05 Maret 2021

Materi Kelas XII: Membangun Kerjasama antar umat beragama

 Berbagai Fakta Kerusuhan antar umat beragama:

v  Di tanah air dapat dicatat kerusuhan antara umat Islam dan Kristen di Ambon, Poso dan secara laten dan kecil-kecilan terjadi di banyak tempat lain.

v  Di khasmir sering ada kerusuhan dan perang antara umat  Hindu dan Islam.

v  Di Irlandia Utara sering terjadi kerusuhan dan pertikaian antara umat katolik dan umat protestan

v  Di beberapa negara di timur tengah orang-orang Kristen sering mengalami tindakan kekerasan.Ada umat kristen yang diusir dan bahkan ada yang dipaksa masuk agama tertentu.

v  Di Eropa dan amerika kelompok agama minoritas(Islam)  sering diintimidasi.

Sebab-sebab kerusuhan antar-pemeluk  Agama

v  Agama  sering diperalat atau ditunggangi demi  kepentingan  lain  yang bersifat politis dan ekonomis

v  Fanatisme sempit karena kurang memahami agamanya sendiri dan  agama   orang lain.

v Merasa posisi dan pengaruhnya terancam karena adanya agama lain. Merasa agama lain sebagai saingan.

vPencemaran simbol-simbol agama oleh pemeluk agama lain. Hal ini sering membakar emosi massa, karena agama sering diyakini sebagai benteng terakhir untuk menengakkan martabat pribadi atau kelompok.

 

Akibat Kerusuhan antar-pemeluk Agama:

v  Hilangnya sekian banyak nyawa secara sia-sia, bahkan nyawa  orang-orang  yang tidak berdosa.

v  Terjadinya gelombang pengungsian, sebab mereka takut dan sudah kehilangan segala-galanya.

v  Terjadinya bumi hangus. Segala sarana dan prasarana, termasuk sarana dan prasarana  agama, telah habis di bakar.

v  Trauma yang berkepanjangan bagi mereka  yang  telah mengalaminya

v  Segala kegiatan baik ekonomi, pendidikan, maupun keagamaan tidak dapat berjalan lagi.

Fungsi Agama-Agama

Mewartakan keselamatan. Semua agama mewartakan dan menjanjikan keselamatan,  bukan bencana. Karena mewartakan dan menjanjikan keselamatan itulah, maka manusia memeluk suatu agama. Manusia mendambakan keselamatan.

Mewartakan arti hidup. Agama-agama memberikan pandangan hidup dan menyakinkan penganut-penganutntya untuk menghayati pandangan hidup itu. Agama memberi jawaban atas pertanyaan hidup: darimana asal hidup manusia, apa makna hidup manusia, apa tujuan hidup manusia, dsb. Menghayati pandangan hidup menurut agamanya akan membuat manusia bahagia dan selamat.

Mengajarkan cara hidup. Semua agama mengajarkan kepada para penganutnya untuk hidup baik; hidup beretika dan hidup bermoral;  hidup  yang baik akan membahagiakan dan menyelamatkan.

Dalam UUD 45 pasal 29 ayat 1 dan 2 ditulis:

Negara  berdasarkan atas Ketuhanan  Yang  MahaEsa

Negara  menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Dengan ayat-ayat itu ingin dikatakan:

Masyarakat Indonesia  adalah masyarakat  yang beragama karena didasarkan atas Ketuhanan  Yang  Maha Esa. Oleh karena itu, orang harus beragama atau berkepercayaan.

Setiap warga  Negara bebas memeluk dan menjalankan ibadat sesuai dengan  agama masing.

Setiap agama wajib menghormati dan memberi kebebasan pihak lain untuk melaksanakan ibadatnya.

Setiap agama  dilarang memaksa seseorang atau sekelompok orang untuk menganut agamanya.

Ajaran/Pandangan Gereja Katolik

Dari Kitab Suci (Injil)

Gereja berpedoman pada sikap Yesus sendiri. Semasa hidup-Nya  di  dunia, Yesus menyapa dan bersahabat dengan siapa saja apa pun  keyakinan dan agamanya. Misalnya, Yesus menyapa dan berdialog tentang keselamatan dengan wanita  Samaria (Lih. 4: 1-42).Oleh karena itu  orang Yahudi, bangsa Samaria dianggap bangsa  yang  setengah kafir. Yesus menolong perwira Romaw idari Kapernaum  yang  hambanya sakit (Lih. Mat 8: 5-130. Bangsa Romawi adalah bangsa penyembah dewa-dewa.Yesus juga mendengarkan permohonan wanita Siro-Fenesia  yang  dari suku-suku penyembah berhala. (lih. Mrk 7: 24-30) Yesus tidak mempersoalkan  agama, tetapi belas kasih dan persaudaraan. Untuk menegaskan sikap-Nya itu Yesus  pernah menceritakan perumpamaan tentang  orang Samaria  yang  baik hati (lih.Lukas 10: 25-37). Orang  Samaria itu sanggup menjadi sesama bagi  orang lain yang menderita, tanpa memandang asal-usul dan latar belakang hidupnya. Orang  yang berbeda suku, agama, cara beribadah,  berbeda  kebudayaannya  ditolongnya, dikasihnya  sepenuh  hati,  dengan segenap jiwa dan akalbudinya. Itulah persaudaraan sejati.Persaudaraan sejati manusia sesama makhluk Tuhan.Persaudaraan sejati tidak dibatasi oleh ikatan darah, suku, atau agama. Setiap manusia siapa pun dia sungguh harus dikasihi  sebagai saudara dan  sesama.

b. Konsili Vatikan II.

Dalam Konsili vatikan II dalam dokumen “Nostra  Aetate” Art. 1 dan 2 mengatakan bahwa kita hendaknya  menghormati  agama-agama  dan  kepercayaan  lain, sebab   dalam agama-agama itu terdapat pula kebenaran dan keselamatan. Kita  hendaknya  berusaha  dan  bersatu  dalam persaudaraan yang  sejati  demi  keselamatan  manusia  dan bumi tempat  tinggal kita ini.

C. Usaha-usaha untuk Membangun Persaudaraan Sejati antar-pemeluk Agama

1.Kita berusaha  agar agama tidak diperalat demi kepentingan politik dan ekonomi

2.Kita mengambil sikap untuk menjauhkan diri dari setiap provokasi yang muncul dari fanatisme buta

3.Kita menjaga agar tidak terjadi pencemaran terhadap smbol-simbol agama manapun.

Bentuk-Bentuk Dialog antar umat beragama:

1.      Dialog Kehidupan

Dialog kehidupan diperuntukan bagi semua orang dan sekaligus level dialog yang paling mendasar. Sebab ciri kehidupan bersama sehari-hari dalam masyarakat majemuk yang paling umum dan mendasar adalah dialogis. Kita sering hidup bersama dengan umat beragama lain di lingkuman atau daerah.

2.      Dialog Karya

Dialok kerja adalah kerja sama yang lebih itens dan mendalam dengan para pengikut agama lain. Dalam hidup bersama dengan umat lain kita sering didorong untuk bekerja sama demi kepentingan bersama atau kepentingan yang lebih luas dan luhur.

3.      Dialog Pengalaman Iman

Saling memperkaya dan memajukan penghayatan nilai-nilai tertinggi dan cita-cita rohani masing-masing pribadi untuk dapat saling memperkaya walaupun berbeda agama.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...