31 Maret 2022

MATERI AGAMA KELAS VIII: BAB 4 PANGGILAN DAN PERUTUSAN MURID YESUS

 

BAB 4

PANGGILAN DAN PERUTUSAN MURID YESUS

 

Dalam usaha mewartakan dan menegakkan Kerajaan Allah, Yesus sejak awal mula mengajak orang-orang disekitarNya. Ia memanggil para murid untuk terlibat dalam tugas yang besar ini.

Para Murid dipersiapkan sungguh-sungguh oleh Yesus, yaitu dengan mereka:

·         mengalami langsung bergaul dan hidup bersama Yesus

·         melihat dari dekat cara hidup Yesus

·         mendapat pengajaran

·         dibekali dengan kekuatan Roh Kudus

·         yang diyakinkan oleh Yesus, bahwa Ia tidak akan meninggalkan para murid, melainkan menyertai sampai akhir zaman.

 

  1. Panggilan Para Murid Yesus

Untuk dapat mengenal dan mengikuti cara hidup seseorang, dibutuhkan proses belajar yang tidak sebantar, bahkan tidak jarang orang akhirnya harus melibatkan diri dalam kehidupan tokoh yang akan diikutinya.

 

Sebagai tokoh yang dipilih Allah yang untuk menyelamatkan umat manusia, Yesus juga membutuhkan rekan kerja yang dapat membantu KaryaNya didunia ini.

Yang dibutuhkan Yesus untuk menjadi rekan kerjaNya adalah:

v  Yang bersemangat seperti Dia

v  Dapat diajak bekerja sama

v  Diharapkan dapat mengikuti dan terlibat dalam karya-karyaNya

Untuk itulah Yesus memanggil murid-muriNya. 

Yesus memanggil murid-muridNya dengan mengajak Para Murid untuk:

v  Melihat

v  Mendengarkan

v  Hidup bersatu denganNya

v  Menemukan keselamatan dalam Dia

Para Murid dipanggil dalam kesatuan persaudaraan, hal ini tampak bahwa untuk menjadi Murid Yesus tidak dapat berlangsung dalam waktu yang singkat, melainkan butuh proses yang panjang yaitu:

v  Para Murid dipanggil untuk mendekati Yesus

v  Diajak bergaul dengan Yesus

v  Mendengarkan Ajaran Yesus

v  Melihat apa yang dikerjakan Yesus

v  Dalam kesatuan dengan Yesus, akhirnya Para Murid menemukan keselamatan sehingga mereka terus terdorong untuk mengikuti Yesus.

Untuk menjadi pengikut Kristus dan turut serta dalam tugasNya mewartakan Kerajaan Allah, Inisiatif selalu datang dari Yesus.

Adapun syarat-syarat untuk mengikuti Yesus adalah:

v  Harus dapat meninggalkan hal-hal lain untuk dapat mengikuti Dia dengan segenap hati

v  Harus dekat atau selalu tinggal didalamNya

v  Harus rela diutus

v  Rela menderita demi Dia

Yesus memanggil para Murid tidak saja dahulu ketika Ia masih hidup, melainkan hal tersebut masih terus berlangsung sampai sekarang, karena tugas untuk membangun Kerajaan Allah belum selesai. 

Arti dan Konsekuensi mengikuti Yesus Kristus

Mengikuti Yesus Kristus, berarti menjadi murid Yesus. 

Orang-orang Farisi, maupun Yohanes Pembaptis mempunyai murid, akan tetapi menjadi Murid Yesus unik sifatnya. Karena beberapa alasan yaitu:

v  Murid-murid Yesus tidak memilih guru, tetapi gurulah yang memilih dan memanggil muridNya. Prakarsa atau inisiatif selalu datang dari Yesus.

v  Adanya unsur keterbukaan dalam panggilan Yesus. Yesus tidak membatasi panggilanNya pada orang-orang yang bersih, baik, pandai, dan taat saja, tetapi diantara mereka ada para pendosa dan pemungut cukai, oleh sebab itu Yesus sering dikecam karena bergaul dengan mereka.

v  Panggilan Yesus untuk menjadi MuridNya menuntut perubahan hati yang mendasar (METANOIA). Pertobatan religius sering dilambangkan dengan meninggalkan segala miliknya contoh:

Markus 10: 21 >> Kisah tentang orang muda kaya yang yang telah menaaati segala perintah Allah sejak muda, lalu Yesus berkata “ Hanya satu kekuranganmu, pergilah, juallah apa yang kamu miliki, berikanlah kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta Surga, kemudian datanglah kemari dan Ikutlah Aku”

Lukas 5:11 >> Mereka yang mengikuti Yesus “Meninggalkan segala sesuatu” (meninggalkan pekerjaan, orang tua, keluarga anak dll) bagi sebagian orang dapat berarti Hidup Selibat (= Hidup tidak menikah demi sesama dan Kerajaan Allah)

v  Menjadi Murid Yesus adalah ikut serta dalam pelayananNya. Tidak seperti murid-murid Rabi atau Guru yang lain yang harus menghafalkan ajaran Guru mereka, tetapi menjadi Murid Yesus berarti dipanggil untuk melayani seperti yang dilakukan Yesus sendiri.

Contoh: Yesus mengutus Para Murid untuk:

·         Mengajar dan bertindak atas namaNya

·         Menyembuhkan orang sakit

·         Mengusir setan

·         Mewartakan Kerajaan Allah sudah dekat

Dengan kata lain menjadi Murid Yesus tidak hanya ikut melayani tetapi juga ambil bagian dalam kemiskinan dan menyertai setiap perjalan Yesus.

v  Menjadi Murid Yesus berarti bersedia mencintai orang lain dengan cinta penuh pengorbanan, tanpa syarat dan tanpa batas. Murid-murid harus bersedia berbagi apapun dengan orang lain 

Mendapat panggilan dari orang lain bisa menjadi pengalaman yang biasa-biasa saja, tetapi juga bisa menjadi pengalaman yang luar biasa/istimewa bagi kita, tergantung dari siapa yang memanggil Misalnya:

v  Bila orang yang memanggil sudah sangat biasa ditemui atau bila maksud panggilan itu sudah dapat diduga, maka panggilan akan terasa biasa saja

v  Akan tetapi panggilan akan menjadi sesuatu yang istimewa apabila:

·         Orang yang memangil juga orang yang istimewa atau luar biasa

·         Orang yang memangil mempunyai wibawa, punya keistimewaan dan bukan orang biasa

·         Orang yang memanggil tokoh-tokoh ternama, oarang yang empunyai pengaruh besar

·         Tugas yang diberikan istimewa dan bukan biasa-biasa saja dll 

Panggilan juga bisa ditanggapi dengan sikap yang berbeda spt:

v  Orang yang merasa panggilan sebagai hal yang mendatangkan kesenangan, kebaikan dan keuntungan pasti akan cepat datang untuk menanggapinya.

v  Jika panggilan itu akan membebani, membuat diri susah, atau diminta untuk melakukan pekerjaan berat umumnya orang tersebut akan pikir-pikir dulu atau malah menolak.

v  Dalam arti yang khusus, seseorang juga dapat merasakan keharusan untuk melakukan sesuatu yang baik, sebagai salah satu bentuk panggilan dari dalam dirinya .

Dalam Kitab Suci juga dapat ditemukan beragam reaksi dalam panggilan Yesus yaitu:

v  Ada yang menanggapi langsung tanpa tedeng aling-aling

v  Ada yang mendengar panggilan Yesus, ia langsung meninggalkan segala-galanya seperti pekerjaan, keluarga tanpa pikir panjang dll

v  Ada yang tanpa pikir panjang langsung mengikuti Yesus (Hal ini tampak dalam panggilan murid-murid Yesus yang pertama)

v  Reaksi yang lain, ada yang mengemukakan berbagai syarat

v  Ada yang ketika dipanggil, orang tersebut merasa perlu untuk menyelesaikan dan mengurus hidupnya terlebih dahulu

v  Ada juga yang menolak karena merasa tidak mampu memenuhi persyaratan yang diinginkan Yesus.

Kepada siapapun dan dan reaksi apapun tidak pernah menjadi beban bagi Yesus, karena Ia tidak pernah memaksa orang untuk mengikutiNya. 

Yesus memanggil orang untuk turut ambil bagian dalam tugas perutusanNya, mewartakan kabar keselamatan Kerajaan Allah, oleh karena itu orang yang dipanggil Yesus diharapkan:

v  Segera datang kepada Yesus

v  Mereka perlu melihat agar dengan akal budinyamemahamu siapa Yesus dan apa maksud panggilanNya

v  Murid-muridNya perlu tinggal bersama-sama dengan Yesus, supaya mereka dapat menjalin hubungan pribadi secara lebih mendalam dengan Pribadi Yesus.

Gereja mengimani bahwa panggilan Yesus tidak berhenti sampai terbentuknya himpunan kedua belas Murid, melainkan berlangsung terus sepanjang sejarah, karena pewartaan Kerajaan Allah masih terus berlangsung. Yesus tetap akan memanggil siapapun untuk turut serta dalam karya besar ini.

 

Kalau kita mencermati Kisah Panggilan Murid Yesus, maka akan ditemukan beberapa hal penting yaitu :

  1. Panggilan selalu diawali dari Yesus, karena Yesuslah yang mengambil inisiatif pertama
  2. Ketika Yesus memanggil, serta merta mereka menanggapinya secara spontan (tidak ada keraguan dan tanpa pikir panjang mereka meninggalkan pekerjaanNya bahkan keluargaNya untuk segera mengikuti Yesua
  3. Yang dipanggil Yesus bukan orang kaya, pejabat atau pengusaha yang  mapan, melainkan orang yang hidupnya sederhana bahkan cenderung kekurangan dan orang-orang yag dia anggap berdosa seperti Nelayan, Pemungut Cukai, wanita berdosa dll
  4. Ketika mendapat panggilan Yesus, mereka rela meninggalkan segala-galanya seperti pekerjaan & keluarganya.
  5. Walau sebelumnya Para Murid tidak mengenal siapa Yesus tetapi mereka begitu mempercayai Yesus dan mengikuti Yesus tanpa bertanya tanya dan tanpa meminta jaminan terlebih dahulu.
  6. Ketika memanggil murid-muridNya, Yesus memang tidak menentukan syarat apapun tetapi dalam berbagai pengajaranNya Yesus menyampaikan beberapa persyaratan itu. Yaitu:

  • Setiap orang yang mengikuti Yesus, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Yesus (Mat 16: 24-26)
  •  Harus mempunyai sikap yang mantap, tidak terlalu banyak pertimbangan
  •  Tidak terlalu terikat dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang menjadi tugasnya selamaini
  •  Harus berani melepaskan keterikatan dengan keluarga. (Keluarga memang penting, tetapi jangan sampai kecintaan pada keluarga menjadi penghalang untuk bersikap terbuka pada sesama yg lain ( Luk 9: 57-62)

  •  

  1. CARA HIDUP MURID YESUS

Hidup dalam kelompok atau Persekutuan merupakan kebutuhan setiap orang, karena tidak seorangpun dapat hidup sendiri. Dalam persekutuan atau kelompok masing-masing anggota dapat:

v  Saling berbagi

v  Saling menguatkan

v  Saling mengasihi

v  Saling menolong

v  Saling memperhatikan dll

Rebentuknya suatu kelompok atau persekutuan bisa disebabkan oleh adanya pengikat atau daya tarik yaitu:

v  Pemimpinnya

v  Kegiatannya

v  Visi dan misinya

v  Minat di bidang yang sama

v  Memiliki kepedulian dan keprihatinan yang sama 

Hidup persekutuan atau kelompok tidak dapat berkembang dengan sendirinya tanpa peran aktif dari masing-masing anggotanya. Oleh karena itu kita dapat menjumpai ada banyak kelompok-kelompok atau persekutuan yang tidak dapat berkembang dengan baik, teidak dapat bertahan lama, bahkan hancur atau bubar sama sekali. 

Adapun hal-hal yang dapat dan sering menghambat atau menghancurkan hidup dari kegiatan suatu kelompok atau persekutuan adalah:

v  Sikap egois dari masing-masing anggota atau pemimpinnya

v  Kurangnya sikap bertanggung jawab

v  Kurang rasa memiliki terhadap kelompoknya

v  Kurang jujur satu sama lain

v  Tidak disiplin

v  Adanya pelanggaran terhadap aturan dan tata tertib yang ada dan telah disepakati didalam kelompok 

Kehidupan kelompok/persekutuan yang masih dapat dinilai baik dapat kita saksikan dalam masyarakat pedesaaan.Sebaliknya dimasyarakat perkotaan umumnya hidup persekutuan kurang begitu tampak. 

Dalam Kitab Suci, gambaran hidup persekutuan beriman tampak dalam kehidupan Jemaat Gereja Perdana seperti yang dikisahkan dalam Kiasah 4: 32-37, dimana hidup persekutuan mereka tampak dalam beberapa hal berikut yaitu:

v  Roh Kuduslah yang mempersatukan mereka menjadi orang beriman akan Yesus Kristus dan hidup sebagai suatu persekutuan persaudaraan sejati (ayat 32)

v  Setiap anggota persekutuan adalah sesama, sederajat dan tak ada dari mereka yang merasa lebih tinggi dari yang lain (ayat 3)

v  Mereka tidak hidup demi diri sendiri, melainkan saling menaruh kepedulian satu sama lain, sehingga yang “tidak punya” tidak merasa kekurangan “yang punya” juga tidak merasa berkelebihan (ayat 34a)

v  Adanya pemimpin yang melayani dan mampu menghadirkan Kristus ditengah tengah jemaat (ayat 33a)

v  Melimpahnya kasih karunia Tuhan dalam kehidupan Jemaat karena Kristus ada ditengah-tengah mereka

v  Dalam kehidupan persekutuan Jemaat Gereja, tampak dengan jelas kewibawaan dan pelayanan Para Rasul (ayat 37) 

Dari ciri dan cara hidup Jemaat Gereja Perdana itulah yang menjadikan hidup Kelompok/Persekutuan mereka mempunyai daya tarik sehingga membuat semakin banyak orang tertarik untuk bergabung dan bersatu dengan mereka. 

Adapun dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47, dengan jelas diungkapkan ciri atau cara hidup Jemaat Gereja Perdana yang hidup dalam kelompok atau persekutuan yaitu:

v  Percaya dan memberi diri dibaptis (ayat 41)

v  Tekun dalam pengajaran Para Rasul (ayat 42)

v  Selalu hidup dalam persekutuan dan kelompok (ayat 42)

v  Selalu berkumpul untuk berdoa dan memecah roti bersama (ayat 42)

v  Percaya dan tetap bersatu (ayat 44)

v  Saling berbagi dan saling melayani satu sama lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing (ayat 45)

v  Tiap hari berkumpul dalam Bait Allah (ayat 46)

v  Secara bergilir mengadakan perjamuan makan bersama dirumah  (ayat 46)

v  Selalu Memuji Allah (ayat 47) 

C.      MELAKSANAKANTUGAS PERUTUSAN SEBAGAI MURID YESUS

Apabila seseorang terpilih untuk menjadi utusan, atau terpilih untuk melaksanakan suatu tugas tertentu, biasanya akan muncul macam-macam reaksi dari orang yang bersangkutan.Adapun reaksinya dapat berupa:

v  Menerima

v  Menolak

v  Bimbang atau ragu-ragu

v  Bingung karena tidak tahu apa yang harus dilakukan

v  Ada yang pikir-pikir dahulu dll 

Berbagai macam perasaan juga biasanya akan muncul dari orang-orang yang terpamggil atau terpilih untuk melaksanakan tugas tertentu misalnya:

v  Merasa bangga karena dipercaya

v  Merasa dihargai ayau dihormati

v  Merasa senang karena tugas tersebut memang disukai atau diharapkan karena mudah untuk dikerjakan dan dilaksanakan

v  Tetapi ada kemungkinan juga merasa tidak percaya diri karena takut gagal, merasa tidak mampu

v  Merasa takut gagal karena banyak ditentang dan kurang ada yang mendukung dll 

Sebagai Murid Tuhan Yesus, kita mendapat tugas perutusan mewartakan kabar Gembiratentang datangnya Kerajaan Allah. Datangnya Kerajaan Allah berarti datangnya:

v  Kedamaian

v  Kerukunan

v  Persaudaraan

v  Keadilan dan

v  Cinta Kasih 

Tugas perutusan yang kita terima dari Yesus mengandung resiko besar akan banyak tantangan serta hambatan baik dari dalam diri maupun luar diri kita. Namun Yesus memberi jaminan bahwa Ia, selalu menyertai kita, artinya Ia akan selalu menjaga dan menolong kita, Yesus juga memperingatkan kita supaya “Jangan Takut” ( matius 10:28) 

Pada umumnya, seseorang yang memilih/mengutus/ menetapkan seorang utusan telah mempertimbangkan banyak hal sebelum mengutus seseorang yaitu:

v  Orang yang mengutus sudah tau serta mengenal pribadi dan kemampuan orang yang akan diberi tugas atau orang yang akan diutusnya

v  Orang yang mengutus menaruh kepercayaan yang besar terhadap orang yang diutusnya

v  Dari pihak orang yang diutus juga demikian, seseorang mau menerima suatu tugas karena ia percaya bahwa orang yang mengutusanya akan selalu membantu, mendampingi dan menjamin dirinya ketika melaksanakan tugas tersebut. 

Pada hakikatnya Gereja sebagai persekutuan umat Kristiani harus bisa hidup bagi dan dalam Dunia artinya: Gereja hidup bukan untuk melayani persekutuan itu sendiri melainkan hidup untuk melayani dunia. Dengan kata lain, Gereja diutus ketengah-tengah dunia untuk mewartaka Kerajaan Allah, Dunia baru yang adil, merdeka, dan Damai Sejahtera 

Gereja diutus untuk bersama-sama dengan saudara-saudaranya yang lain agama dan yang berkehendak baik untuk menciptakan Dunia baru yang terlibat dalam suka dan duka umat manusia dengan memperjuangkan:

v  Keadilan

v  Pembebasan bagi yang tertindas

v  Melindungi yang lemah

v  Saling menghargai sesama

v  Menjunjung tinggi martabat manusia

v  Menciptakan persaudaraan dalam Kasih Allah dll 

Kristus selalu menyertai murid-muridNya dalam melaksanakan tugas perutusanNya sampai akhir zaman.

Dalam Lukas 10: 1-12 diungkapkan bahwa :

v  Yesus mengkehendaki agar kabar gembira keselamatan yang dibawaNya dapat diketahui banyak orang

v  Yesus mengutus MuridNya pergi berdua dua, mendahuluiNya kesetiap kota dan kesetiap tempat yang hendak dikunjungiNya

v  Yesus tidak ingin berkarya sendiri, tetapi Ia mengikutsertakan Murid-muridNya karena pewartaan keselamatan adalah tanggung jawab bersama

v  Tugas yang diberika Yesus adalah tugas berat dan banyak mengandung resiko

v  Walaupun tugas itu berat, Yesus tetap menjamin keselamatan dan kesejahteraan Para MuridNya

v  Yesus memberikan petunjuk kepada Para MuridNya dalam melaksankan tugas yang diberikanNya, yaitu agar Para Murid :

1.     Tidak memilih-milih dimana dan kepada siapa mereka harus mewartakan keselamatan

2.     Tidak membebani diri dengan harta (pundi-pundi)

3.     Mengucapkan salam damai dari Allah dirumah setiap orang

4.     Menyebuhkan orang sakit yang dijumpainya

5.     memperingatkan orang –orang yang menolak Yesus 

Dalam memberiakn  tugas Yesus juga memberikan jaminan kepada Pera MuridNya, mereka tidak akan terlantar dan kelaparan, sebab mereka adalah pekerja Tuhan. 

Dalam Injil Lukas 10: 17-20, diceritakan pula bahwa setelah Murid-muridNya kembali, mereka melaporkan kepada Yesus tentang hasil kerja mereka. Yesus sangat menghargai kesetiaan dan kesungguhan Para Murid, oleh karena itu ia berkata “ Namun demikian janganlah bersuka cita karena roh-roh takluk kepadaMu, tetapi bersuka citalah karena namamu ada terdaftar di surga” 

Semangat kesederhanaan, kebijaksanaan dan kebersamaan dalam menjalani tugas perutusan mewartakan Kerajaan Allah  dan kabar gembira diharapkan menjadi semangat para murid Yesus zaman sekarang. 

Ada beberapa macam cara yang dapat lita lakukan untuk mewujudkan Tugas perutusan sebagai Murid Kristus dalam hidup sehari-hari misalnya :

v  aktif di Lingkungan atau Paroki

v  menjadi Misdinar/Putra Altar

v  menjadi anggota koor, derigen, pemazmur, lektor, anggota OMK

v  aktif mengikuti Pendalaman Kitab Suci dalam BKSN, Pendalaman Iman Masa Adven dan Prapaskah

v  menjadi pendamping Sekolah Minggu atau Bina Iman Remaja di Paroki

v  terlibat aktif dalam karya pelayanan sosial (mengunjungi panti asuhan atau panti werdha)

v  mengumpulkan barang atau dana untuk membatu orang-orang yang kurang beruntung

v  mengunjungi teman yang sakit

v  membimbing teman yang kurang mampu memahami materi pelajaran

v  berani menolak dengan tegas hal-hal yang bisa merusak kehidupan dan moral seperti Narkoba, Pornografi, Tawuran dll

 

 


 

 

 

 

 

 

 

MATERI AGAMA KELAS VIII: BAB 2 YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH

 

BAB II

YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH 

Kerajaan Allah adalah pokok pewartaan yang dibawa Yesus kepada Manusia didunia. Kerajaan Allah merupakan inti pokok dari seluruh ajaran Yesus. Ungkapan Kerajaan Allah merangkum bahwa Tuhanlah yang mengusai dunia ini, diharapakan pada suatu ketika Tuhan hadir untuk menguir ketidakadilan dan kesusahan dari tengah keberadaan iman kita. 

Pokok pewartaan Yesus tentang Kerajaan Allah terdiri atas beberapa hal yaitu: 

  1. KERAJAAN ALLAH SEBAGAI POKOK PEWARTAAN KRISTUS 

Pengertian:

Kerajaan Allah berarti:

  1. Turun tangan Allah untuk menyelamatkan dan membebaskan dunia

            secara total dari kuasa kejahatan

  1. Allah sendiri yang tampil sebagai raja dalam kemuliaan dan keperkasaan bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan dan memberi perlindungan. 

Ciri khas pewartaan Yesus ialah: bahwa kedatangan Allah sebagai Raja Penyelamat akan terjadi dengan segera. Kerajaan Allah itu,  Allah yang datang sebagai Raja,  sudah dekat. 

Bagi Yesus, Pewartaan Kerajaan mempunyai arti yang khusus dikarenakan:

  • Kerajaan Allah paling pokok dalam sabda dan karya Yesus
  • Kerajaan Allah mempunyai ciri-ciri khas dalam pewartaan Yesus
  • Kedatangan Kerajaan mendesak, karena kemalangan manusia hampir tidak tertahan lagi
  • Belas kasihan dan kerahiman Allah tidak akan tertunda lagi
  • Kemalangan menjadi tanda kedatangan Allah yang Maharahim 

Pewartaan Kerajaan adalah: Perwartaan kerahiman Allah dan karena itu merupakan warta pengharapan. 

Makna Kerajaan Allah menurut Bangsa Yahudi antara lain:

  • Kerajaan Allah bersifat Politis

Kerajaan Allah yang damai sejahtera hanya akan terwujud bila Allah tampil sebagai tokoh politik yang gagah berani mampu memimpin bangsa Israel melawan penjajah Romawi dan para penindas rakyat

  • Kerajaan Allah bersifat Apokaliptis

Kerajaan Allah akan tercapai bila Allah menunjukkan kuasanya dgn mengguncangkan kekuatan langit dan bumi yang akan membangkitkan suatu dunia baru, yang menganggap penderitaan bukan akhir segalanya pada akhir zaman.

  • Kerajaan Allah bersifat Yuridis Religius.

Allah sekarang sudah meraja secara hukum, sedangkan pada akhir zaman Allah menyatak kuasaNya sebagai Raja Semesta alam dengan menghakimi sekalian bangsa 

  1. YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH MELALUI PERUMPAMAAN 

Perumpaman adalah: Penyampaian pesan yang menggunakan bahasa imajinatif, kiasan,    simbolis atau perbandingan sehingga orang yang mendengarkan sebuah perumpamaan diharapkan mampu menangkap pesan dibalik perumpamaan itu. 

Tujuan/Maksud perumpamaan adalah : agar orang yang mendengar diharapkan lebih mudah  menangkap dan memahami isi serta gagasan yang hendak disampaikan melalui perumpamaan tersebut. 

Dalam mewartakan Kerajaan Allah Yesus seringkali menggunakan perumpamaan sesuai dengan situasi dan kondisi para pendengarnya dan biasanya diambil dari hal-hal yang ada dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, berupa : benda disekitar , Pengalaman, Kejadian, Kebiasaan

Sehingga orang yang mendengarkan perumpamaan yang disampaikan Yesus akan lebih mudah memahami ajaran Yesus 

Beberapa contoh perumpamaan yang digunakan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah adalah sebagai berikut:

  • Perumpamaan seorang Penabur (Markus 4:3-8,13-20)

ü  Karya Yesus untuk menegakkan Kerajaan Allah betapapun ada kegagalan,

karyaNya itu akan menghasilkan buah panen berlimpah, melebihi apa yang diperkirakan manusia.

ü   Pengikut Yesus tak perlu berkecil hati dan mudah putus asa bila mengalami berbagai kegagalan.

  • Perumpamaan tentang Benih yang tumbuh (markus 4:26-29)

ü  Kerajaan Allah seumpama benih yang ditaburkan.

ü  Ia akan tumbuh sendiri, bahkan petani sering tidak mengetahui kapan akan bertunas, keluar bunga dan kapan buahnya berbentuk.

ü  Artinya tumbuhnya Kerajaan Allah sering tidak bisa diamati, semua tergantung sepenuhnya kepada Allah bukan usaha manusia saja.

ü   Pada saat yang tepat Allah sendiri yang akan menegakkan Kerajaan Allah.

  • Perumpamaan tentang Lalang diantara Gandum (Matius 14:24-30)

ü  Kerajaan Allah diwartakan dan ditawarkan Yesus kepada semua orang.

ü  Tegakknya Kerajaan Allah tidak harus dengan menghabisi yang jahat melainkan memberi kesempatan untuk bertobat.

ü  Kerajaan Allah sendiri yang akan menghakimi bukan manusia

ü  Allah mencintai dan menghendaki semua manusia yang baik dan jahat.

ü Tegakknya Kerajaan Allah justru terjadi bila yang baik dan jahat bisa hidup bersama dgn kesabaran dan kasih serta mendorong yang jahat menjadi baik. 

  • Perumpamaan tentang Pukat (Matius 13: 47-50)

ü  Kerajaan Allah bagaikan pukat yang saat ditebarkan akan mendapatkan bermacam-macam ikan, ada yang besar dan kecil, ada yg beracun dan tidak.

ü  Dalam Kerajaan Allah dikembangkan sikap tidak mudah menghakimi orang lain, merasa paling baik dan layak menjadi warga Kerajaan Allah

ü  Biarlah Allah sendiri yang memilah-milah antara yang baik dan jahat. 

  • Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara berharga (Matius 13:44-46)

ü  Demi Kerajaan Allah, manusia harus memandang Allah sebagai harta yang paling berharga.

ü  Manusia harus berani meninggalkan segala miliknya yang selama ini dianggap paling berharga dalam hidupnya

ü  Hidup dalam Kerajaan Allah adalah hidup yang penuh sukacita, sekalipun untuk

mencapainya seseorang harus meninggalkan segalanya. 

  1. YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH MELALUI TINDAKAN DAN MUKJIZAT

 Yesus bukan saja berbicara tentang Kerajaan Allah, tetapi jiga memberikan kesaksian tentang Kerajaan Allah dengan tindakan-tindakanNya serta ada kesatuan antara Sabda dan KaryaNya.

Yesus tampil sebagai Nabi, tetapi juga sebagai Tabib.

Unsur hakiki/mendasar Nabi dan Tabib, masing-masing mewakili unsur perkataan dan perbuatan yang merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam hidup Yesus 

Kesatauan antara Sabda dan Karya Yesus bersifat sedemikian rupa, sehingga kebenaran perkataan Yesus itu tampak dalam perbuatanNya seperti yang terungkap dalam : 

Tindakan Yesus Mewartakan Kerajaan Allah

ü  Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus tidak ditujukan hanya pada kelompok atau golongan tertentu, tetapi ditujukan untuk semua orang.

ü  Yesus merangkul semua orang yang baik maupun yang jahat agar dapat merasakan keselamatan.

ü  Kerajaan Allah justru terjadi bilamana yang baik maupun yang jahat dapat hidup berdampingan dalam kebersamaan dan dengan penuh kesabaran serta kasih mendorong yang jahat menjadi baik.

ü  Yesus dekat dengan sesamaNya, sangat terbuka kepada semua orang, bergaul dengan semua orang dan tidak membuat kelas/mengkotak-kotakan diantara manusia.

ü  Yesus tidak mau hanya merangkul sekelompok orang dan menyingkirkan kelompok lainnya bahkan Yesus akrab dengan semua orang dan mau bergaul dengan orang yang dianggap berdosa.

ü  Sikap Yesus suka bergaul dengan orang berdosa dan dianggap najis amat tidak sesuai dengan adat sopan santun dan peraturan agama yang berlaku saat itu.

ü  Yesus telah menjungkirbalikkan/mematahkan perturan yang telah mapan saat itu terutama bagi orang Yahudi pada umumnya yang masih memegang kuat tradisi mereka. 

Sikap Yesus terhadap pendosa

Adapun sikap Yesus yang tidak bisa ditolerir/dibiarkan oleh Masyarakat Yahudi pada umumnya karena dianggap mengganggu, merusak dan membahayakan tatanan hidup yang sudah mapan saat itu adalah:

1.      Yesus bergaul dengan Pendosa,  karena bagi Orang Yahudi:

a)               Dosa itu menular seperti kuman

b)          Tinggal serumah apalagi makan bersama dengan mereka berarti kena dosa dan menjadi orang berdosa

c)        Seorang yang saleh tidak boleh bergaul dengan yeng tidak saleh, karena seorang Yahudi akan rusak namanya kalau berhubungan dengan seorang kafir.

d)              Kaum pendosa harus dijauhi, disingkirkan, dan dikucilkan karena mereka dianggap tidak layak hidup ditengah-tengah masyarakat pada umumnya.

 2.      Yesus dianggap telah melanggar semua peraturan dan adat, karena Ia:

a.   Bergaul dengan pemungut pajak yang dianggap sebagai koruptor dan pemeras.

b.      Bertemu dan menyapa orang yang dianggap kafir seperti bangsa Samaria

c.       Mendatangi negri orang kafir dan berbicara akrab dengan mereka. 

3.      Yesus bergaul dengan wanita

Anggapan masyarakat Yahudi adalah wanita itu penggoda, karena itu seorang laki-laki apalagi seorang guru agama tidak boleh berbicara dengan seorang perempuan yang belum dikenalnya.

Bagaimana sikap Yesus terhadap wanita ?

·       Yesus bergaul dengan wanita, bahkan wanita-wanita tertentu tetap mengikutiNya kemanapun Ia pergi.

·     Yesus juga menyapa dan bergaul dan menyapa wanita-wanita kafir yang belum dikenalNya seperti wanita Samaria

·    Yesus tidak hanya bergaul tetapi Ia juga berusaha membela wanita yang kedapatan berbuat zina (yoh 8: 1-11) 

Dari contoh-contoh diatas menjadi jelas bagi kita bahwa Yesus tidak hanya mewartakan Kerajaan Allah tapi juga mewujudkannya melalui tindakannya. 

Jika Kerajaan  Allah adalah : situasi dimana semua orang dikasihi Allah, semua orang tidak tersekat oleh jurang antara kaya dan miskin, maka Yesus menunjukkan hal itu dengan bergaul kepada siapa saja, terutama mereka yang miskin dan berdosa yang selama ini disingkirkan oleh masyarakat. 

Mukjizat sebagai tanda kehadiran Allah

ü Dengan mengerjakan mukjizat, Yesus memperlihatkan kehadiran kerajaan Allah

ü Tanda-tanda mukjizat yang dikerjakan Yesus memperlihatkan bahwa dalam diri Yesus genaplah nubuat para nabi tentang Mesias yang kedatanganNya telah dijanjikan kepada para leluhur Israel.

ü Pengarang Injil menceritakan mukjizat Yesus untuk memaklumkan bahwa Yesus tidak hanya menyampaikan kabar yang menggembirakan itu, tetapi “Ia sendiri adalah Kabar Gembira, Injil”.

ü Yesus sendirilah keselamatan, rahmat dan penyembuh bagi manusia yang sedang susah

ü Pemerintahan Allah yang eskatologis benar-benar sedang masuk kedunia ini seperti yang terungkap dalam Lukas 11:20 :”...jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu,...” 

Adapun beberapa contoh mukjizat yang dilakukan Yesus sebagai tanda Kehadiran Allah:

1.         Yesus membangkitkan anak seorang janda di Nain (Lukas 7: 11-17)

Yesus ingin menunjukkan bahwa:

·         Allah berkuasa atas kehidupan dan kematian manusia.

·         Ia adalah mesias, penyelamat yang mereka nantikan.

2.         Yesus meredakan angin Ribut (Matius 8: 23-27)

Melalui mukjizat ini Yesus ingin menunjukan bahwa:

·         Allah berkuasa atas alam semesta

·         Tidak ada kekuatan lain yang mampu mengalahkan kekuatan Allah sendiri

·         Kekuasaan Allah mampu mengatasi kekuatan apapun yang ada didunia ini

·         Semua ciptaan harus tunduk pada kekuatan Allah

3.         Yesus mengusir Roh jahat ( Markus 1: 21-28)

Dengan mengusir Roh Jahat Yesus ingin menunjukkan :

·         Allah lebih berkuasa dari roh-roh yang ada

·    Roh Jahat selalu mengarahkan manusia pada perbuatan yang tidak dikehendaki Allah yang membawa kehancuran dan kebinasaan.

·         Roh Allah membawa manusia pada kebenaran dan kebahagiaan hidup bersama

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...