Dalam kitab Suci, tidak hanya dikatakan bahwa manusia diciptakan sebagai Citra Allah saja,tetap juga ditegaskan mengenai tugas dan panggilan manusia sebagai Citra Allah.
Dalam Kitab Kejadian 1:26-30, ditegaskan bahwa
manusia sebagai Citra Allah dipanggil untuk:
· Beranak cucu dan
bertambah banyak
· Memenuhi bumi dan
menaklukkannya
· Berkuasa atas makhluk ciptaan Allah yang lainnya
Tugas dan panggilan manusia sebagai Citra Allah yang agung perlu ditempatkan dalam konteks “Karya Keselamatan Allah” yang dikehendaki oleh allah sendiri yaitu: Keselamatan manusia berkaitan erat dan sangat ditentukan oleh sikap manusia itu sendiri terhadap ciptaan yang lainnya, ini berarti bahwa manusia tidak dapat bersikap sewenang-wenang atas kuasa dan panggilan Allah tersebut.
Dalam kitab Kejadian 1:26-30, secara lebih mendasar ditegaskan bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Allah dikuasakan pengelolaannya kepada manusia sebagai Citra Allah.Manusia diberi kuasa untuk mengelola alam beserta isinya,
Maka alam beserta
isinya harus:
·
Dipelihara
·
Ditumbuh kembangkan
·
Dimanfaatkan
Sedemikan rupa demi kehidupan dan kesejahteraan manusia seluruhnya baik secara pribadi, maupun bersama.
Dalam Kitab Kejadian 1:26-28, ditegaskan pula bahwa kuasa manusia atas
alam beserta isinya berasal dari Allah, ini berarti bahwa manusia tidak mempunyai kuasa mutlak atas
alam ini.
Mengusai alam bukan berarti bahwa manusia boleh bertindak sewenang-wenang
terhadap alam beserta isinya, melainkan kuasa yang diberikan Allah itu adalah
kuasa untuk mengelola alam beserta isinya berdasarkan kehendak Allah sendiri.
Kuasa yang diberikan Allah kepada manusia sifatnya terbatas, ini berarti bahwa manusia tidak dapat menjalankan sesuatu melebihi kekuasaan Allah sendiri dan kuasa itu perlu dijalankan secara bijaksana demi kemuliaaan Allah serta demi kebahagiaan manusia sendiri.
Manusia harus menjalankan panggilannya sebagai Citra Allah sesuai dengan
kehendak allah yang harus ditampakkan pada kesadaran akan hal-hal berikut
yaitu:
· Segala sesuatu berasal dan diciptakan allah serta terarah pada
penciptaNya
· Tiap makhluk mempunyai kelebihan dan kesempurnaannya sendiri
· Semua makhluk ciptaan Allah mempunyai ketergantungan antara satu dengan yang lain dan
saling melengkapi.
Sikap yang perlu dikembangkan dalam menjalankan
panggilan manusia sebagai Citra Allah adalah:
Sikap bertanggung jawab dan berusaha untuk menampilkan keCitraan Alah sendiri sebagai pencipta dan pemelihara melalui kata-kata, sikap dan perbuatan sehari-hari, bukan kata-kata, sikap dan perbuatan yang menguasai dan menghancurkan orang lain.
Tugas manusia adalah adalah mewujudkan keutuhan
ciptaan Allah yang baik adanya. Tugas tersebut
meliputi 4 hal yaitu:
- Membuka diri terhadap Allah
- Membangun solidaritas dengan sesama
- Mengolah dan memelihara
dunia-alam semesta
- Membangun diri sendiri
Dalam pokok-pokok itu manusia sebagi Citra Allah menjadi partner Allah
dan bersama-sama Allah bertanggung jawab atas hidup baru yang diserahkan Allah
kepada mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata banyak situasi yang menunjukkan tindakan manusia yang tidak atau belum mencerminkan panggilan manusia sebagai Citra Allah.
Faktor
penyebab yang utama adalah: egoisme dan keserakahan manusia serta sikap
tidak peduli terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain.
Adapun contoh sikap atau tindakan manusia yang tidak menunjukkan dirinya
sebagai Citra Allah terhadap:
- Diri
Sendiri : Malas, Sombong, Egois, Iri, Dengki dll
- Alam/Lingkungan : Pembakaran hutan, pencemaran lingkungan/polusi, Merusak alam & lingkungan, pembuangan limbah membuang sampah sembarangan dll
- Orang lain/sesama : Perkelahian, tawuran, membunuh , mencuri, berbohong, melakukan tindakan kriminal dll
- Tuhan : Jarang berdoa, menyembah berhala, tidak menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang diyakininya, menyebut nama Tuhan dengan sembarangan dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar