17 Maret 2022

MATERI AGAMA KATOLIK KELAS XI: GEREJA YANG MELAYANI (DIAKONIA)

 GEREJA YANG MELAYANI (DIAKONIA)

Yesus mengenal struktur masyarakat feudal pada zaman-Nya, yakni adanya kelas-kelas dan tingkat-tingkat dalam masyarakat. Tetapi, Yesus berkata “tidaklah demikian di antara murid-murid-Nya” Mereka harus memiliki sikap yang lain, yakni sikap melayani. Sesudah membasuh kaki murid-murid-Nya pada malam Perjamuan Terakhir, Yesus pernah berkata: “Jika Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki”. (Yoh 13:13-14). “Karena Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani”. (Mrk 10:45). Iutulah sikap yang diharapkan oleh Kristus terhadap murid-murid-Nya.

Semangat pelyananan itu harus diteruskan di dalam Gereja-Nya. Hal itu ditekankan lagi oleh Konsili Vatikan II. Tugas kegembalaan atau kepemimpinan dalam Gereja adalah tugas pelayanan.

1.    Dasar Pelayanan dalam Gereja.

Dasar pelayanan dalam Gereja adalah semangat pelayanan Kristus sendiri. Barangsiapa menyatakan diri murid, “ia wajib hidup sama seperti hidup Kristus” (1 Yoh 2:6). Yesus yang “mengambil rupa seorang hamba” (Flp 2:7) tidak ada artinya jika para murid-Nya  mengambil rupa para penguasa. Pelayanan beaerti mengikuti jejak Kristus. Perwujudan iman Kristiani adalah pelayanan. Yesus bersabda: “Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan” (Lk 17:10)

Pelayanan Kristiani adalah sikap pokok para pengikut Yesus. Dengan kata lain, melayani adalah tanggung jawab setiap orang Kristiani sebagai konsekuen dari imannya. Dengan demikian, orang Kristen tidak hanya bertanggung jawab terhadap Allah dan Putera-Nya, Yesus Kristus, tetapi juga bertanggung jawab terhadap orang lain dengan menjadi sesamanya.

2.    Ciri-ciri Pelayanan Gereja.

Ciri pelayanan Gereja dapat disebut antara lain:

 Bersikap sebagai pelayan

Yesus menyuruh para murid-Nya selalu bersikap sebagai “yang paling rendah dari semua dan sebagai pelayan dari semua” (Mrk 9:35). Yesus sendiri memberi teladan dan menerangkan bahwa demikianlah kehendak Bapa. Menjadi pelayan adalah sikap iman yang radikal.

Ciri religius pelayanan Gereja ialah menimba kekuatannya dari sari teladan Yesus Kristus.

 Orientasi pelayanan Gereja terutama ditujukan kepada kaum miskin.

Dalam usaha pelayanan kepada kaum miskin janganlah mereka menjadi obyek belas kasihan. Pelayanan bearti kerja sama, di dalamnya semua orang merupakan subyek yang ikut bertanggung jawab. Yang pokok adalah harkat, martabat, harga diri, bukan kemajuan dan bantuan spiritual ataupun sosial, yang hanyalah sarana. Tentu sarana-sarana adalah juga penting, dan tidak dapat ditinggalkan begitu saja, namun yang pokok adalah sikap pelayanan itu sendiri.

Kerendahan hati

Dalam pelayanan, Gereja (kita) harus tetap bersikap rendah hati. Gereja tidak boleh berbangga diri, tetapi tetap melihat dirinya sebagai “hamba yang tak berguna” (Lk 17:10)

3.   bentuk-bentuk Pelayanan Gereja

Pelayanan Gereja dapat bersifat ke dalam, tetapi juga ke luar. Pelayanan ke dalam adalah pelayanan untuk membangun jemaat. Pelayanan ini pada dasarnya dipercayakan kepada hierarki, namun awam pun diharapkan berpartisipasi di dalamnya, misalnya dengan melibatkan diri dalam kepengurusan Dewan Keuskupan, Dewan Paroki, Pengurus Wilayah/Lingkungan, dsb.

Pelayanan keluar yang lebih difokuskan adalah pelayanan demi kepentingan masyarakat luas. Bentuk-bentuk pelayanan Gereja Katolik Indonesia untuk masyarakat luas antara lain:

Pelayanan di bidang kebudayaan dan pendidikan

Di bidang budaya, Gereja berusaha melestarikan budaya asli yang bernilai. Di bidang pendidikan, Gereja berupaya membangun sekolah-sekolah untuk pendidikan formal, tetapi juga membangun kursus-kursus ketrampilan yang berguna.

Pelayanan Gereja di bidang kesejahteraan

Di bidang ekonomi, Gereja mendirikan lembaga-lembaga social ekonomi yang memperhatikan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil. Di bidang kesehatan, Gereja mendirikan rumah-rumah sakit dan poliklinik untuk memperbaiki dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Pelayanan Gereja di bidang politik dan hukum

Di bidang politik, Gereja dengan tugas nabiahnya  menyerukan supaya diciptakan situasi politik dan hukum yang berorientasi pada kepentingan rakyat banyak. Gereja mengajak umatnya untuk berpartisipasi dalam politik lewat partai-partai dan oramas yang mengutamakan kepentingan rakyat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...