A. Doa
1. Arti Doa
Doa
berarti berbicara dengan Tuhan secara pribadi; doa juga merupakan ungkapan iman secara pribadi dan bersama-sama. Oleh sebab itu, doa-doa Kristiani biasanya berakar dari kehidupan nyata. Doa selalu merupakan dialog yang bersifat pribadi antara manusia dan Tuhan dalam hidup nyata.
Dalam dialog tersebut, kita dituntut untuk lebih mendengar daripada berbicara, sebab firman Tuhan akan selalu menjadi pedoman yang menyelamatkan. Bagi umat umat Kristiani, dialog ini terjadi di dalam yesus Kristus, sebab dialah satu-satunya jalan dan perantara kita dalam komunikasi dengan
Allah.
Singkatnya:
▪ Doa selalu merupakan bentuk komunikasi antara manusia dan Tuhan
▪ Komunikasi ini dapat dalam bentuk batin (mediatasi) atau lisan (doa vocal)
▪ Dalam doa-doa itu diungkapkan “kebesaran” (kedaulatan-keabsolutan) Tuhan dan ketergantungan
manusia pada Tuhan
▪ Ada macam-macam isi doa, misalnya doa permohonan, doa syukur, doa pujian, dsb. 2.
Fungsi
doa :
▪ Mengkomunikasikan diri kita kepada Allah
▪ Mempersatukan diri kita kepada Tuhan
▪ Mengungkapkan cinta, kepercayaan, dan harapan kita kepada Tuhan.
▪Membuat diri kita melihat dimensi baru dari hidup dan karya kita, sehingga kita melihat hidup, pedrjuangan dan karya kita dengan mata iman;
▪ Mengangkat setiap karya kita menjadi karya yang bersifat apostolis atau merasul 3.
Syarat dan cara doa yang baik :
a. Syarat-syarat doa yang baik:
▪ Didoakan dengan hati
▪ Berakar dan bertolak dari pengalaman hidup
▪ Diucapkan dengan rendah hati
b. Cara-cara berdoa yang baik
▪ Berdoa secara batiniah. “tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamar..’’(mat 6: 5-6)
▪ Berdoa dengan cara sederhana dan jujur. “Lagi pula dalam doamu janganlah kamu
bertele-tele..” (Mat 6:7)
B. Doa Resmi Gereja
Doa kelompok yang resmi itu disebut ibadat atau liturgy. Doa itu doa resmi Gereja. Yang pokok bukan sifat “resmi” atau kebersamaan, melainkan kesatuan Gereja dengan Kristus dalam doa. Dengan demikian, liturgi adalah “karya Kristus, Imam Agung, serta tubuh-Nya, yaitu Gereja”. Oleh karena itu, liturgi tidak hanya merupakan “kegiatan suci yang santat istimewa”, tetapi juga wahana utama untuk mengantar umat Kristiani ke dalam persatuan pribadi dengan Kristus (Sacro sanctum Concilum art.7).
Doa resmi gereja tidajk sama dengan mendaraskan rumus-rumus hafalan doa-doa resmi, melainkan pertama-tama dan terutama adalah pernayataan iman di hadapan Allah. Doa berarti mengarahkan hati kepada
Tuhan. Yang berdoa adalah hati, bukan badan. Hal itu juga berlaku untuk doa pada umumnya dan doa pribadi. Tetapi, doa bersama membutuhkan sedikit keseragaman demi kesatuan doa dan pengungkapan iman.
Ibadat resmi Gereja tampak dalam ibadat pagi, ibadat siang, ibadat sore, ibadat malam, dan ibadat bacaan. Yang pokok dalam doa bukan sifat “resmi” atau kebersamaan, melainkan kesatuan Gereja dengan Kristus dalam doa. Dengan bentuk yang resmi, doa umat menjadi doa seluruh Gereja, yang sebagai mempelai Kristus berdoa bersama Sang Penyelamat, sekaligus tetap merupakan doa pribadi setiap anggota jemaat. Liturgi sungguh-sungguh menjadi doa dalam arti penuh jika semua yang hadir secara pribadi dapat bertemu dengan tuhan dalam doa bersama itu.
C.Sakramen-sakramen
Arti dan makna Sakramen :
- Sakramen adalah lambang atau simbol
- Sakramen-sakramen mengungkapakan karya Tuhan yang menyelamatkan
- Sakramen-sakramen meningkatkan dan menjamin mutu hidup kita sebagai orang Kristiani
Tujuh Sakramen
- Sakramen Permandian ( tanda Iman)
- Sakramen Penguatan (Tanda kedewasaan)
- Sakramen tobat
- Sakramen Ekaristi (tanda kesatuan)
- Sakramen Perminyakan Orang sakit
- Sakramen Pernikahan
- Sakramen Imamat
Sakramentali dan devosi dalam Gereja.
1. Sakramentali adalah tanda-tanda suci (berupa ibadat/upacara/pemberkatan) yang mirip dengan sakramen-sakramen. Berkat tanda-tanda suci ini berbagai buah rohani ditndai dan diperoleh melalui doa-doa permohonan dengan perantaraan Gereja.
Aneka ragam sakramentali:
- Pemberkatan, yakni pemberkatan orang, benda/barang rohani, tempat, makanan, dsb. Contoh: pemberkatan ibu hamil atau anak, alat-alat pertanian, mesin pabrik, alat transportasi, rumah, patung, Rosario, makanan, dsb. Pemberkatan atas orang atau benda tersebut adalah pujian kepada Allah dan doa untuk memohon anugerah anugerah-Nya.
- Pemberkatan dalam arti tahbisan rendah, yakni pentahbisan orang dan benda. Contoh: pentahbisan/pemberkatan lektor, akolit, dan katekis; pemberkatan benda atau tempat untuk keperluan liturgy, misalnya pemberkatan gereja/kapel. Altar, minyak suci, lonceng dan sebagainya.
2. Devosi
Devosi (latin:devotion=penghormatan) adalah bentuk-bentuk penghormatan/kebaktian khusus orang atau umat beriman kepada rahasia kehidupan Yesus yang tertentu, misalnya kesengsaraan-Nya, hati-Nya yang mahakudus, sakramen mahakudus, dsb. Devosi kepada orang orang kudus, misalnya devosi kepada santo-santa pelindung, devosi kepada Bunda Maria dengan berdoa Rosario atau mengunjungi tempat-tempat ziarah pada bulamn Mei atau oktober, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar