak hal yang menghambat kita
untuk mengembangkan iman
- Cita-cita yang harus diupayakan bagi
orang beriman dalam memperjuangkan iman antara lain adalah, hidup
berpadanan dengan Injil Kristus.
Bagi orang Kristiani, harta yang indah adalah iman kita,yang
dianugerahkan kepada kita oleh kuasa Roh Kudus. Harta itu perlu dipelihara dan
dikembangkan. Usaha untuk mengembangkan iman tidak hanya berdasarkan usaha kita
sendiri saja, tetapi kita juga perlu nantuan dan campur tangan Allah.
Para Rasul pun merasakan kesulitan dalam usaha mengembangkan imannya,
maka mereka mohon kepada Tuhan ‘tambahkanlah Iman kami’ (Lukas 17:5. Oleh sebab
itu, kita tidak perlu berkecil hati atau putus asa bila kita merasa betapa
tidak mudahnya mengembangkan iman kita masing-masing. Asal kita berusaha &
sekaligus mohon kpd Tuhan, niscaya iman kita akan berkembang
PELAJARAN 6
IMAN DAN
KEBERSAMAAN DALAM JEMAAT
Zaman sekarang ditandai adanya kecendrungan orang adalah semakin “ Individualis”
(= Orang lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada
kepntingan bersama atau kepentingan orang lain)
Oleh karena itu, pada zaman sekarang kita sulit menemukan adanya wujud
kebersamaan. Dalam hidup sehari-hari, hubungan antara orang yang satu dengan
yang lain pada saat ini seringkali hanya sebatas:
- Pemenuhan kebutuhan
- Kepentingan atau keuntungan timbal balik
- Hubungan bisnis
- Hubungan yang menguntungkan saja
Dari kenyataan tersebut memperhatikan adanya ketidakseimbangan dalam
usaha manusia untuk mengembangkan dan mewujudkan dirinya
Manusia adalah makhluk pribadi dan social, maka sudah seharusnya kita
menyadari peran orang lain dan peran dirinya sendiridilam membangun hidup dan
kebersamaan.
Bagi remaja, kesadaran akan peran orang lain dalam perkembangan dirinya
merupakan hal yang penting, karena dengan kesadaran ini mereka dapat menyadari
sumbangan oranglain dan tanggung jawabnya sendiri bagi sesame.
Remaja biasanya kurang menyadari bahwa diri mereka adalah bagian kelompok
yang membutuhkannya. Kebersamaan dan pengungkapan diri secara bersama-sama
sebagai kelompok, kalaupun ada yang menjadi perhatiaan, mereka seringkali hanya
sebatas “kelompok “ atau “Gank”nya sendiri.
Dalam hidup beriman, dapat pula terjadi ketidak seimbangan dalam Jemaat
seperti:
- Banyak Jemaat yang cendrung lebih
memperhatikan hidup imannya secara pribadi
- Orang /Jemaat lebih memperhatikan
kesalehan pribadi dari pada perkembangan Iman orang lain
- Peran dan tanggung jawabnya sebagai
Jemaat diabaikan
dalamKisah Para Rasul 2:41-47, kita mengetahui bahwa hidup beriman bukan
hanya bersifat pribadi saja, tetapi juga mempunyai aspek social yaitu:
- Manusia tidak pernah dapat menghayati
kehidupan berimannya hanya seorang diri saja
- Kita menjadi beriman karena peranan
orang lain
- Peranan Jemaat sangat penting dalam
perkembangan iman pribadi
- Iman kita dapat berkembang karena dan
dalam kebersamaan dengan Jemaat
- Setiap orang beriman sebenarnya
bertanggunh jawab atas perkembangan iman umat yang lain
Bagi Umat Katolik, iman kita berkembang dapat berarti:
- Setiap orang Katolik bertanggung jawab
pada perkembangan & pertumbuhan iman umat yang lain
- Tanggung jawab itu telah kita terima
dalam pembaptisan
- Hidup beriman selalu dikaitkan dalam
kebersamaan seluruh umat Allah
Sebagai orang beriman kita mempunyai tanggung jawab pribadi untuk
mengembangkan Iman kita sendiri namun karena perkembangan Iman kita juga
diupayakan oleh umat, maka kita mempunyai tanggung jawab pula untuk ambil bagian
dalam mengembangkan iman sesama umat
Kita sebagai pribadi dapat membantu pengembangan iman orang lain dengan
cara:
- Bersedia hadir dalam pertemuan-pertemuan
umat
- Berdoa bersama
- Mengikuti pendalaman iman
- Terlibat dalam kegiatan-kegiatan bersama
umat lainnya dll
Sifat iman yang personal dan
sosial maksudnya adalah: Iman itu pertama-tama merupakan hubungan pribadi
antara manusia dan Allah, selain bersifat pribadi sebagai tanggapan pribadi
manusia atas tawaran kasih Allah, Iman juga bersifat social artinya iman itu
perlu juga diungkapkan dan diwujudkan dalam kebersamaan dengan Jemaat.
Jadi menjadi sangat penting bagi kita untuk memiliki iman personal
sekaligus iman social, karena dengan mengembangkan aspek social iman, kita akan
semakin terlibat pada rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dan membuat
kita semakin social. Dengan hanya memiliki iman personal saja maka kita akan
mudah menjadi orang yang egois dan fanatic
Agar kita selalu berkembang, maka kita harus berusaha untuk hidup bersama
secara harmonis dengan semua orang dan dalam Jemaat Beriman (umat)
PELAJARAN 7
AKU WARGA MASYARAKAT
Masyarakat: Sejumlah Manusia dalam arti seluas-luasnya
dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Misalnya:
- Masyarakat
Desa: masyarakat yang pendudukannya
mempunyai mata pencaharian utama disektor bercocok tanam, perikanan,
peternakanMasyarakat Kota: masyarakat yang penduduknya mempunyai
mata pencaharian disektor perdagangan dan industri atau yang bekerja
disektor administrasi pemerintah
- Masyarakat
Madani: masyarakat kota atau
masyarakat yang menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh
penguasaan iman, ilmu dan teknologi yang berperadaban.
- Masyarakat
Majemuk: masyarakat yang
terbagi di dalam kelompok persatuan yang sering memiliki budaya yang
berbeda
- Masyarakat
Modern: Masyarakat yang
perekonomiannya berdasarkan pasar secara luas, spesialisasi di bidang
industri, dan pemakaian teknologi canggih.
- Masyarakat
Primitif: Masyarakat yang
mempunyai sistem ekonomi sederhana
- Masyarakat
Tradisional: masyarakat yang
lebih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama.
Kita semua adalah warga masyarakat. Selain sebagai pribadi, kita
masing-masing juga menjadi bagian dari suatu masyarakat.
Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan masyarakat demi perkembangan
kita sendiri. Sebaliknya masyarakat membutuhkan kita demi terciptanya hidup
bersama sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita berperan
sebagai warga masyarakat yang baik, bersama warga masyarakat yang lain, kita
dapat berperan sesuai dengan situasi kita.Agar.
Dalam hidup bermasyarakat, kita tidak cukup hanya menuntut hak kita,
tetapi kita juga harus memenuhi kewajiban kita.
Adapun Hak kita sebagai warga Masyarakat antara lain:
- Hak untuk hidup
- Hak untuk mendapatkan perlindungan
- Hak mendapat rasa aman
- Hak untuk mendapat pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
- Hak mendapat kesempatan untuk berkembang
- Mendapat perlakuan yang sama dalam hukum
dan pemerintahan
- Mendapatkan pendidikan dan pengajaran
dalam bidang apapun
- Hak mengeluarkan pendapat
- Kemerdekaan berserikat, berkumpul,
mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan
- Kebebasan memeluk agama, kemerdekaan
untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya.
- Ikut serta dalam usaha pembelaan Negara
- Mendapat jaminan kehidupan yang layak
bagi fakir miskin dan anak terlantar dll
Kita semua mempunyai hak yang sama dalam hidup bermasyarakat, hak-hak ini
perlu dipenuhi tanpa mengabaikan kewajiban kita.
Sedangkan Kewajiban kita sebagai Warga Negara adalah:
- Kewajiban menjaga ketertiban umum
- Kewajiban memelihara keamanan
- Mengupayakan kesejahteraan
- Memelihara kebersamaan dan kerukunan
demi keharmonisan hidup bersama
- Membayar pajak yang dikumpulkan dari
Warga Masyarakat digunakan untuk menunjang Pembangunan
- Menjunjung hukum dan pemerintahan yang
berlaku karena Indonesia adalah Negara Hukum
- Setia kepada Negara
- Ikut serta dalam Usaha Pembelaan Negara
- Menghormati dan memajukan Kebudayaan
Nasional
- Bersaksi dipengadilan bila diperlukan
- Petuh kepada Undang-Undang, termasuk
peraturan yang tertulis maupun yang tidak tertulis
- Memberikan suara dalam Pemilihan Umum
dll
Keseimbangan antara pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban perlu
dipahami oleh para remaja. Seringkali remaja kurang memiliki kepedulian
terhadap masyarakat karena, Minimnya Kontak dengan Masyarakat. Dengan
demikian remaja seringkali kurang menyadari hak dan kewajibannya sebagai
anggota masyarakat, akibatnya remaja seringkali menjadi pengganggu
ketertiban bermasyarakat seperti:
- Terlibat tawuran
- Merusak lingkungan
- Mengemudikan kendaraan yang membahayakan
sesamai pemakai jalan
- Melakukan tindakan kriminal seperti
pemerasan atau pencurian dll
Gereja mengajak setiap warganya untuk menyadari Hak Dan Kewajibannya
sebagai anggota Gereja sekaligus anggota Masyarakat, seperti yang terungkap dalam:
- Matius
17:24-27
Yesus mengajarkan agar setiap warga Negara
membayar pajak kepada Kaisar sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai Warga
Negara.
Semasa hidupnya Yesus tidak pernah menghasut
rakyat untuk bergerak melawan pemerintah.
Yesus cukup tegas melakukan kritik terhadap
pemimpin bangsaNya yang tindakkannyatidak tepat
- Matius
22: 15-22
Yesus menegaskan bahwa bahwa melaksanakan
kewajiban sebagai Warga Negara merupakan merupakan perwujudan Iman kepada
Allah.
Yesus mengharapkan setiap orang menghargai
pemerintah, tetapi tidak melemahkan atau menomor duakan hormat kepada Allah.
- Gaudium
et Spes art 22
Gereja senantiasa peduli pada situasi
masyarakatnya dengan menegaskan “pertumbuhan pribadi manusia dan
perkembangan masyarakat sendiri saling tergantung”
- Gaudium
et Spes art 1
Setiap warga Geraja dipanggil untukmelayani
dan berperan dalam pelayanan itu sebagai warga masyarakat spt yang ditegaskan
yaitu “ kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman
sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita merupakan
kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para Murid Kristus juga”.
Pelayananyang dimaksudkan, tidak hanya dalam ‘Karya Amal Karitatif’ melainkan
keterlibatan aktif menaggapi persoalan-persoalan masyarakat.
PELAJARAN 8
PARA PEMIMPIN MASYARAKAT
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang memiliki pemikiran cerdas, bertindak biaksana, tidak memihak, mengutamakan kepentingan umum, Ia berada di tengah-tengah untuk menggerakkan atau memotivasi anak buahnya dan manakala anak buah bergerak ia juga mampu berda di belakan untuk mendukung dan member kekuatan kepada anak buahnya. Pemimpin selalu “tut wuri hanayani”. Ia penuh inisiatif untuk menggerakkan dan mendukung anak buahnya.
Para pemimpin yang baik menghasilkan karya-karya mengagumkan karena didukung dengan kerja keras, kedisiplinan, dan sadar akan peranannya.
Kel 3: 7-10 menceritakan tentang Musa sebagai pemimpin
yang harus hadir di depan bangsanya untuk menampilkan kehadiran Allah yang
menyelamatkan.
Ø Pemimpin sebagai symbol kehadiran Allah tampak juga dalam kisah-kisah Raja Daud. Allah hadir dalam dirinya sehingga hamper semua peperangan yang dipimpinnya untuk mengusir musuh bangsanya dimenangkannya, Pada massa pemerintah Daud, rakyat mengalami kesejahteraan besar dan sampai sekarang pun masa pemerintahnya selalu dilihat sebagai masa penyertaan Allah.
Ø Pemimpin sebagai symbol kehadiran Allah tampak juga dalam kisah-kisah Raja Daud. Allah hadir dalam dirinya sehingga hamper semua peperangan yang dipimpinnya untuk mengusir musuh bangsanya dimenangkannya, Pada massa pemerintah Daud, rakyat mengalami kesejahteraan besar dan sampai sekarang pun masa pemerintahnya selalu dilihat sebagai masa penyertaan Allah.
Ø Pemimpin yang baik menurut Yesus adalah orang yang rela berkorban demi kepentingan banyak orang. Sebaliknya, pemimpin yang lari ketika masayarakatnya dalam kesulitan dan membutuhkannya adalah pemimpin palsu atau pemimpin gadungan, Orang semaam ini tidak layak menjadi pemimpin masyarakat. Dia hanya ada kalau keadaan menguntungkan dirinya sendiri dan dia kurang peduli pada kebutuhan anak buahnya/rakyat. Selain itu, pemimpin yang baik mengenal dan juga dikenal oleh anak buahnya, sehingga ia bisa mengetahui kebutuhan anak buahnya. Dengan demikianm pemimpin tersebut bisa memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan anak buahnya/rakyat.
Ø Pemimpin yang baik selalu berusaha untuk berkenan kepada Allah dalam tindakan-tindakannya. Dia selalu berusaha melakukan yang menjadi kehendal Allah dan bukan keinginannya sendiri. Karena dia merasa dikenal oleh Allah, maka dia berani dan tidak ragu-ragu dalam tindakannya karena yang dilakukannya sesuai dengan kehendak Allah. Ia yakin akan perlindungan dan dukugnan Allah dalam usahanya memenuhi harapan dan kebutuhan anak buahnya atau rakyatnya.
Ø Menurut Yesus, pemimpin yang terkemuka adalah pemimpin Yang menjadi abdi banyak orang, yang melaksanakan hal-hal yang dibutuhkan atau diharapkan banyak orang. Jadi, ukuran baik dan tidaknya seorang pemimpin adalah besarnya jasa dan manfaatnya bagi banyak orang atau sejauh mana pelayanannya dinikmati banyak orang.
Ø Kita, di tempat kita masing-masing, wajib menghormati, menaati, dan mendukung pemimpin kita yang sah karena pemimpin yang sah merupakan simbol kehadiran Allah.
PELAJARAN 9
KEBEBASAN YANG BERTANGGUNGJAWAB
Kebebasan memiliki 2 arti. Yaitu “kebebasan untuk” dan “kebebasan dari” .
Kebebasan untuk berarti setiap orang memiliki keinginan untuk
berbuat sesuatu yang bernilai. Kebebasan
dari berarti kebebasan tidak boleh dilakukan karena paksaan orang lain atau
paksaan orang lain.
Ø Kebebasan Kristiani bukanlah kebebasan tanpa aturan atau kebebasan yang bertentangan dengan sikap bertanggung jawab. Bertindak semau-maunya, apalagi yang merugikan orang lain atas nama kebebasan”. Sama dengan menipu diri. Sebab, setiap orang Kristen harus memiliki sikap yang sportif dan positif terhadap sesama warga masyarakat, memiliki kasih kepada sesamanya, dan hormat kepada pemimpin yang menjamin ketertiban dalam masyarakat
Ø Kebebasan yang bertanggung jawab adalah kebebasan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan miat dan bakat masing-masing, dan bukannya kebebasan yang mengakibatkan orang lain menderita atau terganggu. Kebebasan yang bertanggung jawab dihayati berdasarkan peran suara hati yang benar. Oleh karena itu, kita perlu membina hati nurani terus-menerus agar tindakan-tindakan kita senantiasa sesuai dengan kehedak Allah, bermanfaat bagi sesama dan sekaligus mengembangkan diri kita.
Ø Banyak cara untuk mimbina suara hati, antara lain: mawas diri, membaca buku-buku rohani, berdoa dan merenungkan Kitab Suci, bertanya pada orang lain saat mengalami keraguan bertindak dan membiasakan diri untuk selalu mengikuti bisikan suara hati dan melaksanakannya.
Ø Kebebasan Kristiani bukanlah kebebasan tanpa aturan atau kebebasan yang bertentangan dengan sikap bertanggung jawab. Bertindak semau-maunya, apalagi yang merugikan orang lain atas nama kebebasan”. Sama dengan menipu diri. Sebab, setiap orang Kristen harus memiliki sikap yang sportif dan positif terhadap sesama warga masyarakat, memiliki kasih kepada sesamanya, dan hormat kepada pemimpin yang menjamin ketertiban dalam masyarakat
Ø Kebebasan yang bertanggung jawab adalah kebebasan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan miat dan bakat masing-masing, dan bukannya kebebasan yang mengakibatkan orang lain menderita atau terganggu. Kebebasan yang bertanggung jawab dihayati berdasarkan peran suara hati yang benar. Oleh karena itu, kita perlu membina hati nurani terus-menerus agar tindakan-tindakan kita senantiasa sesuai dengan kehedak Allah, bermanfaat bagi sesama dan sekaligus mengembangkan diri kita.
Ø Banyak cara untuk mimbina suara hati, antara lain: mawas diri, membaca buku-buku rohani, berdoa dan merenungkan Kitab Suci, bertanya pada orang lain saat mengalami keraguan bertindak dan membiasakan diri untuk selalu mengikuti bisikan suara hati dan melaksanakannya.
PELAJARAN 10
MENJUNJUNG TINGGI
MARTABAT MANUSIA
Begitu banyak pristiwa di dalam masyarakat yang menunjukan adanya tindakan tidak menghargai martabat luhur manusia. Bertindak semena-mena terhadap orang lain, menjadikan orang lain sebagai budak, menggaji para pegawai/buruh dengan upah yang sangat rendah, pelecehan terhadap jenis kelamin lain, menganiaya orang lain, dan sebagainya. Itu semua merupakan contoh-contoh tindakan yang merendahkan martabat luhur manusia.
Kisah para wanita yang mengalami tindak kekerasa dan penganiayaan sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) hanyalah salah satu pristiwa di antara begitu banyak pristiwa lain yang menunjukan adanya perendahan terhadap martabat luhur manusia. Dari berita-berita yang ada, kita mengetahui bahwa tindakan yang merendahkan martabat luhur manusia membuat penderitaan yang luar biasa bagi roang yang mengalamai dan keluarganya. Bahkan, Penderitaan yang dialami itu dirasakannya sepanjang hidup, baik dalam hal fisik maupun kejiwaan
Penyebab tindakan yang merendahkan martabaat manusia itu antara lain:
Tiadanya penghargaan terhadap hidup;
Adanya anggapan bahwa kedudukan orang lain
lebih rendah daripada dirinya; Memperlakukan orang lain sebagai objek atau
barang orang lain tidak diperlakukan seperti citra Allah
Zakheus dikenal sebagai pemunguk cukai. Pekerjaan ini
dalam masyarakat Yahdi dipandang sebagai pekerjaan yagn “basah”tetapi jahat.
Pemungut cukai dianggap kolaborator penjajah Romawi yang suka memeras rakyat.
Dengan pekerjaan ini, orang bisa memperoleh kekayaan yang dapat menjamin
kehidupannya setiap hari. Zakheus pun sebagai pemungut cukai juga dikenal kaya.
Namun karena pekerjaanya sebagai pemungut cukai, Zakheus dipandang sebagai
pendosa yang patut dijauhi.
Berbeda dengan masyarakat Yahudi, Yesus
justru menerima Zakheus apa adanya dan menghargai dia. Yesus tidak menolak
Zakheus. Yesus bahkan bersedia menumpangdi rumah Zakheus. Tindakan Yeusus ini
membawa suka cita bagi Zakheus. Penerimaan Yesus yang menghargai Zakheus apa
adanya mendorong Zakheus berbuat kebaikan, seperti ia katakana kepada Yesus:
“Tuhan setengah dari miliku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya
ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan kepadanya.”(ay. 8)
Tindakan Yesus terhadap Zahkeus menjadi contoh konkret bagaimana seharusnya perlakuan manusia terhadap manusia lai. Sekalipun dipandang sebagai orang yang rendah, berdosa karena memiliki pekerjaan sebagai pemungut cukai (pajak), naamun Yesus tetap memperlakukan Zahkeus sebagaimana mestinya. Zakheus tidak dirindahkan tetapi dihargai martabatnya.
Dari tindakan Yesus dan tindakan orang-orang yang ikut memperjuangkan keluhuran martabat manusia, kita dapat menemukan bahwa bagaimana pun juga sebagai citra Allah manusia harus dihargai tanpa kecuali. Segala sesuatu di dunia ini harus diarahkan kepada manuia sebagai ciptaan Allah yang luhur. Manusia tidak dapat diperlakukan sebagai objek untuk mencapai tujuan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Inilah sikap dasar yang penting untuk pengembangan martabat manusia.
Gereja sangat
menolak tegas hukuman mati dengan alas an hanya Allah yang berhak mencabut
nyawa manusia, dan hukuman mati merupakan pengangkalan atas hak hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar