Kebersamaan para murid selama lebih kurang tiga
tahun hidup bersama Yesus, seakan-akan mereka telah mengenal Yesus secara
mendalam tentang pribadi Yesus.
Peristiwa penyaliban di bukit Golgota yang
diawali dengan penghianatan Yudas Iskariot salah satu muridNya, ternyata telah
menggoyahkan iman mereka. Bahkan Petrus yang ditetapkan oleh Yesus sebagai
pemimpin Para Rasul pun tega menyangkal Yesus guruNya.
Mereka atau Para Rasul rupanya kurang percaya
bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dan dinubuatkan oleh para nabi sejak
lama. Bahkan setelah Yesus bangkitpun mereka belum mampu menghayati siapa
sebenarnya Yesus.
Oleh karena itu ada beberapa ungkapan yang
menjelaskan siapa sebenarnya Yesus spt terungkap dalam Injil Lukas 24:25-27,
yaitu:
- “Hai kamu
orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala
sesuatu, yang telah dikatan para nabi !”
- “Bukankah
Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaanNya ?”
- “Lalu Ia
menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh
Kitab Nabi, mualai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi”
Baru setelah beberapa kali penampakan Yesus, iman
mereka para rasul tumbuh kembali. Mereka sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus
yang pernah hidup bersama mereka adalah Mesias yang telah dijanjikan Allah dan
mereka percaya Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia.
- YESUS PEMENUHAN JANJI ALLAH
Dalam hidup bersama, manusia mengenal istilah
Janji.
Ada berbagai macam bentuk janji antara lain:
- Janji yang
muncul karena kemauan sendiri
- Janji yang
muncul karena kemauan kedua belah pihak (kesepakatan)
- Janji karena orang lain
- Janji yang diungkapkan bersama-sama
- Janji lisan dan janji yang tertulis
Alasan yang mendorong orang membuat janji juga bermacam-macam, misalnya
karena:
·
Ingin
membahagiakan orang lain
·
Rasa
simpati dan empati
·
Cinta
dan belas kasihan
·
Rasa
tanggung jawab
·
Ingin
memperbaiki keadaan yang memprihatinkan
·
Mewujudkan
cita-cita atau suatu keinginan
·
Ingin
meyakinkan orang
·
Ingin
membuat suatu kesepakatan
·
Ingin
memotivasi diri sendiri dll
Janji dan memenuhi janji merupakan suatu kebajikan dalam kehidupan kita
sehari-hari. Orang yang berusaha memenuhi janjinya adalah orang yang setia
kepada janjinya, tidak semua manusia setia pada janjinya. Ada banyak kendala
dan masalah yang harus dihadapi dalam memenuhi suatu janji dibutuhkan
perjuangan dan pengorbanan.
Allah setia pada janjinya, ”Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia
juga akan mengenapinya” ( 1 Tes 5:24)
Janji yang telah diungkapkan atau diteguhkan baik dihadapan diri sendiri,
dihadapan orang lain atau dituliskan dalam surat perjanjian, membawa
konsekuensi bagi orang yang berjanji dan bagi orang yang mengetahuinya. Oleh karena itu,
janji harus ditepati dan dijalankan dengan setia.
Janji yang ditepati akan mendatangkan:
- Kebahagiaan dan rasa syukur
- Memperbesar kepercayaan
- Menumbuhkan ikatan persaudaraan yang lebih erat dll
Sebaliknya pengingkaran terhadap janji akan
mendatangkan kekecewaan baik bagi diri sendiri maupun orang lain karena orang
yang berjanji tersebut tidak setia menjalankan janjinya.
Orang yang membuat janji diharapkan dapat setia
untuk melaksanakan janjinya itu. Untuk mewujudkan sebuah janji memang
dibutuhkan suatu perjuangan, dan janji yang terwujud akan membahgiakan diri
orang yang berjanji & orang lain.
Allah telah merencanakan keselamatan bagi manusia
sejak semula yaitu sejak manusia pertama jatuh kedalam dosa. Dosa manusia
disebabkan oleh kesombongan manusia.
Allah mengadakan perjanjian dengan:
- Nuh ( Kejadian 9: 8-17)
- Abraham (Kej 14: 18-20, 15:1-21,
17:1-27, 18:1-15)
- Musa ( Kel 3: 6-7)
- Nabi Yesaya ( Yes 7:4)
- dan Nabi-Nabi lain
Allah juga pernah mengungkapkan janjiNya kepada manusia antara lain:
- Kejadian
3:1-15:
Ø Janji Allah itu muncul karena keprihatinan
Allah terhadap situasi dosa yang melanda manusia
Ø Hubungan manusia dengan sesame, lingkungan
dan dengan allah yang mulanya sangat harmonis ditaman Firdaus menjadi rusak
setelah manusia “mamakan buah terlarang”
Ø Melihat situasi ini, Allah sungguh sedih dan
prihatin. Namun Allah tidak ingin bila manusia terbelenggu oleh dosa, oleh
karena itu Ia mengungkapkan janjiNya untuk menyelamatkan manusia (ay 15)
- Yesaya
7: 1-14:
Ø Janji Allah itu kemudian diungkapkan kembali
oleh Para Nabi antara lain Nabi Yesaya
Ø Yesaya bernubuat: “sesungguhnya, seorang
perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia
akan menamakn Ia Immanuel” (ay14)
Ø Allah setia terhadap janjiNya, Ia
menginginkan agar manusia benar-benar selamat.
- Ibrani
1:1-4:
Ø Janji Allah terwujud/digenapi dalam pribadi PutraNya,
yakni Yesus Kristus yang berkarya, wafat dan bangkit demi menebus dosa manusia
Ø Dari pihak Allah , Allah telah menggenapi
janjiNya, kini bagaimana dengan manusia?
Ø Terhadap kebaikan Allah itu, hendaknya
manusia menghayati hidup yang baru. Hidup lama yang penuh dengan dosa dan
pelanggaran hendaknya ditinggalkan, diganti dengan hidup sesuai kehendak Allah,
karena manusia telah diselamatkan dari dosa-dosanya.
- Matius
21:33-46
Ø Yesus sendiripun sudah mewartakan bahwa
diriNyalah pemenuhan Janji Allah lewat perumpamaan tentang para “Panggarap
Kebun Anggur”
Ø Dalam perumpamaan tsb, Para Nabi utusan allah
digambarkan sebagai orang-orang kepercayaan Allah untuk meminta pertanggung
jawaban Para Penggarap Kebun anggur, namun mereka semua dibinasakan.
Ø Akhirnya diutuslah PutraNya itu, tetapi
bukannya disegani melainkan dibunuh juga.
Ø Perumpamaan itu sebenarnya merupakan gambaran
sikap hidup & sejarah hidup bangsa manusia yang diwakili oleh Bangsa
Israel, suatu Bangsa yang suka memasukkan diri dalam suasana dilematis. Disatu
pihak ingin selamat, tapi dilain pihak bila keselamatan itu ditawarkan dengan
syarat-syarat tertentu, mereka selalu memalingkan muka
Ø Hal itupun tampak ketika syarat itu disertai
contoh pemenuhannya dalam seluruk kehidupan Yesus sendiri.
Yesus adalah pemenuhan Janji
Allah, hal itu semakin tampak dalam
percakapanNya dengan Filipus yang ingin melihat Bapa. Yesus menegaskan bahwa “barang siapa melihat Aku melihat Bapa”.
Sampai akhirnya Yesus menegaskan “Kalau kamu tidak percaya pada-Ku,
sekurang-kurangnya percayalah bahwa apa yang Kukatakan kepadamu ini benar
adanya”
Sebagai kesimpulan tentang pelajaran Yesus Kristus Pemenuhan Janji
Allah, kita diajak untuk:
- Memahami bahwa Allah pernah berjanji untuk menyelamatkan manusia
- Allah menggenapi janjiNya itu dengan mengutus PutraNya yaitu Yesus Kristus
- Allah menghendaki agar manusia menghayati hidup baru karena telah diselamatkan.
- Sampai sekarang kitapun masih menikmati janji Allah dalam diri Yesus yang menjadi semangat dan kekuatan hidup yang baru
- Meskipun manusia sering bertindak mengikuti kehendaknya sendiri, Allah tetap setia dengan janjiNya.
- Berkali-kali manusia mengingikari sebagi ciptaan dan menjauh dari Allah, jatuh dalam dosa, menderita dan hubungannya dengan sesama dan Allah terputus, dengan kebesaran kasihNya Allah mengundang manusia untuk kembali kepadaNya, karena tidak ingin melihat hidup manusia dalam kehancuran.
- KEMANUSIAAN DAN KEALLAHAN YESUS
Karena
besar kasihNya, Allah telah menciptakan manusia sebagai “Citra Allah”.
Hal
tersebut menegaskan bahwa dalam diri manusia terkandung 2 dimensi yaitu : Dimensi
Kemanusiaan dan Dimensi KeAllahan yang tidak
dapat dipisahkan satu sama lain, melainkan merupakan satu kesatuan utuh.
Dimensi manusia maksudnya
adalah: ciri-ciri yang menunjukan keterikatan manusia pada situasi didunia ini.
Ciri
Dimensi kemanusiaan manusia tampak tampak dalam hal:
- Lahir, hidup, bertumbuh dan berkembang
- Manusia memakai Pancaindera dan akalnya untuk berfikir
- Memiliki tubuh, rasa lapar dan rasa sakit, lelah, takut dll.
- Memiliki kemampuan untuk berfikir dan dapat menghayati berbagai perasaan spt: rasa gembira, rasa sedih, kecewa, bingung, bimbang & ragu, cemburu dll)
- Manusia serba terbatas, kurang sempurna dalam hal sifat, sikap, kepandaian dan tingkah laku (karena itu manusia membutuhkan bantuan, kerja sama dan saling mendukung
- Mengalami kematian
Dimensi keilahian dalam diri
manusia ditandai dengan harapan, atau keinginan akan kesempurnaan dan
ketakterbatasan
Dalam
diri manusia juga mengandung dimensi keallahan (= manusia dapat memancarkan
keIlahiaan )sehingga manusia dapat:
- Mengasihi sesama
- Dapat berdoa
- Dapat mengampuni
- Dapat mengasihi
- Dapat menghargai
- Dapat mencintai
- Peduli
- dll
Tetapi
karena dibatasi kemanusiaannya, manusia tidak dapat sepenuhnya memancarkan dan
menghadirkan Allah. Kesempurnaan
dan ketakterbatasan hanya milik Allah. Allah tidak dibatasi oleh ruang dan
waktu. Sifat-sifat Allah merupakan sumber dan rujukan sifat manusia, misalnyaa:
- manusia baik, tetapi kebaikan manusia terbatas. Allah itu Mahabaik artinya kabaikan Allah menjadi sumber dan rujukan kabaikan manusia.
- manusia bisa mencintai, tetapi cinta manusia terbatas, Allah adalah cinta yang sempurna
- kata “Maha” dipakai pada sifat Allah agar dibedakan dari sifat manusia yang serba terbatas.
Kedua
dimensi tersebut perlu dipahami dengan baik, karena karya penyalamatan Allah
sendiri menggunakan keduanya, sehingga penyelamatan Allah bisa dirasakan
manusia secara sempurna. Hal tersebut dilaksanakan Allah dengan menjelma dalam
manusia Yesus. Maka dalam diri Yesus tampakklah secara sempurna bahwa
Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah.
Sebagai
Manusia, Yesus mengalami hal-hal yang dialami manusia pada umumnya (Ciri
dimensi kemanusiaan Yesus) sseperti:
1. Yesus dilahirkan oleh seorang ibu yaitu Bunda Maria
(Mat 1:18-25, Luk 2:1-7))
2. Ia lahir ditempat yang dapat dikunjungi manusia yaitu
Betlehem ( Mat 2:3-6)
3. Bapak dan IbuNya mengikuti sensus penduduk yang
diadakan negrinya saat itu.
4. Punya nenek moyang ( Lukas 3: 23-28, Mat 1:1-17)
5. Dapat marah ( Lukas 19:45, Mat 21:12-13, Mrk
11:15-18, Yos 2:13-16)
6. Dapat mengalami rasa takut (Lukas 22:42-44, Mat
26:36-46, Mrk 14:32-42)
7. Dapat merasa sedih dan letih, sehingga Ia
mengasingkan diri Matius14:12-14, Mrk 6:30-44, Luk 9:10-17, Yoh 6:1-13)
Allah
melaksanakan Karya PenyelamatanNya dengan menjelma menjadi manusia dalam diri
Yesus Kristus karena Allah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus
karena:
1. Yesus terbuka dan ingin solider dengan kehidupan
manusia
2. Yesus ingin mengalami suka duka yang dirasakan oleh
manusia dengan mau turun kebumi
3. Yesus ingin bergaul dengan manusia dan mewartakan keselamatan
bagi manusia
4. Yesus mau menyapa manusia secara pribadi dan akrab
denagn cara menjelma menjadi manusia biasa
5. Yesus mau sederajat dengan manusia dan melalui cara
itu Ia ingin memberikan kedamaian serta keselamatan bagi manusia
Bukti
yang menunjukkan bahwa Yesus sungguh Allah (ciri dimensi keAllahan Yesus) adalah:
1. Saat Yesus lahir, serombongan bala tentara Surga
hadir dan menyanyikan pujian bagi Yesus Sang Putra Allah ( Lukas 2: 8-20)
2. Yesus memiliki kuasa KeIlahian saat Ia melakukan
penggandaan roti (Yoh 6:15, Mat 14:13-21, Mrk 6:32-44, Luk 9:10-17)
3. Yesus membangkitkan Lazarus (Yoh 11: 1-44)
4. Yesus Menyembuhkan orang buta (Matius 20:29-34,
Mrk10:46-52, Luk18:35-43)
5. Peristiwa saat Ia bangkit mengatasi alam maut
(Matius 28:1-10, Mrk 16:1-8, Luk 24:1-12, Yoh 20:1-10)
6. Saat Yesus naik ke Surga (Luk 24: 50-53)
Dalam
Kitab Suci, dgn jelas dikatakan bahwa Yesus adalah Allah spt yg terungkap dlm:
- Yoh 1: 1: “ Pada mulanya adalah firman, firman itu bersama-sama dengan Allah Dan firman itu adalah Allah
- Yoh 20: 28: “Thomas menjawab Dia “Ya Tuhanku dan Allahku
- Titus 2: 13: “ … Pengharapan kita yang penuh bahagia dabn pernyataan kemuliaan Allah yang Maha Besar dan Juru Selamat kita Yesus Kristus
- 2 Pet 1:1: “oleh karena Keadilan Allah dan Juru Selamat kita Yesus Kristus.
- 1 Yoh 5: 20: “ …, Anak-anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita supaya kita mengenal yang benar dan kita ada didalam yang benar, di dalam Anak-anak Yesus Kristus, Dia adalah Allah yang benar dan Allah yang kekal”
Walaupaun
Yesus adalah Allah, Ia tidak sama denagn Allah Bapa, seperti yang disabdakan
Nya dalam Yoh 14:28 : “ … sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan
bersuka cita karena Aku pergi kepada BapaKu sebab BapaKu lebih besar daripada
Aku”.
KeAllahan
Yesus juga dirumuskan dalam “Syahadat Panjang” dengan kata-kata:
“Aku
percaya akan satu Tuhan Yesus Kristus Putra Allah yang tunggal, dilahirkan dari
Bapa, sebelum segala abad, terang dari terang, Allah benar dari Allah benar, Ia
dilahirkan bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa, segala sesuatu dijadikan
olehNya, yang turun dari Surga, untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita,
dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari Perawan Maria”
Yesus
juga memakai gelar Anak Manusia untuk
diriNya sendiri seperti yang terdapat dalam:
- Matius 8: 20 >> “ …Anak Manusia tidak mempunyai tempay untuk meletakkan kepalaNya”
- Matius 9: 6 >>“… bahwa didunia ini Anak Manusia mempunyai berkuasa untuk mengampuni dosa”.
- Matius 11: 19 >> “ …kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum lalu berkata ….”
- Matius 10: 23 >> “ … sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang”
- Matius 16: 13 >> “… Ia bertanya kepada murid-muridNya :” kata orang siapakah Anak Manusia itu ?”
- Markus 8: 38 >> “ …Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam Kemuliaan BapaNya”
- Lukas 9: 10 >> “ … Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”
Makna Yesus sungguh Manusia dan sungguh Allah
bagi hidup kita
Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia berarti Allah menjelma
menjadi manusia. Allah yang mengambil kodrat manusia seperti kita kecuali dalam
hal dosa, ingin menunjukkan pada kita bahwa :
- Allah itu pengasih
- Dia mau turun kebumi merasakan suka duka yang dialami manusia dan bergaul dengan manusia
- Dia terbuka dan solider dengan kehidupan manusia
- Dia menyapa manusia secara pribadi dan akrab dengan manusia, dengan demikian pewartaan karya keselamatan dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh manusia.
Dengan
memahami Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah, kita dipanggil untuk
meneladani CintaNya. Walaupun Ia Allah, Ia tidak meninggikan diriNya, tetapi Ia
mau turun ke bumi unyuk menyelamatkan kita manusia. Kita patut bersyukur kepadNya karena Allah sungguh baik. Ia sungguh mengasihi
kita dan tidak membiarkan kita binasa karena dosa. Allah yang dulu dipandang jauh dan tinggi, sekarang
menjadi dekat dan hidup diantara kita.
Kita
harus optimis dengan fakta atau kenyataan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh
manusia dengan :
v Kita dapat dipersatukan dengan Allah, sebab yang
mempersatukan kita dengan Allah adalah Allah sendiri yang menyelami kodrat
kemanusiaan kita.
v Yesus yang telah menjalani lapar dan haus, sehat dan
sakit, suka duka dan derita kehidupan manusia berkenan mengajak kita bersatu
dengan Allah Bapa dalam KebangkitanNya.
v Kalau Yesus tidak sungguh manusia, berarti Ia tidak
sungguh menyelami kemanusiaan manusia yang berarti juga tidak seluruh
kemanusiaan kita dipersatukan dengan Allah sumber keselamatan
v Bila Yesus tidak sungguh Allah, berarti Ia tidak
sungguh menyelamatkan kerena tidak ada jaminan kesatuan kita manusia dengan
Allah.
Manusia
harus mencontoh hidup Yesus. Manusia harus memperhatikan keseimbangan antara
dimensi kemanusiaan dan keilahian dalam dirinya. Misalnya manusia tidak hanya
berdoa saja, tetapi juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya.
Demikian juga sebaliknya manusia tidak hanya bekerja untuk memenuhu kebutuhan
jasmaninya, tetapi juga harus mencari kehendak Allah dalam hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar