13 Maret 2023

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH KELAS IX

  

 

Materi

Kelas/Semester

 

Indikator Soal

Bentuk Soal

No. Soal

Manusia sebagai citra Allah

VII/1

Peserta didik mampu menjelaskan ciri manusia sebagai citra Allah.

PG

1

 

Manusia sebagai citra Allah

VII/I

Disajikan kutipan teks Kitab Suci tentang manusia sebagai citra Allah, peserta didik mampu menjelaskan pengertian manusia sebagai citra Allah.

Uraian

41

Aku memiliki kemampuan

VII/1

Disajikan kutipan teks Mat 25:14-30 tentang talenta, peserta didik mampu menjelaskan tanggapan para tokoh seperti terungkap dalam teks tersebut

PG

2

Aku memiliki kemampuan

VII/1

Peserta didik mampu menentukan cara mengembangkan kemampuan

PG

3

bersyukur sebagai citra Allah

VII/1

Peserta didik mampu memberikan contoh perwujudan syukur sebagai citra Allah

PG

4

 

bersyukur sebagai citra Allah

VII/1

Disajikan teks Kitab Suci tentang anugerah Allah yang diterima, peserta didik mampu memberi contoh ungkapan syukur atas anugerah yang diberikan Allah sesuai teks.

Uraian

42

mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki

VII/1

Peserta didik mampu memberi contoh cara mengembangkan dirinya sebagai perempuan atau laki-laki

PG

5

mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki

VII/1

Disajikan kutipan Katekismus Gereja Katolik tentang mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki, peserta didik mampu memberi contoh tindakan dalam mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki berdasarkan kutipan tersebut

PG

6

mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki

VII/1

Peserta didik mampu memberikan contoh tindakan cara mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki di lingkungan sekitar

PG

7

Peran keluarga bagi perkembanganku

VII/1

Disajikan kutipan sumber Iman Gereja Katolik tentang peran keluarga, peserta didik mampu menemukan contoh kewajiban orangtua dalam mendidik anak-anak sesuai dengan kutipan tersebut

PG

8

Peran Gereja Bagi perkembanganku

VII/1

Disajikan bidang tugas pelayanan Gereja, peserta didik mampu menemukan contoh manfaat pelayanan Gereja bagi perkembanganku

PG

9

 

Peran masyarakat bagi perkembanganku

VII/1

Disajikan kutipan teks Dokumen Gereja dalam dunia (Gaudium et Spes art. 25), peserta didik mampu memberikan contoh pengaruh masyarakat bagi perkembangan diri.

PG

10

Bersahabat

VII/2

Disajikan kutipan teks Kitab Sir. 6:5-17, peserta didik mampu menginterpretasi makna persahabatan berdasarkan teks tersebut.

PG

11

Berpacaran

VII/2

Disajikan data tentang perilaku orang berpacaran, peserta didik mampu memilih perilaku yang sehat dalam berpacaran

PG

12

Perempuan dan laki-laki diciptakan sederajat

VII/2

Disajikan kutipan teks Kitab Suci tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki, peserta didik mampu menyimpulkan makna kesederajatan perempuan dan laki-laki berdasarkan teks tersebut.

PG

13

Pribadi Yesus Kristus

VIII/1

Peserta didik mampu menjelaskan ciri-ciri pribadi Yesus Kristus

PG

14

 

Yesus Kristus pemenuhan janji Allah

VIII/1

Disajikan teks Kitab Suci tentang Janji Allah kepada manusia, peserta didik mampu menjelaskan tentang Yesus Kristus yang merupakan pemenuhan janji Allah tersebut.

Uraian

43

Yesus mewartakan Kerajaan Allah

VIII/1

Peserta didik mampu menjelaskan tentang paham Kerajaan Allah

PG

15

VIII/1

Peserta didik mampu menjelaskan arti mujizat yang digunakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah.

PG

16

Sengsara dan wafat Yesus

VIII/2

Disajikan teks Kitab Suci tentang sengsara Yesus, peserta didik mampu menjelaskan sikap Yesus dalam menghadapi sengsara-Nya.

PG

17

Yesus mengutus Roh Kudus

VIII/2

Disajikan beberapa pernyataan tentang Roh Kudus, peserta didik mampu menjelaskan peranan Roh Kudus.

PG

18

Roh Kudus memberi daya kekuatan

VIII/2

Peserta didik mampu menjelaskan arti satu dari tujuh karunia Roh Kudus menurut St. Bonevantura.

PG

19

Yesus yang berbelas kasih

VIII/2

Disajikan gambar tentang orang yang melakukan tindakan berbelas kasih terhadap sesama, peserta didik mampu menunjukkan contoh tindakan berbelas kasih dalam hidup sehari-hari seperti terdapat dalam gambar.

PG

20

Yesus Sang Pengampun

VII/2

Disajikan kutipan teks Kitab Suci tentang pengampunan, peserta didik mampu menerapkan sikap pengampunan dalam hidup sehari-hari sesuai dengan kutipan teks tersebut.

PG

21

 

Yesus peduli terhadap penderitaan sesama

VII/2

Peserta didik mampu memberi contoh tindakan peduli terhadap penderitaan sesama di lingkungan sekitar.

Uraian

44

 

Tugas perutusan sebagai murid Yesus

VIII/2

Disajikan kutipan teks Luk. 10:1-12 tentang Yesus mengutus tujuh puluh murid, peserta didik mampu merumuskan perwujudan tugas perutusan sebagai murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

PG

22

Gereja sebagai paguyuban

VIII/2

Peserta didik mampu menguraikan unsur-unsur anggota dalam persekutuan Gereja.

PG

23

Ciri Gereja sebagai paguyuban

VIII/2

Peserta didik mampu menjelaskan ciri Gereja dalam syahadat para rasul.

PG

24

Pelayanan Gereja sebagai paguyuban

VIII/2

Disajikan gambar tentang keterlibatan seseorang dalam tugas pelayanan Gereja, peserta didik mampu mengidentifikasi bidang tugas pelayanan tersebut.

PG

25

Pelayanan Gereja sebagai paguyuban

VIII/2

Peserta didik mampu menjelaskan tugas pelayanan Gereja.

 

Uraian

45

Tanda dan sarana keselamatan dalam hidup manusia

VIII/2

Disajikan kutipan teks Sumber Iman Gereja Katolik tentang tanda dan sarana keselamatan, peserta didik mampu memberi contoh tindakan yang mencerminkan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan teks tersebut.

PG

26

Sakramen Baptis

VIII/2

Disajikan gambar tentang simbol yang ada dalam Sakramen Baptis, peserta didik mampu menganalisis makna simbol dalam gambar tersebut.

PG

27

 

Sakramen Ekaristi

VIII/2

Peserta didik mampu menginterpretasikan sikap tubuh dalam perayaan Ekaristi.

PG

28

Sakramen tobat

VIII/2

Disajikan cerita tentang pertobatan, peserta didik mampu menyimpulkan makna pertobatan berdasarkan cerita tersebut.

PG

29

Beragama sebagai tanggapan atas karya keselamatan Allah

IX/1

Peserta didik mampu menjelaskan alasan orang beragama.

PG

30

Beriman sebagai tanggapan atas karya keselamatan Allah

IX/1

Peserta didik mampu menjelaskan aspek hidup beriman.

PG

31

 

Hak dan kewajiban sebagai anggota Gereja

IX/1

Peserta didik mampu memberi contoh perwujudan kewajiban sebagai anggota Gereja.

PG

32

IX/1

Disajikan kutipan teks Kitab Suci.Peserta didik mampu menentukan perwujudan kewajiban sesuai teks Kitab Suci tersebut.

PG

33

Menghargai keadilan dan kejujuran

IX/1

Peserta didik mampu memberi contoh usaha yang dapat dilakukan untuk memperjuangkan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

PG

34

 

Kemajemukan agama dan kepercayaan berbeda tetapi satu tujuan

IX/1

Peserta didik mampu memberi contoh tindakan menghargai kemajemukan agama dan kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari.

PG

35

 

Sikap Gereja terhadap agama dan kepercayaan lain

IX/1

Disajikan kutipan dokumen Gereja, peserta didik mampu menentukan sikap Gereja Katolik terhadap agama dan kepercayaan lain sesuai kutipan tersebut.

PG

36

Bersahabat dengan alam

IX/1

Disajikan gambar tentang kerusakan lingkungan, peserta didik mampu memberi contoh dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan manusia.

PG

37

Cita-cita demi membangun masa depan

IX/2

Disajikan data tentang faktor pendukung tercapainya cita-cita, peserta didik mampu menganalisa faktor pendukung keberhasilan pencapaian sesuai cita-cita yang diimpikan.

PG

38

 

Sakramen Perkawinan

IX/2

Peserta didik mampu menemukan dampak positif dari tujuan perkawinan Kristiani.

PG

39

Sakramen Imamat

IX/2

Peserta didik mampu merumuskan makna kaul yang diucapkan oleh biarawan-biarawati.

PG

40

 




21 Februari 2023

KISI-KISI PAT GENAP PAK KELAS XII

 

MATERI:

  • KD 3.3, KD 3.4, KD 3.5
  • Kitab Suci

1.       Semboyan bangsa Indonesia kita yang mempersatukan bangsa

2.       Penyebab munculnya semangat primordialisme, fanatisme suku dan agama di Indonesia

3.       Sarana dalam upacara bendera sebagai simbol pemersatu bangsa

4.       Makna  perbincangan Yesus dengan seorang perempuan Samaria di Sumur Yakob (Yohanes 4:5-43).

5.       Isi ucapan Yesus dalam Lukas 4 : 18 -19.

6.       Melengkapi sabda Yesus dalam Injil Matius 22:15-22.

7.       Menjelaskan sikap apa saja yang harus kita bangun dalam  masyarakat Indonesia yang majemuk.

8.       Perbedaan Gereja Katolik dan Protestan

9.       Pengertian toleransi

10.   Contoh dialog karya antara Gereja Katolik dan umat beragama lain yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari

11.   Kekhasan dalam agama islam

12.   Kekhasan dalam agama Hindu

13.   Kekhasan dalam agama Konghucu

14.   Menuliskan minimal 5 peristiwa kerusuhan antar pemeluk agama baik di Indonesia maupun di negara lain.

15.   Jelaskan sebab-sebab konflik atau kerusuhan antar pemeluk agama!

16.   Jelaskan bentuk-bentuk dialog berikut: a.Dialog kehidupan  b.Dialog karya  c.Dialog pengalaman iman

17.   Fungsi hukum dalam kehidupan beragama

18.   Ditujukan kepada siapa nasehat Rasul Paulus agar umat sebagai warga yang baik selalu taat dan siap melakukan suatu pekerjaan yang baik bagi Negara.

19.   Isi Gaudium et Spes Artikel 1

20.   Peristiwa dalam hidup Yesus sebagai dasar dari Gereja mengadakan perayaan Ekaristi.

21.   Tujuan perayaan Minggu Palma

22.   Hari apa saja pelaksanaan pantang dan puasa dalam gereja Katolik.

23.   3 keutamaan kristiani

24.   Prinsip-prinsip Kristiani dalam membangun masyarakat adalah Hormat terhadap martabat manusia, kebebasan, keadilan, solidaritas, jujur dan tulus iklas, demokrasi, tanggung jawab. Menjelaskan 3 prinsip dari prinsip-prinsip tersebut. 

Menulis Refleksi dari video APP 2024. Mohon disiapkan headset.




13 Februari 2023

MATERI KELAS IX: ALAM SEBAGAI BAGIAN DARI HIDUP MANUSIA

  • Alam merupakan bagian dari hidup. Oleh karena itu, manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam. Kita sadari bersama bahwa Tuhan menciptakan bumi dan isinya (alam) ini dari hari pertama sampai hari kelima pada akhirnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Sebab setelah bumi tertata dan tercipta dengan baik, pada hari keenam Allah menempatkan manusia di dalam bumi, alam ciptaan-Nya. Manusia dapat hidup karena Allah telah mempersiapkan alam dengan baik sebagai tempat hidup bagi manusia.

  • Manusia dan alam hidup secara berdampingan secara harmonis dan saling membutuhkan. Manusia membutuhkan alam dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestarian hidupnya. Seperti kita membutuhkan flora dan fauna untuk hidup. Berton-ton makanan telah kita santap yang semuanya mengambil bahan pokok dari tumbuhan dan hewan.

  • Bagi manusia, tumbuhan dan hewan dibutuhkan bukan hanya untuk bahan makanan, melainkan juga untuk hal-hal lainnya. Misalnya, tumbuhan membantu kita untuk bernapas, untuk membuat tempat tinggal, hasil karya seni, dan sebagainya. Sedangkan hewan yang kita pelihara dapat menjadi partner kerja mengolah tanah, bahkan dapat menjadi sumber protein hewani bagi kita. Perlakuan kita terhadap kelestarian lingkungan menentukan kesejahteraan hidup kita.

  • Namun demikian, pada kenyataannya saat ini banyak perilaku manusia yang justru dapat menimbulkan kerusakan alam lingkungan. Karena keegoisan dan keserakahan manusia, maka manusia berperilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alam dan bahkan kehancuran alam lingkungan.
  • Dosa keserakahan Adam dan Hawa merupakan gambaran awal munculnya bencana atas alam semesta ini.

  • Berbagai contoh tindakan manusia yang dapat merusak keutuhan alam ciptaan atau lingkungan hidup, antara lain:
    1) Penebangan hutan untuk industri perkayuan, penebangan pohon-pohon untuk perluasan lahan industri atau pemukiman secara tidak bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan hutan menjadi gundul dan bukit menjadi tandus. Pada akhirnya menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan saat kemarau.
    2) Ketidakpedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan dengan tindakan membuang sampah di sembarang tempat, yang menyebabkan bau busuk dimana-mana serta menyebabkan saluran air (got) dan sungai menjadi tersumbat, yang pada akhirnya menyebabkan bencana banjir.
    3) Tindakan pencemaran lingkungan sungai dengan membuang limbah berbahaya ke dalam sungai. Hal ini dapat menyebabkan tercemarnya air sungai sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi, bahkan bisa membahayakan kesehatan kita.
    4) Pemakaian obat-obatan untuk membasmi hama tanaman, dan asap pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang sedikit demi sedikit dapat meracuni kita dan seluruh alam lingkungan kita.

  • Dalam Kitab Kejadian 1: 1- 31 dikisahkan bagaimana Allah menciptakan alam ini dengan begitu indah adanya. Dalam Kitab Kejadian 3:17-19 dikisahkan bahwa sejak meninggalkan Taman Firdaus dengan segala kebutuhan hidupnya yang serba ada, manusia Adam dan Hawa terpaksa harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.75 Kata-Kata Menikmati Alam Sebagai Renungan dan Rasa Syukur Atas Indahnya  Dunia - Kapanlagi.com

MATERI KELAS IX: BERSAHABAT DENGAN ALAM

  • Keharmonisan hubungan antara alam dengan manusia dapat terjalin dengan baik jika dalam diri manusia ada kehendak yang baik untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola serta memelihara alam dengan bijak sesuai dengan kehendak Allah. 

  • Hal ini seharusnya dapat dilakukan jika manusia menyadari akan peran dan tugasnya sebagai citra Allah. Manusia tidak dapat hidup tanpa alam dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Kita dapat meminum air bersih, berteduh dalam rumah yang nyaman, menghirup udara yang segar, dan sebagainya karena ada sumber daya alam yang kita manfaatkan.

  • Kita harus memanfaatkan alam dengan memperhatikan dampak positif dan negatifnya, agar keseimbangan ekosistem tidak terganggu. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak manusia yang belum menyadari akan hal ini, sehingga mereka tidak peduli terhadap kondisi dan kelestarian alam lingkungan.

  • Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan sangat mempengaruhi pencemaran lingkungan, yang sangat merugikan kehidupan. Kenyataannya, manusia sedang menghancurkan dirinya ketika tanpa merasa bersalah menghancurkan alam semesta. Manusia sedang menyia-nyiakan hidupnya, ketika menghambur-hamburkan sumber daya alam.
  • Ada tiga bentuk pencemaran yang kita kenal, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air.

  • Selain itu, penebangan tumbuhan dan penembakan hewan secara berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan. Hal ini akan berkaitan dengn rusaknya rantai makanan dan keseimbangan ekosistem.
  • Oleh karena itu, pengelolaan hutan sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya, sebab fungsi hutan adalah untuk mencegah erosi, sumber ekonomi, menjaga keseimbangan air, menyediakan keanekaragaman hewan dan tumbuhan. Dimana semua itu pada akhirnya untuk kelangsungan hidup bagi manusia.

  • Dalam Kitab Kejadian khususnya dalam Kej 1: 26-31, manusia dipanggil oleh Allah untuk senantiasa memperhatikan alam lingkungannya. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk menguasai alam dengan mengolah, mempergunakan, dan melestarikan alam ciptaan ini.

  • Melalui ciptaan, Allah menyatakan diri-Nya sebagaimana Ia ada. Segala ciptaan yang ada menunjukkan bahwa Allah sungguh mencintaimanusia. Kita patut bersyukur menyaksikan keindahan, keharmonisan, keselarasan serta betapa sempurna dan takjubnya alam raya. Ungkapan syukur kita kepada Allah dapat kita wujud nyatakan dengan menjaga dan melestarikan alam ini karena alam dan manusia adalah bagian hidup yang tak terpisahkan satu sama lain. Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan, misalnya:
  • 1) Menerapkan praktik hidup hemat, mulai dari sebanyak mungkin memanfaatkan transportasi umum, hemat listrik hingga hidup seadanya (sederhana) yang tidak konsumtif. Semua kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi energi yang digunakan dan pada akhirnya dapat mengurangi polusi udara dan dampak rumah kaca;
    2) Mengurangi penggunaan mobil dengan naik sepeda, jalan kaki, atau dengan bus;
    3) Composting merupakan cara untuk membuang sampah dapur. Hal itu sehat untuk tanah dan sedikit sampah yang akan masuk ke lokasi penimbunan;
    4) Mematikan keran air bila sedang menyikat gigi atau sudah tidak dipakai; 5) Membuang sampah pada tempat yang seharusnya bukan di sungai ataupun di tempat-tempat yang dapat menyebabkan banjir, dan sebagainya.
    Catatan: 

Catatan: 
Laudato Si’ adalah ensiklik yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus. Di dalamnya, Paus menyerukan mengenai lingkungan hidup, mengajak dan mengingatkan manusia untuk peduli terhadap alam semesta. 

800.000+ Gambar Alam & Hutan Gratis - Pixabay

  • Ensiklik ini memuat pandangan dan seruan Paus Fransiskus tentang pentingnya mengatai perubahan iklim dan melindungi lingkungan hidup. Paus menyatakan bahwa kerusakan yang terus-menerus dilakukan oleh manusia terhadap lingkungan sebagai satu tanda kecil dari krisis etika, budaya dan spiritual modernitas. “Bumi, rumah kita, semakin menyerupai tumpukan sampah. Di berbagai wilayah bumi, daerah yang semula cantik telah tertutupi dengan sampah,” katanya. Untuk mengatasinya, kata Paus, membutuhkan pengorbanan dan “revolusi budaya” di seluruh dunia.

    Berikut ini beberapa poin penting dari Ensiklik Laudato Si:

    SAINS: Paus menjelaskan “sebuah sensus sains solid” menunjukkan bahwa pemanasan global itu nyata, dan akan mengurangi ketersediaan air minum, merusak pertanian, menyebabkan kepunahan hewan dan tumbuhan, meningkatkan keasaman laut dan menaikkan permukaan air laut yang menyebabkan kebanjiran di kota-kota besar dunia. Ia mengaitkan perubahan iklim terjadi secara alami, tetapi penelitian menunjukkan bahwa pemanasan global “terutama” disebabkan oleh aktivitas manusia.

    EKONOMI: Ensiklik ini merupakan kritik ekonomi dan juga panggilan untuk menyelamatkan lingkungan. Paus Fransiskus mengatakan negara-negara kaya mempunyai “utang ekologis” terhadap negara-negara berkembang, yang sumber daya alamnya diambil untuk produksi dan konsumsi bahan bakar bagi negara-negara industri. Ia menyebutkan hubungan ekonomi ini adalah hubungan dengan “struktur yang sesat” dan menolak argumen bahwa pertumbuhan ekonomi saja bisa memecahkan masalah kelaparan dan kemiskinan global serta memperbaiki keadaan lingkungan. Menurutnya pola pikir seperti itu sebagai sebuah “konsep pasar yang ajaib.”

    KEBIJAKAN PEMERINTAH: Paus Fransiskus mengatakan bahwa peraturan pemerintah mutlak diperlukan untuk mengurangi pemanasan global dan “penting untuk merancang lembaga internasional yang lebih kuat, lebih efisien dan terorganisir” dengan memanfatkan kewenangan untuk memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar peraturan. “Konsensus global penting untuk menghadapi masalah yang lebih kompleks, yang tidak dapat diselesaikan secara sepihak dari masing-masing negara,” kata Paus. Namun, ia mengatakan peraturan saja tidak akan memecahkan masalah. Sebaliknya, pandangan untuk merubah etika secara menyeluruh mutlak diperlukan untuk memprioritaskan perawatan alam dan manusia.

    MANUSIA: Paus mengatakan setiap aktivitas yang berdampak pada lingkungan juga harus “memperhitungkan hak-hak dasar kaum miskin dan mereka yang kurang mampu.” Dia mengatakan “konsumerisme yang tidak beretika” telah menyebabkan tingkat konsumsi yang menyebabkan memperparah kerusakan lingkungan. Dia mengajak setiap orang untuk membentuk jaringan sosial dengan tujuan menekan pemimpin politik untuk melakukan perubahan dan membantu mereka yang kehilangan tempat tinggal atau pekerjaan akibat perubahan iklim. Ia juga mendesak agar masyarakat mengubah gaya hidup mereka, termasuk “menggunakan transportasi umum, atau naik mobil bersama-sama, dan menanam pohon serta mematikan lampu-lampu yang tidak digunakan.

    IMAN: Paus Fransiskus menyebutkan inti ajaran Katolik adalah menekankan kepedulian terhadap makhluk ciptaan Tuhan dan kaum miskin. Ia mendesak manusia bertanggungjawab secara moral untuk merawat lingkungan seperti yang tertulis di kitab Kejadian 2:15 bahwa kita memiliki tugas untuk “menjaga” dan “merawat” Bumi. Paus berdoa untuk diskusi tentang iklim yang diselenggarakan oleh PBB dan menulis dua doa tentang pelestarian lingkungan, dan meminta Tuhan untuk memberikan, “kesembuhan dalam hidup kita, agar kita dapat terus melindungi dan merawat bumi dan menggerakkan hati orang-orang yang hanya mencari keuntungan dan mengorbankan orang-orang miskin dan dunia.” 

Contoh nyata :

  • Severn Suzuki, seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Environmental Children's Organization (ECO). ECO adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak lain mengenai masalah-masalah lingkungan.
  • Pada tahun 1992 mereka mengumpulkan uang mereka sendiri dan menghadiri KTT Bumi PBB di Rio de Janeiro.

    Severn yang saat itu berusia 12 tahun menutup Sesi Pleno dengan pidato luar biasa yang mendapat sambutan meriah. Dia menerima banyak pujian untuk ceramahnya saat itu — bahkan Al Gore menyebutnya “pidato terbaik di Rio.” Jauh sebelum Greta Thunberg, Pidato itu beredar di You Tube, di mana pirate ini digelari sebagai , The Girl who Silenced the World for Five Minutes, Gadis yang membuat dunia terdiam selama lima menit. Silakan disimak teks pidatonya dan carilah kekuatan dari inspirasi ini.

Cuplikan Pidato Membela Bumi Severn Cullis Suzuki

Dalam kemarahan saya, saya tidak buta dan ketakutan saya, saya tidak takut memberi tahu dunia bagaimana perasaan saya. Di negara saya, kami menghasilkan begitu banyak limbah, kami membeli dan membuang, membeli dan membuang, membeli dan membuang, tetapi negara-negara Utara tidak akan berbagi dengan yang membutuhkan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup kita takut untuk berbagi, kita takut untuk melepaskan sebagian kekayaan kita. Di Kanada, kami menjalani kehidupan istimewa. Kami punya banyak makanan, air, dan tempat berlindung.

Kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer, dan televisi. Kegiatan konferensi ini bisa berjalan selama dua hari. Dua hari yang lalu di sini, di Brasil, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan beberapa anak yang hidupnya di jalanan. Inilah yang dikatakan seorang anak kepada kami:

“Saya berharap saya kaya dan jika saya kaya, saya akan memberi semua anak jalanan makanan, pakaian, obat-obatan, tempat berteduh dan cinta serta kasih sayang”.

Pidato Membela Bumi, Jika seorang anak di jalanan yang tidak memiliki apa-apa mau berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih serakah? Saya tidak bisa berhenti berpikir bahwa ini adalah anak-anak seusiaku, bahwa itu membuat perbedaan besar di mana Anda dilahirkan. Dan saya bisa menjadi salah satu dari anak-anak yang tinggal di favelas Rio.

Saya bisa menjadi anak yang kelaparan di Somalia, atau menjadi korban perang di Timur Tengah atau seorang pengemis di India. Saya hanya anak-anak, namun saya tahu jika semua uang yang dihabiskan untuk perang itu direalokaiskan untuk menemukan jawaban lingkungan yang mengakhiri kemiskinan dan dalam menemukan perjanjian bersama (komitmen dunia), betapa indahnya bumi ini nantinya.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, Anda mengajari kami bagaimana berperilaku di dunia. Anda mengajar kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk menyelesaikan masalah, untuk menghormati orang lain dan untuk membersihkan kekacauan kami, untuk tidak menyakiti makhluk lain, untuk berbagi, tidak menjadi serakah.

Lalu mengapa Anda pergi keluar dan melakukan hal-hal yang Anda suruh agar tidak dilakukan? Jangan lupa mengapa Anda menghadiri konferensi ini, untuk siapa Anda datang kemari.

Kami adalah anak-anak Anda sendiri. Anda sedang memutuskan dunia seperti apa kita tumbuh dewasa. Orang tua harus dapat menghibur anak-anak mereka dengan mengatakan ‘Semuanya akan baik-baik saja, ini bukan akhir dari dunia, dan kami melakukan yang terbaik yang kami bisa’ .

Tapi saya tidak berpikir Anda bisa mengatakan itu kepada kami lagi. Apakah kami (anak-anak) termasuk dalam daftar prioritas Anda? Ayah saya selalu berkata, ‘Kamu adalah apa yang kamu lakukan, bukan apa yang kamu katakan’.

Nah, apa yang Anda lakukan membuat saya menangis di malam hari. Anda orang dewasa mengatakan Anda mencintai kami. Tapi saya menantang Anda, tolong, buatlah tindakan yang mencerminkan kata-kata Anda. Terima kasih.[]



MATERI KELAS IX: KEBERSAMAAN ITU INDAH

  • Hidup dalam persaudaraan adalah hidup dalam semangat kasih. Kasih itu tidak membeda-bedakan, tulus, rela berkorban, dan kasih itu mau terlibat.
  • Pengertian persaudaraan bukanlah dalam arti sempit yaitu relasinya dengan sesama umat Kristiani dalam satu paroki atau mereka yang sudah dibaptis sehingga menjadi anak-anak Allah dan menjadi saudara.
  • Dalam konteks persaudaran Kristen, Kristus mengatakan : “… barang siapa mengasihi Allah, ia harus mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21). Perkataan Kristus tersebut perlu dimaknai dalam konteks universal, artinya tidak terbatas pada iman yang sama atau agama yang sama. Sehingga bagi umat Kristen, segala tingkat kehormatan harus tunduk pada persamaan dasar: “Kamu satu sama lain adalah saudara!”
  • Yesus Kristus bersabda dalam Injil Matius 5:46-48: “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
  • Jika kita menghayati dan mewujudnyatakan apa yang telah difirmankan Tuhan, maka kehidupan persaudaraan yang penuh dengan keindahan akan dapat kita wujudkan pula. Itulah keindahan kebersamaan dalam hidup yang dapat kita usahakan.
  • Keindahan dalam hidup kebersamaan tidak akan datang begitu saja, namun perlu untuk kita usahakan. Berbagai bentuk kebersamaan yang indah dapat kita lihat dalam kehidupan kebersamaan yang dibangun oleh masyarakat kita antara lain:
    1) Di lingkungan RT/RW tertentu ada kebiasaan silaturahmi dimana setiap hari raya Natal para warga yang muslim dan beragama lain secara perorangan atau kelompok berkunjung ke rumah warga yang beragama Katolik atau Kristen. Sebaliknya, pada hari raya Idul Fitri, seluruh warga berkumpul di perempatan RT tersebut untuk bersama-sama bersilaturahmi dan saling mengucapkan selamat baik oleh warga muslim maupun non muslim. Juga ada kegiatan saling berkunjung pada saat Idul Fitri;
    2) Di beberapa Gereja Katolik, ada warga muslim yang tergabung dalam ormas (organisasi kemasyarakatan) tertentu yang selalu membantu menjaga keamanan dalam perayaan malam Natal atau malam Paskah;
    3) Ketika terjadi bencana banjir, banyak sekolah Katolik yang memberikan fasilitas sekolahnya sebagai tempat untuk mengungsi dengan tanpa membedakan agama dan suku, tetapi bersama-sama mereka membangun kebersamaan dan hidup saling membantu.
  • Pengalaman-pengalaman indah itu hendaknya makin banyak dilakukan dan makin menyebar sehingga pastilah dunia ini akan tersenyum, terlebih Allah akan merasa bangga terhadap manusia ciptaan-Nya.
  • Sebagai pelajar, dapat juga mengusahakan kebersamaan yang indah itu dengan ikut terlibat di dalam berbagai kegiatan kebersamaan seperti itu. Secara lebih nyata lagi dapat dilakukan dengan membangun persahabatan dengan semua teman tanpa membedakan.
  • Gereja, melalui dokumen “Unitatis Redintegratio Art.2” ada bagian yang menekankan pentingnya dialog antarumat beragama agar tercipta kehidupan kebersamaan yang indah; “….maka Gereja mendorong para putranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup Kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta kekayaan rohani moral serta nilai-nilai sosio budaya, yang terdapat pada mereka.”

Kemajemukan Indonesia: Kekayaan dan Ancaman Disintegrasi Bangsa Halaman 1 -  Kompasiana.com

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...