17 Maret 2022

MATERI AGAMA KATOLIK KELAS XI: GEREJA YANG MENGUDUSKAN

A. Doa 

1. Arti Doa 

Doa berarti berbicara dengan Tuhan secara pribadi; doa juga merupakan ungkapan iman secara  pribadi dan bersama-sama. Oleh sebab itu, doa-doa Kristiani biasanya berakar dari kehidupan  nyata. Doa selalu merupakan dialog yang bersifat pribadi antara manusia dan Tuhan dalam  hidup nyata. 

Dalam dialog tersebut, kita dituntut untuk lebih mendengar daripada berbicara, sebab  firman Tuhan akan selalu menjadi pedoman yang menyelamatkan. Bagi umat umat Kristiani,  dialog ini terjadi di dalam yesus Kristus, sebab dialah satu-satunya jalan dan perantara kita  dalam komunikasi dengan Allah.  

Singkatnya: 

Doa selalu merupakan bentuk komunikasi antara manusia dan Tuhan 

Komunikasi ini dapat dalam bentuk batin (mediatasi) atau lisan (doa vocal)

Dalam doa-doa itu diungkapkan “kebesaran” (kedaulatan-keabsolutan) Tuhan dan  ketergantungan

manusia pada Tuhan 

Ada macam-macam isi doa, misalnya doa permohonan, doa syukur, doa pujian, dsb. 2.


Fungsi doa :

Mengkomunikasikan diri kita kepada Allah 

Mempersatukan diri kita kepada Tuhan 

Mengungkapkan cinta, kepercayaan, dan harapan kita kepada Tuhan. 

Membuat diri kita melihat dimensi baru dari hidup dan karya kita, sehingga kita melihat  hidup, pedrjuangan dan karya kita dengan mata iman; 

Mengangkat setiap karya kita menjadi karya yang bersifat apostolis atau merasul 3.


Syarat dan cara doa yang baik :

a. Syarat-syarat doa yang baik: 

Didoakan dengan hati 

Berakar dan bertolak dari pengalaman hidup 

Diucapkan dengan rendah hati 

b. Cara-cara berdoa yang baik

Berdoa secara batiniah. “tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamar..’’(mat 6:  5-6) 

Berdoa dengan cara sederhana dan jujur. “Lagi pula dalam doamu janganlah kamu  bertele-tele..” (Mat 6:7) 

B. Doa Resmi Gereja 

Doa kelompok yang resmi itu disebut ibadat atau liturgy. Doa itu doa resmi Gereja. Yang pokok  bukan sifat “resmi” atau kebersamaan, melainkan kesatuan Gereja dengan Kristus dalam doa. Dengan  demikian, liturgi adalah “karya Kristus, Imam Agung, serta tubuh-Nya, yaitu Gereja”. Oleh karena itu, liturgi tidak hanya merupakan “kegiatan suci yang santat istimewa”, tetapi juga wahana utama untuk  mengantar umat Kristiani ke dalam persatuan pribadi dengan Kristus (Sacro sanctum Concilum art.7). 

Doa resmi gereja tidajk sama dengan mendaraskan rumus-rumus hafalan doa-doa resmi, melainkan  pertama-tama dan terutama adalah pernayataan iman di hadapan Allah. Doa berarti mengarahkan hati  kepada Tuhan. Yang berdoa adalah hati, bukan badan. Hal itu juga berlaku untuk doa pada umumnya  dan doa pribadi. Tetapi, doa bersama membutuhkan sedikit keseragaman demi kesatuan doa dan  pengungkapan iman. 

Ibadat resmi Gereja tampak dalam ibadat pagi, ibadat siang, ibadat sore, ibadat malam, dan  ibadat bacaan. Yang pokok dalam doa bukan sifat “resmi” atau kebersamaan, melainkan kesatuan  Gereja dengan Kristus dalam doa. Dengan bentuk yang resmi, doa umat menjadi doa seluruh Gereja,  yang sebagai mempelai Kristus berdoa bersama Sang Penyelamat, sekaligus tetap merupakan doa  pribadi setiap anggota jemaat. Liturgi sungguh-sungguh menjadi doa dalam arti penuh jika semua yang  hadir secara pribadi dapat bertemu dengan tuhan dalam doa bersama itu. 

C.Sakramen-sakramen 

Arti dan makna Sakramen :

  1. Sakramen adalah lambang atau simbol 
  2. Sakramen-sakramen mengungkapakan karya Tuhan yang menyelamatkan
  3. Sakramen-sakramen meningkatkan dan menjamin mutu hidup kita sebagai orang Kristiani

Tujuh Sakramen 

  1. Sakramen Permandian ( tanda Iman)
  2. Sakramen Penguatan (Tanda kedewasaan) 
  3. Sakramen tobat 
  4. Sakramen Ekaristi (tanda kesatuan) 
  5. Sakramen Perminyakan Orang sakit 
  6. Sakramen Pernikahan 
  7. Sakramen Imamat 

Sakramentali dan devosi dalam Gereja. 

1. Sakramentali adalah tanda-tanda suci (berupa ibadat/upacara/pemberkatan) yang mirip dengan  sakramen-sakramen. Berkat tanda-tanda suci ini berbagai buah rohani ditndai dan diperoleh melalui doa-doa permohonan dengan perantaraan Gereja. 

Aneka ragam sakramentali: 

  • Pemberkatan, yakni pemberkatan orang, benda/barang rohani, tempat, makanan, dsb. Contoh: pemberkatan ibu hamil atau anak, alat-alat pertanian, mesin pabrik, alat  transportasi, rumah, patung, Rosario, makanan, dsb. Pemberkatan atas orang atau  benda tersebut adalah pujian kepada Allah dan doa untuk memohon anugerah anugerah-Nya. 
  •   Pemberkatan dalam arti tahbisan rendah, yakni pentahbisan orang dan benda. Contoh:  pentahbisan/pemberkatan lektor, akolit, dan katekis; pemberkatan benda atau tempat  untuk keperluan liturgy, misalnya pemberkatan gereja/kapel. Altar, minyak suci, lonceng  dan sebagainya. 


2. Devosi 

Devosi (latin:devotion=penghormatan) adalah bentuk-bentuk penghormatan/kebaktian khusus  orang atau umat beriman kepada rahasia kehidupan Yesus yang tertentu, misalnya  kesengsaraan-Nya, hati-Nya yang mahakudus, sakramen mahakudus, dsb. Devosi kepada orang orang kudus, misalnya devosi kepada santo-santa pelindung, devosi kepada Bunda Maria  dengan berdoa Rosario atau mengunjungi tempat-tempat ziarah pada bulamn Mei atau oktober, dan sebagainya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...