12 Maret 2021

MATERI KELAS XII: KISI-KISI US

      


No

Bahan Kelas/Semester

Materi

Indikator Soal

No Soal

1

X/ 1

Keluhuran Manusia sebagai Citra Allah

Menerapkan wujud keluhuran manusia sebagai citra Allah.

1

2

X/ 1

Bersikap kritis terhadap ideologi dan gaya hidup yang berkembang dewasa ini

Menerapkan sikap kritis terhadap kecenderungan materialistis, trend atau gaya hidup yang berkembang dewasa ini.

2

3

X/ 1

Keluhuran Manusia sebagai Citra Allah

Alasan perendahan martabat perempuan

3

4

X/ 1

Bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pengaruh media massa

Disajikan sebuah artikel tentang penggunaan media.  Menyikapi penggunaan media

4

5

X/2

Kitab  Suci Perjanjian Lama

Mengelompokkan Kitab Suci Perjanjian Lama

5

6

X/2

Tradisi

Contoh bentuk tradisi resmi ajaran iman Gereja katolik yang diwariskan secara turun temurun

6

 7

X/2

Sengsara dan Wafat Yesus

Gelar-gelar Yesus

7

8 

X/2

Yesus Putra Allah dan Juru Selamat

Menjelaskan gelar-gelar Yesus

8

9

X/ 2

Tri Tunggal Maha Kudus

 Bentuk ungkapkan kepercayaan akan Tri Tunggal Maha Kudus

9

 10

X/2

Gambaran Kerajaan Allah pada zaman Yesus

Disajikan Teks Kitab Suci,  Lukas 15:11-32. Perwujudan iman dalam hidup nyata 

10

11 

XI/ 1

Gereja yang Menguduskan (Liturgia)

Disajikan gambar perayaan sakramen. Gambar yang termasuk perayaan sakramen

11

12

X/ 1

Suara Hati

Disajikan kisah uskup Romero. Pemahaman kita tentang suara hati dalam hubungan dengan kisah uskup Romero

12

 13

X/ 2

Gambaran Kerajaan Allah pada zaman Yesus

Disajikan Kutipan Kitab Suci (Luk 6:27-28)”. Perwujudan Kerajan Allah berdasarkan kutipan kitab suci tersebut.

13

 14

X/ 2

Tri Tunggal Maha Kudus

Makna tanda salib dalam kehidupan sehari-hari 

.

14

15

X/ 2

Peran Roh Kudus bagi Gereja

Disajikan kutipan teks Kitab Suci Kisah Para Rasul 2:2- 4. Peran Roh Kudus.

15

 16

X/ 2

Yesus Pejuang Kerajaan Allah

Disajikan kutipan teks Kitab Suci Matius 13:31- 32. Perwujudan Kerajaan Allah.

16

17

X/2

Sengsara dan Wafat Yesus

Makna kebangkitan Kristus

17

 18

X/2

Yesus Kristus sebagai   sahabat sejati, tokoh idola

Disajikan kutipan teks Kitab Suci (bdk. Yoh 15:12-17).  Menunjukan persahabat sejati

18

 19

XI/ 1

sifat-sifat Gereja

Sifat-sifat Gereja

19

 

 20

XI/ 1

Gereja yang Menguduskan (Liturgia)

 Tugas hierarki dalam gereja

.

20

21

XI / I

Tugas Gereja

Partisipasi awal dalam tugas gereja

21

22

XI / I

Tugas Gereja

Pengertian awam secara teologis.

22

23

XI / I

Tugas Gereja

Contoh tugas dan tanggujawab  bidang diakonia bagi kaum beriman

 

23

24

XI / I

Tugas Gereja

Contoh tugas dan tanggung jawab seseorang yang sudah dikuduskan.

24

25

XI/2

 Hubungan Gereja dan Dunia

Contoh tugas dan peranan kaum awam dalam kehidupan menggereja

25

 26

XI/2

 Hubungan Gereja dan Dunia

Berpartisipasi sebagai warga Gereja sekaligus warga negara Indonesia

26

 27

XI/2

Tugas Gereja

Disajikan Gambar. Memberikan contoh usaha Gereja Katolik dalam tugas pelayanan.

27

28

XI/2

Tugas Gereja

Memberikan contoh tindakan dalam menjalankan tugas di bidang kerygma.

28

29 

XI/2

Hak asasi manusia

 Menjelaskan pengertian hak asasi manusia

29

30 

XI/2

Menghargai hidup

Membedakan tindakan menghargai dan tidak menghargai hidup

.

30

31

XII/1

Nilai-nilai penting dalam masyarakat yang diperjuangkan

Membedakan nilai kejujuran dan ketidak-jujuran

31

32

XII/1

Keberagaman sebagai Realitas Asali Kehidupan Manusia

Memahami semboyan Bhineka Tunggal Ika

32

33

XII/1

Keberagaman sebagai Realitas Asali Kehidupan Manusia

Disajikan kasus diskriminasi. Menganalisa kasus diskriminasi yang terjadi di dalam masyarakat

33

34

XII/1

Perkawinan dalam tradisi Gereja Katolik

Menganalisis sifat dari perkawinan katolik adalah Monogami dan tak terceraikan.

34

 35

XII/1

Perkawinan dalam tradisi Gereja Katolik

Makna dari perkawinan katolik adalah sebuah Sakramen.

35

36

XII/1

Panggilan hidup Membiara / selibat

Pengertian dari makna hidup selibat.

36

37

XII/1

Panggilan hidup Membiara / selibat

Menyebutkkan 3 kaul yang diucapkan oleh biarawan/wati.

37

38 

XII/1

Panggilan Karya / Profesi

Makna sebuah kerja secara social.

38

39

XI/2

Hak Asasi Manusia

Disajikan sebauh artikel. Menganalisis pelanggaran hak asasi manusia berdasarkan artikel

39

40

XII/2

Membangun Bangsa dan Negara yang Dikehendaki Tuhan

Disajikan sebuah terks Kitab Suci teks Lukas 4: 18-19 . Menganalisi peran warga Gereja Katolik dalam membangun bangsa dan negara berdasarkan teks Lukas 4: 18-19 .

40

41

X/1

Hati Nurani

Usaha-usaha  membina suara hati

41

42 

XII/1

Perkawinan dalam tradisi Gereja Katolik

Makna perkawinan Katolik sebagai Sakramen! .

42

43

XI/2

Menghargai hidup

Contoh-contoh  tindakan menghargai hidup

43

 44

XII/1

Nilai-nilai penting dalam hidup bermasyarakat

Disajikan sebuah teks Kitab Suci. Contoh-contoh penerapan sikap jujur dalam hidup sehari-hari!

44

45

XII/1

Panggilan Karya / Profesi

 Disajikan sebuah teks Kitab Suci.

Empat makna hubungan kerja dan istirahat!

45

09 Maret 2021

MATERI KELAS IX: UJIAN SEKOLAH PRAKTEK

 


TAHUN PELAJARAN 2022/2023

 

Materi Praktrek: Membawa renungan (Kotbah singkat)

Petunjuk:

1.      Menulis dan membawakan renungan (Kotbah singkat) Panjang 1-2 halaman folio.

2.      Lama waktu untuk membawakan renungan : 3-5 menit.

3.      Memakai seragam sekolah hari yang bersangkutan

4.      Selama membawakan renungan peserta tidak terpaku pada teks (Tidak membaca teks)

5.      Aspek penilaian:

penampilan: kerapian berpakaian, vokal atau suara yang jelas dan tegas, kontak dengan pendengar;  

isi :kesesuaian dengan tema, bahasa yang digunakan, inti dan pesan kotbah.  

Penghayatan (mimik atau  ekspresi)

6.      Teks renungan dikirim ke link materi renungan di google docs GC masing-masing sehari sebelum tampil.

7.      Tema renungan dipilih dari salah satu tema-tema di bawah ini:

 

No

 

Tema Kotbah/Renungan

 

Teks Kitab Suci

Pendengar

(Umat Dewasa, Remaja, anak-anak)

1

Dasar Hidup Orang Kristen


Matius 16:13-20

 

2

Iman Yang Menghasilkan Buah


1 Yoh. 5:1-12

 

3

Bertobatlah di dalam iman


Mrk 1: 14-20

 

4

Keteguhan Iman

Matius 15:-21-28

 

 

5

Sikap Hidup Orang Kristen

Matius 7:1-12

 

 

6

Kuasa Doa dalam hidup kita

Yohanes 15:1-8

 

 

7

Mengembangkan Talenta sebagai Pelajar

Matius 25:14–30

 

8

Hidup dalam kasih

Matius 22:34-40;

 

 

Aspek Penilaian:

No

Nama Siswa

Aspek Penilaian

Jumlah

  Nilai

1.

1.

2.

Penampilan

Score: 30-40

Isi sesuai tema

Score: 20-30

Penghayatan (Mimik)

Score: 20-30

 

 Tata Pelaksanaan:

1.      Siswa masuk ke Google Meet 15 menit sebelum waktu dimulai.

2.      Ujian praktek dimulai dari peserta nomor pertama sampai peserta nomor terakhir.

3.      Sebelum dimulai, diharapkan peserta menyapa terlebih dahulu para juri: Bapak Hubertus Nyoman, S.Ag (juri 1) dan ibu Lusia Sri Rejeki, S.Pd (juri 2) serta teman-teman sekelas.

4.      Sebelum membawakan renungan, terlebih dahulu peserta berdoa spontan, mohon terang Roh Kudus agar mampu membawakan firman Tuhan dengan baik.

5.      Sebelum Renungan, bacakan teks Kitab Suci: Contoh: “ Bacaan diambil dari Injil Matius, bab 22, ayat 34-40. Dan diakhiri dengan kalimat: Demikianlah Sabda Tuhan.

6.      Apabila kami temukan teks renungan yang persis sama antara peserta atau copy paste dari google maka kami anggap peserta gagal mengikuti ujian praktek dan harus mengikuti remedial.

 

                                                                                          Jakarta,  Januari   2023

                                                                                          Guru Mapel Agama Katolik,

 

                                                                                          Hubertus Nyoman, S.Ag





05 Maret 2021

MATERI KELAS XII: DIALOG GEREJA KRISTEN KATOLIK DAN GEREJA KRISTEN PROTESTAN

 

1.       Sejarah singkat Perpecaha Gereja

A.      Gereja Lutheran

Keadaan gereja pada abad XVI sangat jelek.Gereja terlibat dalam banyak urusan duniawi.Paus menjadi sangat berkuasa dan memegang supremasi, baik dalam urusan gereja maupun kenegaraan.Sementara itu, terjadi juga pemilihan paus yang tidak pantas seperti Paus Alexander VI dan Leo IX.Sering terjadi kasus korupsi dan komersialisasi jabatan Gereja.Banyak pejabat gereja menjadi pangeran duniawi dan melalaikan tugas rohani mereka, sehingga imam-imam paroki tidak terdidik, hidup dengan istri gelap, seringkali bodoh, tidak mampu berkotbah, dan tidak mampu mengajar umat.Keadaan semacam ini terjadi dalam kurun waktu yang lama.Teologi skolastik menjadi mandul dan masalah dogmatis dianggap sebagai perdebatan tentang hal sepele antara aneka aliran teologis.Banyak persoalan teologi mengambang dan tidak pasti.Banyak kebiasaan dalam umat belum seragam. Iman bercampur takhyul, kesalehan berbaur dengan  kepentingan duniawi. Agam sering merupakan rutin sosial sehari-hari, yang profan dan yang suci bercampur aduk.

Dalam situasi seperti itu, banyak orang yang bermaksud untuk memperbaharui hidup Gereja, namun tidak ditanggapi.Kemudian, tampilah Marthin Luther.Luther mula-mula menyerang masalah penjualan indulgensi. Kemudian, ia membela beberapa pandangan baru, khususnya ajaran tentang “pembenaran hanya karena iman” (sola fide). Luther menyerang wewenang paus dan menolak beberapa ajaran teologi sebelumnya dengan bertumpu hanya pada Alkitab sesuai dengan tafsiran sendiri.

Luther semula pasti tidak menginginkan perpecahan.Ia ingin memelopori pembaharuan. Tetapi ia terseret oleh arus yang disebabkan oleh rasa tidak puas yang umum dalam umat yang mendambakan pembaharuan yang bentknya kurang jelas.Ajaran-ajaran para teolog yang mendukung perbuatan-perbuatan saleh, kini diragukan Luther. Indulgensi, stipendia  untuk misa arwah, sumbangan untuk membangun Gereja bersama dengan patung-patung yang menghiasinya, pajak untuk roma, ziarah dan puasa, relikui dan kaul-kaul, semua tidak ditemukan dalam Kitab Suci, maka ditolak oleh Luther.Luther menegaskan : semuanya itu tidak bermanfaat utnuk memperoleh keselamatan. Yang perlu hanya satu: beriman (sola fide).Orang yang percaya dibenarkan Allah tanpa mengindahkan perbuatan baik manusia (soal gratia). Lalu dengan sendirinya orang yang dibenarkan itu akan berbuat baik dengan bebas dan tenang, bukan karena cemas akan keselamatannya.Jadi, rasa lega membuat orang tertarik kepada kotbah Luther yang disebarluaskan di seluruh Jerman.

Sola fide –fides ex audition- “hanya iman, dan iman karena mendengar” itu sudah cukup untuk menjamin keselamatan.maka, tujuh sakramen tidak penting lagi, selibat tidak berguna, hidup membiara tidak berarti.Semuanya ini “buatan paus” saja untuk mengejar kuasa dan untung. Maka, imam,biarawan, dan suster berbondong-bondong meninggalkan biara mereka masing-masing.

Luther didukung oleh banyak kelompok dengan alas an berbeda-beda, misalnya para bangsawan yang mengingini milik biara, warga kota yang mendambakan kebebasan berpikir, para petani yang ingin lepas dari kerja rodi dan pajak, para nasionalis yang membenci privilege Roma, para humanis yang ingin membuang kungkungan teologi skolastik, pemerintahan kota-kota kerajaan yang mencium kesempatan memperluas wewenang mereka di kota. Maka, Luther tampil sebagai pahlawan pembebasan.Ia disambut dengan antusias. Orang mengira akhirnya pembaharuan sungguh-sungguh dimulai juga. Mula-mula Roma kurang menyadari apa yang terjadi, kemudian bereaksi salah, sehingga tidak mampu mengarahkannya lagi.

Banyak hal baru dimulai, namun tidak jarang merupakan perusakan yang alam saja.Bukan reformasi Gereja yang lama.Tetapi, orang sudah menunggu terlalu lama.Mereka tidak sabar lagi.Maka, ekskomunikasi Luther oleh paus (1520) dan pengucilan oleh kaisar (1523) tidak dapat membendung gerakan ini lagi.Romatidak memahami reksi dahsyat di Jerman ini dan masih lama bertindak seperti pada abad-abad sebelumnya.Luther juga mulai menyerang umat yang setia kepada paus.Tuntutannya semakin radikal. Persatuan Geeja tidak dapat dicari lagi, bahkan diboikot.Para bangsawan yang mendukungnya tidak tertarik pada persatuan kembali, karena antara lain milik gerejani yang mereka rampas tidak mau mereka kembalikan. Unsur keagamaan, politis, dan pribadi di kedua belah pihak menyulitkan persatuan kembali.Reformasi selesai; uamt terpecah-belah ke dalam kelompok katolik, Lutheran, kalvinis, anglikan dan sebagainya. 

B.      Gereja Kalvinis

Tokoh reformasi lain adalah Yohanes calvin (1509-1564). Tokoh ini tidak jauh berbeda dengan Luther.Ia ingin membaharui Gereja dalam terang Injil. Calvin dalam bukunya yang berjudul”Institutio Christianae Religionis”menggambarkan gereja dalam dua dimensi, yakni Gereja sebagai persekutuan orang-orang terpilih sejak awal dunia yang hanya dikenal oleh allah dan gereja sebagai kumpulan mereka yang dalam keterbatasannya di dunia mengaku diri sebagai pengikut Kristus dengan ciri-ciri pewartaan Injil danpelayanan sakramen-sakramen.Pengaturan Gereja ditentukan oleh struktur empat jabatan, yakni pastor,pengajar, daikon, dan penatua.

C.      Gereja Anglikan

Anglikantisme bermulapada pemerintahan Henry VII 1509 – 1547.Di Inggris raja Henry VII menobatkan dirinya sebagai kepela gereja karena Paus di Roma menolak perceraiannya. Anglikantisme menyerappengaruh reformasi,namun mempertahankan beberapa corak gereja (Uskup – Imam – Diakon), sehingga berkembang dengan warna yang khas.

D.      Gereja Katolik

Reaksi dari Gereja Katolik Roma atas gerakan reformasi ini  adalah “Kontra – Reformasi”  atau “ gereja Pembeharauan Katolik”. Gerakan pembaharauan ini dimulai dengan menyel;enggarakan Konsili Trente (1545 – 1563), Gereja Katolik berusaha untuk menyingkirkan kesesatan-kesesatan dalam gereja dan menjaga kemurnian Injil”. Konsili juga menegaskan posisi Katolik dalam hal-hal yang disangkal oleh pihak reformasi (Soal Kitab Suci dan Tradisi, Penafsiran Kitab Suci, Pembenaran, jumlah sakramen-sakramen, kurban misa, imamat dan tahbisan, pembedaan imam dan awam serta lain-lainnya).

Konsisi Trente dan sesuadahnya menekankan Gereja sebagai penjaga iman yang benar dan utuh, ditandai dengan sakramen-sakramen.Khususnya eklaristi yang dimengerti serta dirayakan sebagai kurban sejati. Gereja bercorak hirarkis yang dilengkapi dengan jabatan-jabatan gerejani dan imamat yang berwewenang khusus dalam hal merayakan ekaristi, melayani pengakuan dosa; Gereja adalah kelihatan dan ini menjadi jelas dalam lembaga kepausan sebagai puncaknya; gereja mewujudkan diri sebagai  persekutuan para kudus lewat penghormatan pada mereka (para kudus); Gereja menghormati tradisi. 

2. CIRI-CIRI PROTESTANTISME DAN PERBEDAANNYA DENGAN GEREJA KATOLIK

a.    Gereja diadakan oleh rahmat Tuhan, oleh pilihan, sabda, sakramen, dan anugerah iman. Gereja yang benar ini tidak kelihatan dan tidak identic dengan Gereja-gereja yang kita ketahui anggota dan susunannya .

b.   Kita suci adalah satu-satunya sumber ajaran dan susunan gereja. Maka, sola scriptura (diselamatkan karena Kitab suci) adalah prinsip formal protestantisme. Alkitab menerangkan sendiri artinya kepada setiap orang yang membacanya, sehiingga Gereja tidak berwenang memberi tafsiran otentik

c.     Pembenaran dari semuala sampai selelsai semata-mata rahmat ilahi (sola Gratia). Tuhan menyatakan orang beriman benar bukan karena ia benar, melainkan karena kebebnaran yang lain, yaitu kebenaran Kristus yang dikenakan padanya. Perbuatan baik manusia adalah buah rahmat ilahi semata-mata, tetapi tidak berarti untuk memperoleh pembenaran. Maka, keselamatan diharapakan hanya dari sabda ilahi saja.

d.  Sabda Ilahi adalah satu-satunya sarana rahmat yang dapat berbentuk Alkitab, Kotbah, sakramen, dan pembicaraan rohani.

e.     Imamat umum semua orang beriman saja yang diakui, sehingga pendeta dan orang awam hanya berbeda menurut fungsi saja tanpa perbedaan rohani secara eksistensial. 

3. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA KATOLISISME DAN PROTESTANTISME

Persamaan anatara gereja Katolik dan gereja Protestan jelas sangat banyak dan menyangkut hal-hal yang sangat fundamental, karena berasal dari yesus Kristus yang diakui oleh keduanya sebagai dasar Gereja. Keduanya mengakui Allah yang sama, para nabi, Kitab suci, dan syahadat yang sama.

Perbedaanya;

KATOLIK

PROTESTAN

Tekanan ada pada sakramen dan pada segi sakramen (tanda kelihatan) dari karya keselamatan Allah

Tekanan pada sabda/pewartaan dan pada segi misteri karya Allah

Kultis, yang mementingkan kurban (Ekaristi) Hubungan dengan Gereja menentukan hubungan dengan Kristus

Profetis, yang berpusat pada sabda (pewartaan). Hubungan dengan Kristus menenetukan hubungan dengan Gereja

Gereja secara hakiki bersifat hirarkis

Segtala pelayanan gerejawi adalah ciptaan manusia

Kitab Suci  dibaca dan dipahami di bawah pimpinan hirarki

Setiap orang membaca dan mengartikan Kitab Suci

Jumlah Kitab Suci 73, termasuk Deuterokanonika yaitu: 1, 2 Makabe, sirakh, Kebijaksanaan, Tobit, Yudith dan Baruk

Jumalah Kitab Suci 66, tidak termasuk Deuterokanonika

Ada 7 sakramen

Ada 2 sakramen, yaitu sakramen Baptis dan Ekaristi/Perjamuan

Ada devosi kepada para Kudus

Tidak menerima devosi kepada para kudus

 

4. USAHA UNTUK BERDIALOG DAN KERJA SAMA ANTAR-SESAMA GEREJA KRISTUS

*Gerakan ekumenis ialah: kegaiatan-kegiatan dan usaha-usaha untuk menanggapi bermacam-macam kebutuhan Gereja dan berbagai situasi dalam rangka mendukung kesatuan umat Kristen, misalnya:

  • Upaya untuk menghindari kata-kata, penilaian-penilaian, dan tindakan-tindakan yang ditinjau dari sudut keadilan dan kebenaran tidak cocok dengan situasi saudara-saudari yang terpisah, dank arena itu mempersukar hubungan-hubungan dengan mereka.
  • Melaksanakan dialog, terutama dialog kehidupan, dialog karya.
  • Menyelenggarakan kerja sama demi kesejahteraan umum.
  • Doa bersama atau ibadat bersama sejauh memungkinkan dapat dilaksanakan sebagai puncak dari suatu kegiatan yang bersifat ekumenis.

 

 


Materi Kelas XII: Membangun Kerjasama antar umat beragama

 Berbagai Fakta Kerusuhan antar umat beragama:

v  Di tanah air dapat dicatat kerusuhan antara umat Islam dan Kristen di Ambon, Poso dan secara laten dan kecil-kecilan terjadi di banyak tempat lain.

v  Di khasmir sering ada kerusuhan dan perang antara umat  Hindu dan Islam.

v  Di Irlandia Utara sering terjadi kerusuhan dan pertikaian antara umat katolik dan umat protestan

v  Di beberapa negara di timur tengah orang-orang Kristen sering mengalami tindakan kekerasan.Ada umat kristen yang diusir dan bahkan ada yang dipaksa masuk agama tertentu.

v  Di Eropa dan amerika kelompok agama minoritas(Islam)  sering diintimidasi.

Sebab-sebab kerusuhan antar-pemeluk  Agama

v  Agama  sering diperalat atau ditunggangi demi  kepentingan  lain  yang bersifat politis dan ekonomis

v  Fanatisme sempit karena kurang memahami agamanya sendiri dan  agama   orang lain.

v Merasa posisi dan pengaruhnya terancam karena adanya agama lain. Merasa agama lain sebagai saingan.

vPencemaran simbol-simbol agama oleh pemeluk agama lain. Hal ini sering membakar emosi massa, karena agama sering diyakini sebagai benteng terakhir untuk menengakkan martabat pribadi atau kelompok.

 

Akibat Kerusuhan antar-pemeluk Agama:

v  Hilangnya sekian banyak nyawa secara sia-sia, bahkan nyawa  orang-orang  yang tidak berdosa.

v  Terjadinya gelombang pengungsian, sebab mereka takut dan sudah kehilangan segala-galanya.

v  Terjadinya bumi hangus. Segala sarana dan prasarana, termasuk sarana dan prasarana  agama, telah habis di bakar.

v  Trauma yang berkepanjangan bagi mereka  yang  telah mengalaminya

v  Segala kegiatan baik ekonomi, pendidikan, maupun keagamaan tidak dapat berjalan lagi.

Fungsi Agama-Agama

Mewartakan keselamatan. Semua agama mewartakan dan menjanjikan keselamatan,  bukan bencana. Karena mewartakan dan menjanjikan keselamatan itulah, maka manusia memeluk suatu agama. Manusia mendambakan keselamatan.

Mewartakan arti hidup. Agama-agama memberikan pandangan hidup dan menyakinkan penganut-penganutntya untuk menghayati pandangan hidup itu. Agama memberi jawaban atas pertanyaan hidup: darimana asal hidup manusia, apa makna hidup manusia, apa tujuan hidup manusia, dsb. Menghayati pandangan hidup menurut agamanya akan membuat manusia bahagia dan selamat.

Mengajarkan cara hidup. Semua agama mengajarkan kepada para penganutnya untuk hidup baik; hidup beretika dan hidup bermoral;  hidup  yang baik akan membahagiakan dan menyelamatkan.

Dalam UUD 45 pasal 29 ayat 1 dan 2 ditulis:

Negara  berdasarkan atas Ketuhanan  Yang  MahaEsa

Negara  menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Dengan ayat-ayat itu ingin dikatakan:

Masyarakat Indonesia  adalah masyarakat  yang beragama karena didasarkan atas Ketuhanan  Yang  Maha Esa. Oleh karena itu, orang harus beragama atau berkepercayaan.

Setiap warga  Negara bebas memeluk dan menjalankan ibadat sesuai dengan  agama masing.

Setiap agama wajib menghormati dan memberi kebebasan pihak lain untuk melaksanakan ibadatnya.

Setiap agama  dilarang memaksa seseorang atau sekelompok orang untuk menganut agamanya.

Ajaran/Pandangan Gereja Katolik

Dari Kitab Suci (Injil)

Gereja berpedoman pada sikap Yesus sendiri. Semasa hidup-Nya  di  dunia, Yesus menyapa dan bersahabat dengan siapa saja apa pun  keyakinan dan agamanya. Misalnya, Yesus menyapa dan berdialog tentang keselamatan dengan wanita  Samaria (Lih. 4: 1-42).Oleh karena itu  orang Yahudi, bangsa Samaria dianggap bangsa  yang  setengah kafir. Yesus menolong perwira Romaw idari Kapernaum  yang  hambanya sakit (Lih. Mat 8: 5-130. Bangsa Romawi adalah bangsa penyembah dewa-dewa.Yesus juga mendengarkan permohonan wanita Siro-Fenesia  yang  dari suku-suku penyembah berhala. (lih. Mrk 7: 24-30) Yesus tidak mempersoalkan  agama, tetapi belas kasih dan persaudaraan. Untuk menegaskan sikap-Nya itu Yesus  pernah menceritakan perumpamaan tentang  orang Samaria  yang  baik hati (lih.Lukas 10: 25-37). Orang  Samaria itu sanggup menjadi sesama bagi  orang lain yang menderita, tanpa memandang asal-usul dan latar belakang hidupnya. Orang  yang berbeda suku, agama, cara beribadah,  berbeda  kebudayaannya  ditolongnya, dikasihnya  sepenuh  hati,  dengan segenap jiwa dan akalbudinya. Itulah persaudaraan sejati.Persaudaraan sejati manusia sesama makhluk Tuhan.Persaudaraan sejati tidak dibatasi oleh ikatan darah, suku, atau agama. Setiap manusia siapa pun dia sungguh harus dikasihi  sebagai saudara dan  sesama.

b. Konsili Vatikan II.

Dalam Konsili vatikan II dalam dokumen “Nostra  Aetate” Art. 1 dan 2 mengatakan bahwa kita hendaknya  menghormati  agama-agama  dan  kepercayaan  lain, sebab   dalam agama-agama itu terdapat pula kebenaran dan keselamatan. Kita  hendaknya  berusaha  dan  bersatu  dalam persaudaraan yang  sejati  demi  keselamatan  manusia  dan bumi tempat  tinggal kita ini.

C. Usaha-usaha untuk Membangun Persaudaraan Sejati antar-pemeluk Agama

1.Kita berusaha  agar agama tidak diperalat demi kepentingan politik dan ekonomi

2.Kita mengambil sikap untuk menjauhkan diri dari setiap provokasi yang muncul dari fanatisme buta

3.Kita menjaga agar tidak terjadi pencemaran terhadap smbol-simbol agama manapun.

Bentuk-Bentuk Dialog antar umat beragama:

1.      Dialog Kehidupan

Dialog kehidupan diperuntukan bagi semua orang dan sekaligus level dialog yang paling mendasar. Sebab ciri kehidupan bersama sehari-hari dalam masyarakat majemuk yang paling umum dan mendasar adalah dialogis. Kita sering hidup bersama dengan umat beragama lain di lingkuman atau daerah.

2.      Dialog Karya

Dialok kerja adalah kerja sama yang lebih itens dan mendalam dengan para pengikut agama lain. Dalam hidup bersama dengan umat lain kita sering didorong untuk bekerja sama demi kepentingan bersama atau kepentingan yang lebih luas dan luhur.

3.      Dialog Pengalaman Iman

Saling memperkaya dan memajukan penghayatan nilai-nilai tertinggi dan cita-cita rohani masing-masing pribadi untuk dapat saling memperkaya walaupun berbeda agama.

 



Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...