BAB 1
MANUSIA CITRA ALLAH
Pengertian kata “Citra”
v Kata “Citra” dapat diartikan sebagai
gambaran (image) yang menunjuk pada identitas atau ciri seseorang atau
kelompok.
v Kata “Citra” biasanya juga dikaitkan
dengan suatu nilai yang dianggap ideal dan baik, dan umumnya terkait erat
dengan tindakan, sifat atau karakter seseorang.
v Istilah “Citra” juga mempunyai makna
keserupaan, gambaran atau kemiripan antara seseorang atau kelompok yang
dicitrakannya.
v Istilah “Citra” merupakan perpaduan arti dari kata-kata “Gambar” dan “Rupa”
Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia baik adanya. Manusia menjadi ciptaan yang termulia dari segala makhluk hidup. Dunia beserta isinya diserahkan kepada manusia. Karena akal-budinya, manusia tidak hanya mampu mempertahankan hidupnya dan mempertahankan jenisnya, tetapi juga mampu memperkembangkan dan dan meningkatkan mutu hidupnya.
Manusia
tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, tetapi dapat mengolah
dan mengatur, merubah dan menguasai lingkungannya, serta menguasai dan
memanfaatkan ciptaan-ciptaan lainnya.
Dalam hal inilah manusia merupakan “ Citra Allah”.
Kata “Citra
Allah” terungkap dalam Kitab Kejadian. Kisah penciptaan manusia dalam Kitab
Kejadian memakai 2 iastilah yang saling melengkapi dan saling memperbaiki
yaitu:
v Istilah “GAMBAR” (Bahasa Ibrani: Salem)
v Istilah “RUPA” (Bahasa Ibrani: Demuth)
Manusia Sebagai Citra Allah,
merupakan pengakuan yang paling dasar bagi manusia di hadapan Allah, adapun
beberapa hal yang akan di bahsa mengenai Manusia sebagai Citra Allah antara
lain :
A. AKU CITRA ALLAH
YANG UNIK
Setiap manusia itu unik, tak ada satu orangpun yang
mempunyai kesamaan dengan orang lain, bahkan manusia kembar sekalipun selalu
mempunyai perbedaan. Keunikan itu dapat diamati dari beberapa hal antara lain:
·
Fisik
·
Psikis
·
Bakat/kemampuan
·
Pengalaman-pengalaman yang
dimilikinya dll
Keunikan diri merupakan anugerah yang menjadikan diri
seseorang berbeda dan dapat dikenal serta diperlakukan secara khusus juga. Akan
menjadi sulit dibayangkan bila semua manusia sama dalam segala hal
Dalam menghadapi keunikan diri sering ditemukan 2 (dua) sikap
yaitu:
v Sikap positif
·
akan menerima keunikan sebagai
anugerah
·
bangga bahwa dirinya berbeda
·
bersyukur bahwa apapun yang ada pada
dirinya merupakan pemberian Tuhan yang baik adanya
·
percaya diri dan tidak merasa minder
·
selalu berusaha menjadi diri sendiri
·
memiliki harga diri
· hidup tenang dan mampu bergaul dengan siapa saja
v Sikap Negatif
·
tidak puas terhadap dirinya
·
kurang menerima keunikan diri
·
melakukan tindakan yang melawan
kehendak Tuhan
·
melakukan tindakan apapun demi
menutupi kekurangan diri (operasi plastik)
·
sering beranggapan seolah penampilan
luar lebih penting
Dalam kisah enciptaan diungkapkan bahwa Manusia diciptakan sebagai “Citra
Allah” artinya: Manusia diciptakan Allah menurut Gambar dan Rupa Allah
sendiri (Kejadian 1: 26-27).Kata “segambar “ dan “serupa” sekaligus
melukiskan secara tepat bahwa manusia dan Allah berbeda.
Sejauh terluliskan dalam Kitab Suci, istilah “Citra Allah” itu hanya dikatakan pada manusia, dan tidak dikenakan kepada ciptaan Tuhan lainnya. Hanya manusialah yang disebut “Citra Allah”.
Karena manusia diciptakan sebagai
“Citra Allah”, manusia memiliki martabat sebagai pribadi artinya adalah:
v Manusia bukan hanya sesuatu,
melainkan seseorang
v Manusia mengenal dirinya sendiri dan
menjadi tuan atas dirinya sendiri.
v Manusia mengabdikan diri dalam
kebebasan dan hidup dalam kebersamaan dengan orang lain
v Manusia dipanggil untuk membangun relasi dengan Allah, PenciptaNya.
Sebagai citra Allah, manusia sepantasnya memancarkan diri
Allah maka:
·
Kalau Allah Maharahim, manusiapun
harus penuh pengampunan
· Kalau Allah Mahabaik maka manusiapun harus bermurah hati
Sebagai “Citra Allah”, Allah telah
memberikan karunia khusus berupa:
v Akal budi
v Kebebasan
v Hatu Nurani
Karunia atau kemampuan-kemampuan dasar itulah yang membedakan antara manusia dan ciptaan Tuhan lainnya. Manusia adalah ciptaan Allah yang bermartabat luhur, siapapun orangnya, ia adalah Citra Allah, yang serupa dan segambar dengan Allah dan ia menjadi wakil Allah didunia ini.
B. TUGASKU SEBAGAI
CITRA ALLAH
Dalam kitab Suci, tidak hanya dikatakan bahwa manusia diciptakan sebagai Citra Allah saja,tetap juga ditegaskan mengenai tugas dan panggilan manusia sebagai Citra Allah.
Dalam Kitab
Kejadian 1:26-30, ditegaskan bahwa manusia sebagai Citra Allah dipanggil untuk:
·
Beranak cucu dan bertambah
banyak
·
Memenuhi bumi dan
menaklukkannya
· Berkuasa atas makhluk ciptaan Allah yang lainnya
Tugas dan panggilan manusia sebagai Citra Allah yang agung perlu ditempatkan dalam konteks “Karya Keselamatan Allah” yang dikehendaki oleh allah sendiri yaitu: Keselamatan manusia berkaitan erat dan sangat ditentukan oleh sikap manusia itu sendiri terhadap ciptaan yang lainnya, ini berarti bahwa manusia tidak dapat bersikap sewenang-wenang atas kuasa dan panggilan Allah tersebut.
Dalam
kitab Kejadian 1:26-30, secara lebih mendasar ditegaskan bahwa alam semesta
beserta isinya diciptakan oleh Allah dikuasakan pengelolaannya kepada manusia
sebagai Citra Allah.Manusia diberi kuasa untuk mengelola alam beserta
isinya,
Maka alam
beserta isinya harus:
·
Dipelihara
·
Ditumbuh kembangkan
·
Dimanfaatkan
Sedemikan rupa demi kehidupan dan kesejahteraan manusia seluruhnya baik secara pribadi, maupun bersama.
Dalam
Kitab Kejadian 1:26-28, ditegaskan pula bahwa kuasa manusia atas alam beserta
isinya berasal dari Allah, ini berarti bahwa manusia tidak mempunyai kuasa mutlak atas alam ini.
Mengusai
alam bukan berarti bahwa manusia boleh bertindak sewenang-wenang terhadap alam
beserta isinya, melainkan kuasa yang diberikan Allah itu adalah kuasa untuk
mengelola alam beserta isinya berdasarkan kehendak Allah sendiri.
Kuasa yang diberikan Allah kepada manusia sifatnya terbatas, ini berarti bahwa manusia tidak dapat menjalankan sesuatu melebihi kekuasaan Allah sendiri dan kuasa itu perlu dijalankan secara bijaksana demi kemuliaaan Allah serta demi kebahagiaan manusia sendiri.
Manusia
harus menjalankan panggilannya sebagai Citra Allah sesuai dengan kehendak allah
yang harus ditampakkan pada kesadaran akan hal-hal berikut yaitu:
·
Segala sesuatu berasal dan
diciptakan allah serta terarah pada penciptaNya
·
Tiap makhluk mempunyai
kelebihan dan kesempurnaannya sendiri
· Semua makhluk ciptaan Allah mempunyai ketergantungan antara satu dengan yang lain dan saling melengkapi.
Sikap yang
perlu dikembangkan dalam menjalankan panggilan manusia sebagai Citra Allah
adalah:
Sikap bertanggung jawab dan berusaha untuk menampilkan keCitraan Alah sendiri sebagai pencipta dan pemelihara melalui kata-kata, sikap dan perbuatan sehari-hari, bukan kata-kata, sikap dan perbuatan yang menguasai dan menghancurkan orang lain.
Tugas manusia
adalah adalah mewujudkan keutuhan ciptaan Allah yang baik adanya. Tugas
tersebut meliputi 4 hal yaitu:
- Membuka
diri terhadap Allah
- Membangun
solidaritas dengan sesama
- Mengolah
dan memelihara dunia-alam semesta
- Membangun diri sendiri
Dalam
pokok-pokok itu manusia sebagi Citra Allah menjadi partner Allah dan
bersama-sama Allah bertanggung jawab atas hidup baru yang diserahkan Allah
kepada mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata banyak situasi yang menunjukkan tindakan manusia yang tidak atau belum mencerminkan panggilan manusia sebagai Citra Allah.
Faktor penyebab yang utama adalah: egoisme dan keserakahan manusia serta sikap
tidak peduli terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain.
Adapun
contoh sikap atau tindakan manusia yang tidak menunjukkan dirinya sebagai Citra
Allah terhadap:
- Diri Sendiri : Malas, Sombong, Egois, Iri, Dengki dll
- Alam/Lingkungan : Pembakaran hutan, pencemaran lingkungan/polusi, merusak alam & lingkungan, pembuangan limbah membuang sampah sembarangan dll
- Orang lain/sesama : Perkelahian, tawuran, membunuh , mencuri, Berbohong, melakukan tindakan kriminal dll
- Tuhan : Jarang berdoa, menyembah berhala, tidak menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang diyakininya, menyebut nama Tuhan dengan sembarangan dll
C.
AKU MEMILIKI
KEMAMPUAN
Tidak ada seorangpun didunia ini
yang tidak mempunyai kemampuan, sebab pada saat Allah menciptakannya, Ia sudah
membekali manusia dengan berbagai kemampuan, walaupun kemampuan yang diberikan
berbeda satu dengan yang lain. Tugas manusia adala bertanya, mencari dan
menemukan dalam dirinya kemampuan-kemampuan itu.
Ada kemampuan yang sifatnya umum
dimiliki semua orang, ada yang sifatnya khusus. Semua orang dapat berlari,
tetapi ada yang dapat cepat sehingga dapat meraih sukses lewat kemampuan
berlarinya itu, ada yang biasa-biasa saja. Banyak orang dapat berbicara, tetapi ada yang beruntung
dengan kemampuan bicaranya menghasilkan banyak uang, ada yang sennag
membicarakan orang lain ada yang bicara seperlunya.
Kemampuan yang telah dianugerahkan Tuhan itu perlu dilatih dan dikembangkan, agar lebih bermanfaat, tidak dapat langsung terampil tanpa berlatih. Kita adalah manusia yang diciptakan Allah menurut CitraNya, yang terdiri dari tubuh dan jiwa serta dilengkapi dengan berbagai macam anugerah.
Sebagai manusia, kita memiliki sifat kemanusiaan yang sama yaitu:
- Kita
dianugerahi tubuh dan jiwa
- Memiliki
banyak kemampuan untuk belajar dengan indra dan akal budi
- Mengalami sesuatu dengan perasaan dll
Daya kemampuan yang dimiliki manusia merupakan bahan dasar yang diberikan Allah kepada kita untuk mengembangkan kecitraan dan kepribadian kita. Dilain pihak, allah menciptakan kita masing-masingsecara unik dan khas, serta tidak tergantikan oleh siapapun. Kita serupa tetapi tidak sama, baik dari segi kepribadian, fisik, mental, kecerdasan, intelektual maupun social. Kita tidak dapat menyamakan diri dengan orang lain, dan sebaliknya, apapun bakat dan kemampuan kita, kita harus saling menghargai dan menghormati keunikan dan kekhasan masing-masing.
Tugas kita adalah mengembangkan talenta-talenta pemberian Tuhan itu semaksimal mungkin, untuk meningkatkan keluhuran kemanusiaan kita dan demi pengembangan sesama.
Untuk semakin memahami
kemampuan kita, sebaiknya kita mengerti dulu gambaran kita melalui aspek-aspek
sebagai berikut:
- KEPRIBADIAN adalah: Pola menyeluruh semua kemampuan,
perbuatan serta kebiasaan seseorang baik jasmani, mental, rohani,
emosional maupun sosial yang terwujud dalam tingkah laku baik atau buruk
sesuai dengan usahanya untuk menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya.
- JASMANI /FISIK adalah: segala sesuatu yang berhubungan dengan
fisik yaitu seluruh anggota tubuh kita seperti: bentuk wajah, ukuran
tubuh, tinggi badan, warna kulit, jenis rambut dll
- SIFAT DIRI adalah: sifat yang ada didalam diri kita yang
merupakan hasil dari pengalaman-pengalaman masa lampau yang berhubungan
dengan orang lain baik dalam keluarga (orang tua, saudara, pembantu dll)
masyarakat dan sekolah.
Sifat diri terbagi
menjadi 2 yaitu:
·
Sifat Positif: sifat-sifat
diri yang dapat membangun /menciptakan relasi/hubungan yang baik dengan orang
lain seperti: Setia kawan, Jujur, Rendah hati, Sabar, Sederhana, Ceria dll
·
Sifat Negatif:
sifat-sifat diri yang dapat merusak hubungan atau relasi dengan orang lain
seperti: Pemarah. Egois, Pembohong, Pendendam, Pemalas dll.
- BAKAT adalah:
kemampuan bawaan (potensi) yang masih perlu dikembangkan dan dilatih.
Bakat memungkinkan seseorang berprestasi jika dikembangkan dengan baik
serta didukung dengan pengetahuan, latihan, pengalaman, dan motivasi diri.
- KEMAMPUAN adalah: daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari
pembawaan dan latihan. Bakat yang dilatih dan
dikembangkan akan menjadi suatu kemampuan.
- MINAT adalah: tingkat kesenangan terhadap sesuatu,
benda, atau jenis kegiatan atau jenis pekerjaaan tertentu.
- CITA-CITA adalah: upaya manusia mengarahkan dirinya
dimasa depan atau usaha untuk member makna, arti pribadi atas kegiatan,
latihan, belajar, minat sehingga dapat menemukan apa peran sosialku bagi
masyarakat.
Untuk menentukan cita-cita, kita harus menggali bakat (potensi diri) dan kemampuan, kepribadian dan keadaan fisik atau jasmani yang kita miliki. Dalam kesemuanya itu kita mengenal betapa anugerah Allah itu begitu agung dalam hidup kita.
Sebagai remaja kita sering
mengalami kesulitan untuk mengetahui dan menyadari kemampuan yang kita miliki,
hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, baik dari diri sendiri maupun dari
luar contoh:
- Dari
dalam diri sendiri
·
Banyak remaja yang belum
berupaya untuk menemukan kemampuan yang dimilikinya
·
Malas untuk mengembangkan
kemampuannya
·
Tidak percaya diri bahwa
dirinya memiliki kemampuan
- Dari
luar dirinya
·
Pengaruh pola pendidikan
dalam keluarganya
·
Kurang diberi kesempatan
untuk berkembang dan meng aktualisasikan dirinya
·
Mudah terpengaruh oleh
lingkungan
· Kurangnya fasilitas yang tersedia untuk mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya dll
Kurangnya pengetahuan akan
kemampuan serta kesempatan untuk mengaktualisasikan diri berdasarkan kemampuan
yang kita miliki dapat menimbulkan kebingungan dan sikap iri terhadap kemampuan
orang lain. Remaja dapat menjadi bingung dan selalu mencari-cari sehingga ia
tidak mampu membangun arah hidup dan kegiatannya secara terarah dan terencana.
Iman Kristiani secara tegas mengatakan bahwa Allah telah memberikan kepada setiap pribadi kemampuan-kemampuan khusus atau talenta secara berbeda satu dengan yang lain. Hal inilah yang menyebabkan setiap orang menjadi pribadi yang unik. Dalam Matius 25: 14-30, diungkapkan bahwa semua manusia dipanggil untuk menentukan kemampuan atau talentanya masing-masing serta mengembangkan nya sehingga menghasilkan buah-buah yang berguna, tidak hanya untukdirinya sendiri, tetapi juga untuk kepentingan bersama.
Bahkan secara tegas dalam Injil Matius 25: 14-30, juga terungkap bahwa Allah akan meminta setiap orang untuk mempertanggungjawabkan talenta yang telah diberikan untuk kemudian hari. Dalam Perumpaman tentang Talenta (Matius 25: 14-30) digambarkan dua sikap manusia terhadap Talenta tersebut yaitu:
- Bersikap Bertanggung jawab dan mengembangkan talenta tersebut sehingga menghasilkan buah.
Perlakuan Tuhan terhadap orang yang bersikap demikian adalah, Tuhan
Allah mengajak mereka berbahagia bersamaNya.
- Bersikap tidak berbuat apa-apa, sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Sikap Allah
terhadap orang yang bersikap tidak bertanggung jawab dan tidak
mengembangkannya adalah Tuhan merasa sedih dan terpaksa mengambilnya kembali
karena talenta yang dikaruniakannya tidak menghasilkan buah apa-apa.
Cara yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan
Kemampuan atau Talenta adalah:
- Melatih
diri terus menerus tanpa takut salah atau gagal
- Masuk
dalam organisasi bersama orang-orang yang memiliki bakat dan minat yang
sama
- Belajar dan mau bertanya pada orang yang lebih berpengalaman
Karena Talenta atau kemampuan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, maka Allah menghendaki agar setiap orang bekerja sama dan saling melengkapi satu dengan yang lain. Talenta atau Kemampuan tidak harus selalu diartikan sebagai bakat seperti: Main music, Bernyanyi, Menari, dll,melainkan dapat juga diartikan sebagai kemampuan khusus atau sifat-sifat baik yang apabila kita gunakan kita mampu mengembangkan diri, menjadi pribadi yang utuh serta dapat melayani sesama.
D.
KEMAMPUANKU
TERBATAS
“Tak ada gading yang tak retak” Peribahasa
ini dapat diartikan:
- Tak
ada orang yang sempurna
- Tak ada
seorangpun yang tanpa kekurangan
- Setiap orang pasti mempunyai kekurangan atau keterbatasan, ada orang yang mampu dan terampil dalam satu hal tertentu, tetapi tidak mampu atau kurang menguasai dalam bidang yang lain.
Bagi sebagian remaja, ada yang merasa sulit untuk
mengakui kekurangan atau kelemahan yang dimilikinya. Mereka cenderung ingin
dipandang sebagai orang yang hebat dan mereka akan merasa minder atau rendah
diri, apabila ada orang lain yang mengetahui keterbatasannya.
Orang yang seperti itu pada akhirnya akan berusaha menutupi kekurangan atau keterbatasannya dengan menghalalkan segala cara yang akhirnya akan berakibat kurang baik untuk perkembangan pribadi yang sehat.
Iman Kristiani menawarkan cara pandang dan cara
bersikap terhadap keterbatasan yang
dimiliki yaitu:
- Allah menciptakan manusia masing-masing “baik adanya” tetapi yang “baik adanya” itu diciptakan dlm perbedaan& kekhususan masing-masing.
- Tidak
ada pribadi yang sama , setiap pribadi diciptakan Allah secara unik
- Tuhan
menciptakan kita sesuai dengan “porsi” masing-masing dan yang pasti
berbeda satu dengan yang lain.
- Apa yang
ada dalam diri kita, sudah demikian baik dan sempurna bagi kita, jadi kita
mempunyai keterbatasan disamping kelebihan kita.
- Keterbatasan
adalah suatu fakta yang tak dapat dipungkiri, karena siapapun orangnya
pasti memiliki keterbatasan
- Keterbatasan hendaknya dipahami sebagai “kekurangan” atau “ketidak mampuan” sebagai pribadi.
Adapun berbagai macam contoh keterbatasan dlm
hidup seseorang antara lain:
1. Keterbatasan Fisik contoh:
·
Cacat, Buta
·
Tuli
·
Tuna Ganda dll
2.Keterbatasan Intelektual contoh:
·
Sulit menangkap pelajaran
·
Lemah dalam bidang studi
tertentu
·
Berfikir lambat dll
3.Keterbatasan Psikologis contoh:
·
Pemalu
·
Penakut
·
Egois
4.Keterbatasan Ekonomi contoh:
·
Miskin dan serba kekurangan
·
Tidak mempunyai penghasilan
tetap
·
Tidak mempunyai biaya dana
untuk sekolah dll
5.Keterbatasan Sistem
Budaya contoh:
·
Budaya korupsi yang sudah
merajalela
·
Larangan untuk merantau
· Kebiasaan masyarakat yang sulit diubah dll
Keterbatasan dalam bentuk
apa pun,
sebenarnya atau sesungguhnya ingin menyiratkan suatu panggilan pada setiap
orang untuk:
- Dapat
membangun relasi dengan sesamanya
- Bekerjasama
dan saling melengkapi
- Saling mengembangkan diri satu sama lain.
Dalam Kitab Suci, dikisahkan tentang keterbatasan
yang dialami Para Murid Yesus dalam melaksanakan tugasnya seperti:
- Markus
4:35-41 tentang angin Ribut
diredakan
- Markus
6:35-44 tentang Yesus member makan
5000 orang
- Lukas 15: 1-11 tentang Penjala ikan menjadi penjala manusia
Dalam teks-teks tersebut ada beberapa sikap
positif yang dapat kita teladani dari Para Murid Yesus dalam menghadapi
keterbatasannya yaitu:
- Para
Murid tidak bersikap takut atau minder apalagi munafik, melainkan datang
dan minta pertolongan Tuhan Yesus.
- Para
Murid yakin bahwa Yesus, akan membantunya sehingga mereka dapat keluar dan
mengatasi keterbatasannya.
- Saling
membantu dan bekerja sama dalam keterbatasannya untuk melengkapi dan
saling mengembangkan diri
- Para Murid melihat bahwa ternyata kehadiran Yesus dalam doa dengan penuh iman menjadi sangat penting.
Sikap dalam menghadapi keterbatasan dan akibatnya:
- Bersikap minder, akan berakibat:
·
Merasa hidupnya sebagai
beban, sebab merasa hidupnya kurang beruntung
·
Sukar bergaul dan
menyesuaikan diri dengan orang lain
·
Iri hati dan cemburu, karena
menganggap orang lain lebih beruntung dari dirinya
· Memandang bahwa Tuhan telah bersukap tidak adil terhadap dirinya
- Sikap munafik akan berakibat:
·
Melakukan segala macam upaya
untuk menutupi kekurangan diri dengan menghalalkan segala cara.
·
Menjilat atasan
· Menekan bawahan dll
Bagaimanapun juga kedua sikap tersebut pada akhirnya
akan merugikan diri sendiri. Kerugian itu antara lain:
- Kita
akan mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan sesama
- Kurang
disenangi oleh teman-temannya
- Kurang
dilibatkan dalam aktivitas kelompok
- Tidak mampu menutupi dan menghilangkan kekurangan yang kita miliki bahkan bisa membuat kekurangan itu makin besar dan makin meragukan diri sendiri
Sikap yang perlu dikembangkan dalam menghadapi
kekurangan antara lain:
- Kita
harus mampu menerima diri sebagai pribadi yang memiliki kekurangan dan
yakin bahwa hal ini juga dialami oleh setiap orang
- Jangan
menjadikan kekurangan sebagi alas an untuk tidak berkembang atau sukses
- Banyak orang cacat atau orang yang tadinya dianggap bodoh bias meraih sukses dalam hidupnya, bahkan bias membantu orang lain.
E.
SYUKUR SEBAGAI
CITRA ALLAH
Dari pengalaman hidup harian kita, kita mempunyai banyak alasan untuk bersyukur atas hidup yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Ada berbagai macam bentuk
bagaimana orang bersyukur atas kehidupannya yaitu:
- Perayaan
hari ulang tahun kelahiran
- Hari
ulang tahun perkawinan
- Upacara
selamatan/syukuran
- Perayaan haribesar keagamaan seprti: Paskah, Natal, Lebaran dll
Mengapa kita bersyukur atas
hidup ?
Setidaknya ada 4 (empat)
alasan dasar mengapa kita patut bersyukur yaitu:
- Hidup
adalah Anugerah dari Allah
Dalam Kitab Suci (Mazmur 91:16, Kel 20:12, Amos 10) dijelaskan, umur panjang dipahami sebagai Karunia Allah. Hidup bukan untuk dikuasai dan diperlakukan semaunya, melainkan untuk pelayanan dan pengabdian kepada Allah dan sesama
- Hidup
itu berharga
Berharganya hidup karena pemberian dari Allah sendiri (Kej 2:7, Yer 27:5) dan pemberian itu menjadi relasi dengan Allah , manusia dan sesamanya (Keb 9:1-3, Luk 17:1-19)
- Hidup
itu Hak Dasar
Hak untuk hidup merupakan hak dasar yang diberikan Allah kepada setiap orang, karena itu wajib kita hormati, pertahankan dan kembangkan. Maka hal-hal yang bertentangan dengan hidup adalah sesuatu yang keji contohnya: Pembunuhan, Perang, Pengguguran kandungan (Aborsi) dll
- Hidup
itu Citra Allah
Hidup manusia merupakan kesatuan jiwa-tubuh menurut Citra Allah (kej 1:27). Dengan penebusan Kristus, manusia dipanggil menjadi Anak-anak Allah dan masuk dalam Kehidupan Allah, yang dimaknai dan ditandai dalam Sakramen-sakramen Gereja.Hukum Cinta Kasih memperteguh penghormatan hidup terhadap manusia.
Langsung atau tidak
langsung, kita sering mendengar berbagai pandangan mengenai Makna hidup, apapun
pandangan orang tentang hidup, sangatlah tergantung pada:
·
Sejauh mana hidup itu
dialami
·
Sejauh mana hidup itu
dihayati
· Sejauh mana hidup itu diaktualisasikan dll
Ada berbagai pandangan dan
sikap terhadap hidup, antara lain:
- Hidup
sebagai beban berat atau kutukan
Pandangan ini biasanya muncul dari orang –orang yang dalam hidupnya banyak mengalami kegagalan, kekecewaan, bencana atau penderitaan
- Hidup
sebagai “Takdir”
Hidup manusia twergantung sepenuhnya pada Tuhan, dan manusia tidak punya hak apa-apauntuk menentukan jalan hidupnya. Pandangan ini menumbuhkan sikap cepat pasrah menyerah terhadap kegagalan, tidak kreatif untuk mengisi dan mengembangkan hidup. Orang tersebut bersikap menunggu dan tidak proaktif.
- Hidup
itu “Seni”
Hidup sungguh indah karena mengandung keanekaragaman warna kehidupan: ada suka duka, ada gagal dan berhasil, ada manis dan pahit. Semuanya ada justru membuatnya indah untuk dijalani. Pandangan ini menumbuhkan sikap kreatif dan mencari terobosan baru agar hidup menjadi lebih enak. Tidak cepat puas atas kberhasilan atau terlena dalam kegembiraan, karena sadar disaat yang lain dapat saja kegagalan dan kesedihan akan muncul.
Masing–masing dari pandangan tentang hidup tersebut berdampak pada sikap dan prilaku seseorang dalam hidupnya sehari-hari.
Yesus dalam dalam Perjanjian
Baru menawarkan suatu pandangan tentang hidup yakni:
- Hidup
adalah anugerah Allah sendiri yang patut disyukuri
- Hidup
telah diberikan, maka selayaknya setiap orang bersyukur kepada yang telah
memberi hidup itu.
- Sekalipun
Allah telah memberikan hidup, tetapi bAllah senantiasa menyelenggarakan hidup
manusia melalui berbagai peristiwa dan pengalaman
- Allah
ingin agar hidup itu dapat berjalan dan mendatangkan kebahagiaan bagi
manusia
- Allah telah menyelamatkan kita melalui berbagai peristiwa hidup kita, bahkan mungkin melalui pengalaman pahit sekalipun.
Dalam injil Lukas Lukas 17:
11-19, Yesus mengajak kita untuk:
- Menaladani
Orang Samaria yang setelah mengalami penyelamatan Allah melalui Yesus
pergi bersyukur kepadaNya
- Dari
sepuluh oaring yang disembuhkan ternyata hanya ada satu orang yang kembali
untuk bersyukur
- Kebetulan orang yang bersyukur itu adalah Orang Samaria, yang selama ini dianggap kafir (tidak beriman kepada Allah) oleh orang-orang Yahudi, tetapi orang tersebut melakukan yang terbaik dalam hidupnya. Ia bersyukur kepada Allah karena melalui penyembuhan yang dialaminya, Ia mampu merasakan kehadiran Allah yang menyelamatkan.
Ada berbagai macam cara yang
dapat kita lakukan untuk bersyukur antara lain:
- Memuliakan
Allah lewat doa atau ibadat, baik secara pribadi maupun mengundang sesama
- Menolong
sesama yang menderita
- Berusaha
hidup lebih baik
- Memelihara
kehidupan itu sendiri seperti: menjaga kesehatan, menjaga kebersihan,
menjauhi obat-obatan terlarang
- Menjaga
kehidupan orang lain seperti yang dilakukan Bunda Teresa yang menolong
orang miskin dan terbuang
- Membiasakan bersyukur atas peristiwa hidup, baik suka maupun duka.
Gereja mengajak kita untuk senantiasa bersyukur, karena hanya manusia yang mampu bersyukur. Manusia mampu bersyukur karena sebagai CitraNya, Allah telah membekali manusia dengan akal budi dan hati nurani serta roh. Semua itu memampukan manusia untuk senantiasa mencari Allah dan mengarahkan hidup sesuai dengan kehendsak Allah.
Lewat Akal budi, hari nurani dan roh pula manusia mampu mengamini, bahwa sesungguhnya hidup manusia dengan segala pengalamannya baik manis maupun pahit, menyenangkan maupun tidak menyenangkan, sempurna maupun tidak sempurna, tidak pernah dari peran Allah sang pencipta. Hidup yang kita alami apapun keadaannya sesungguhnya merupakan bukti pemeliharaan dan cinta Tuhan. Selayaknyalah manusiapun bertumbuh menjadi pribadi yang penuh syukur kepadaNya.
Manusia
akan mampu bersyukur bila :
·
mampu
mengagumi keindahan dan karya serta penyertaan Tuhan dalam hidupNya
·
mengakui
bahwa apa yang dilakukan Tuhan tersebut sebagai cara Tuhan mencitai dirinya
·
mengungkapkan
dengan ibadat dan mewujudkan syukur dalam hidup sehari-hari dengan tindakan.
Proses ini
hanya dapat dilakukan bila manusia masuk dalam suasana hening dan meninggalkan
berbagai kesibukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar