Berbagai Fakta Kerusuhan antar umat beragama:
v
Di tanah air dapat dicatat kerusuhan antara umat Islam dan Kristen di
Ambon, Poso dan secara laten dan kecil-kecilan terjadi di banyak tempat lain.
v
Di khasmir sering ada kerusuhan dan perang antara umat Hindu dan Islam.
v
Di Irlandia
Utara sering terjadi kerusuhan dan pertikaian antara umat katolik dan umat
protestan
v
Di beberapa
negara di timur tengah orang-orang Kristen sering mengalami tindakan kekerasan.Ada
umat kristen yang diusir dan bahkan ada yang dipaksa masuk agama tertentu.
v
Di Eropa dan
amerika kelompok agama minoritas(Islam) sering diintimidasi.
Sebab-sebab kerusuhan antar-pemeluk Agama
v
Agama sering diperalat atau
ditunggangi demi kepentingan lain
yang bersifat politis dan ekonomis
v
Fanatisme sempit karena kurang memahami agamanya sendiri dan agama
orang lain.
v Merasa posisi dan pengaruhnya terancam karena adanya agama lain. Merasa
agama lain sebagai saingan.
vPencemaran simbol-simbol agama oleh pemeluk agama lain. Hal ini sering
membakar emosi massa, karena agama sering diyakini sebagai benteng terakhir
untuk menengakkan martabat pribadi atau kelompok.
Akibat Kerusuhan
antar-pemeluk Agama:
v Hilangnya sekian banyak
nyawa secara sia-sia, bahkan nyawa
orang-orang yang tidak berdosa.
v Terjadinya gelombang
pengungsian, sebab mereka takut dan sudah kehilangan segala-galanya.
v Terjadinya bumi hangus.
Segala sarana dan prasarana, termasuk sarana dan prasarana agama, telah habis di bakar.
v Trauma yang berkepanjangan
bagi mereka yang telah mengalaminya
v Segala kegiatan baik
ekonomi, pendidikan, maupun keagamaan tidak dapat berjalan lagi.
Fungsi
Agama-Agama
Mewartakan keselamatan.
Semua agama mewartakan dan menjanjikan keselamatan, bukan bencana. Karena mewartakan dan
menjanjikan keselamatan itulah, maka manusia memeluk suatu agama. Manusia
mendambakan keselamatan.
Mewartakan arti hidup.
Agama-agama memberikan pandangan hidup dan menyakinkan penganut-penganutntya
untuk menghayati pandangan hidup itu. Agama memberi jawaban atas pertanyaan
hidup: darimana asal hidup manusia, apa makna hidup manusia, apa tujuan hidup
manusia, dsb. Menghayati pandangan hidup menurut agamanya akan membuat manusia
bahagia dan selamat.
Mengajarkan cara hidup.
Semua agama mengajarkan kepada para penganutnya untuk hidup baik; hidup
beretika dan hidup bermoral; hidup yang baik akan membahagiakan dan menyelamatkan.
Dalam UUD 45 pasal 29
ayat 1 dan 2 ditulis:
Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang
MahaEsa
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu.
Dengan ayat-ayat itu
ingin dikatakan:
Masyarakat
Indonesia adalah masyarakat yang beragama karena didasarkan atas
Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, orang harus
beragama atau berkepercayaan.
Setiap warga Negara bebas memeluk dan menjalankan ibadat
sesuai dengan agama masing.
Setiap agama wajib
menghormati dan memberi kebebasan pihak lain untuk melaksanakan ibadatnya.
Setiap agama dilarang memaksa seseorang atau sekelompok
orang untuk menganut agamanya.
Ajaran/Pandangan
Gereja Katolik
Dari Kitab Suci (Injil)
Gereja berpedoman pada
sikap Yesus sendiri. Semasa hidup-Nya
di dunia, Yesus menyapa dan
bersahabat dengan siapa saja apa pun
keyakinan dan agamanya. Misalnya, Yesus menyapa dan berdialog tentang
keselamatan dengan wanita Samaria (Lih.
4: 1-42).Oleh karena itu orang Yahudi,
bangsa Samaria dianggap bangsa yang setengah kafir. Yesus menolong perwira Romaw
idari Kapernaum yang hambanya sakit (Lih. Mat 8: 5-130. Bangsa
Romawi adalah bangsa penyembah dewa-dewa.Yesus juga mendengarkan permohonan
wanita Siro-Fenesia yang dari suku-suku penyembah berhala. (lih. Mrk
7: 24-30) Yesus tidak mempersoalkan
agama, tetapi belas kasih dan persaudaraan. Untuk menegaskan sikap-Nya
itu Yesus pernah menceritakan
perumpamaan tentang orang Samaria yang
baik hati (lih.Lukas 10: 25-37). Orang
Samaria itu sanggup menjadi sesama bagi
orang lain yang menderita, tanpa memandang asal-usul dan latar belakang
hidupnya. Orang yang berbeda suku,
agama, cara beribadah, berbeda kebudayaannya
ditolongnya, dikasihnya
sepenuh hati, dengan segenap jiwa dan akalbudinya. Itulah
persaudaraan sejati.Persaudaraan sejati manusia sesama makhluk Tuhan.Persaudaraan
sejati tidak dibatasi oleh ikatan darah, suku, atau agama. Setiap manusia siapa
pun dia sungguh harus dikasihi sebagai
saudara dan sesama.
b. Konsili Vatikan II.
Dalam Konsili vatikan II dalam dokumen “Nostra Aetate” Art. 1 dan 2 mengatakan bahwa kita
hendaknya menghormati agama-agama
dan kepercayaan lain, sebab
dalam agama-agama itu terdapat pula kebenaran dan keselamatan. Kita hendaknya
berusaha dan bersatu
dalam persaudaraan yang sejati demi
keselamatan manusia dan bumi tempat tinggal kita ini.
C.
Usaha-usaha untuk Membangun Persaudaraan Sejati antar-pemeluk Agama
1.Kita berusaha
agar agama tidak diperalat demi kepentingan politik dan ekonomi
2.Kita mengambil sikap untuk menjauhkan diri dari
setiap provokasi yang muncul dari fanatisme buta
3.Kita menjaga agar tidak terjadi pencemaran
terhadap smbol-simbol agama manapun.
Bentuk-Bentuk
Dialog antar umat beragama:
1.
Dialog Kehidupan
Dialog kehidupan diperuntukan bagi semua
orang dan sekaligus level dialog yang paling mendasar. Sebab ciri kehidupan
bersama sehari-hari dalam masyarakat majemuk yang paling umum dan mendasar
adalah dialogis. Kita sering hidup bersama dengan umat beragama lain di
lingkuman atau daerah.
2.
Dialog Karya
Dialok kerja adalah kerja sama yang lebih
itens dan mendalam dengan para pengikut agama lain. Dalam hidup bersama dengan
umat lain kita sering didorong untuk bekerja sama demi kepentingan bersama atau
kepentingan yang lebih luas dan luhur.
3.
Dialog Pengalaman Iman
Saling memperkaya dan memajukan penghayatan
nilai-nilai tertinggi dan cita-cita rohani masing-masing pribadi untuk dapat
saling memperkaya walaupun berbeda agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar