21 April 2021

MATERI KELAS VIII: SAKRAMEN EKARISTI

  

Perayaan Ekaristi adalah: Perayaan resmi Gereja yg disusun menurut tata atau urutan

Perayaan tertentu.

Secara garis besar Tata Prayaan Ekaristi (TPE) terdiri dari 4 bagian yang tiap bagiannya mempunyai arti dan tujuan masing-masing yaitu:

Ø  1. PEMBUKAAN

Pembukaan dalam Ekaristi dimaksudkan untuk mempersiapkan umat agar pantas menyambut kehadiran Allah.

Ø  2. LITURGI SABDA

Dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada Allah untuk bersabda dan umat mendegarkan serta menanggapi sabda Allah tersebut agar layak dan pantas menyambut karya penyelamatan Allah.

Ø  3. LITURGI EKARISTI

Dimaksudkan untuk menghadirkan Allah yang menyelamatkan melalui pribadi Yesus kristus dalam Roh Kudus dann umat juga diberi kesempatan untuk mempersembahkan kurban bersama Yesus serta menyambut dan menerima santapan rohani dari Allah.

Ø  4. PENUTUP

Penutup dalam Ekaristi dimaksudkan untuk: mempersiapkan umat dalam melaksanakan tugas perutusan dari Allah serta menyampaikan warta keselamatan bagi semua orang.

Melihat keempat arti dan tujuan dari tiap bagian dalam Tata Perayaan Ekaristi, jelas bahwa tiap bagian saling berhubungan satu sama lain, karena keseluruhan bagian dalam Tata Perayaan Ekaristi berhubungan dengan karya penyelamatan Allah yang ditujukan bagi manusia.

Perayaan Ekaristi mengenangkan sekaligus menghadirkan kembali tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus bagi umat manusia. Dengan merayakan dan mengenangkan kembali Peristiwa Perjamuan Malam Terakhir, kita merayakan sumber dan puncak hidup Gereja yaitu Yesus dan PengorbananNya.

Sakramen Ekaristi dirayakan sebagai:

  • Perjamuan
  • Kurban
  • Sekaligus sebagai Perayaan Syukur Agung kepada Allah.

Perjamuan Terakhir sebagai cikal bakal Ekaristi

Perjamuan Terakhir mempunyai 10 unsur yaitu:

  1. Yesus mengambil roti
  2. Yesus mengucap doa syukur
  3. Yesus memecahkan roti dan memberikannya kepada para murid
  4. waktu membagikan roti, Yesus bersabda: “Inilah TubuhKu”
  5. Sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala
  6. Yesus mengucap syukur lagi
  7. Piala diberikan kepada para rasul, dan mereka minum daripadanya
  8. Waktu mengedarkan piala, Yesus bersabda: “Piala ini adalah Perjanjian Baru dalam darahKu”
  9. Yesus memberi perintah pengenangan dengan bersabda “Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku”
  10. Sesudah itu Yesus masih bicara mengenai Kerajaan Allah

Demikianlah urutan Perjamuan Terakhir. Tampaklah disitu bahwa dalam Perjamuan Terakhir ada:

  • Doa pujian syukur kepada Allah
  • Mengenang perjanjian
  • Perjamuan (makan dan minum)

Semua unsur dalam Perjanjian terakhir itu juga ada dalam Perayaan Ekaristi.

Ekaristi berasal dari kata “Eucharistia” (Bahasa Yunani) yang berarti “ doa puji syukur”. Maka kekhasan Perayaan Ekaristi adalah bentuk Puji-Syukur.

Dalam Perayaan Ekaristi, kita menyampaikan puji syukur atas karya penyelamatan Allah yang menyangkut dan mengikutsertakan kita. Dan karena krunia Roh Kudus, membuat kita berani bermohon. Maka dalam Doa Syukur Agung, ada 3 unsur penting yaitu:

  • Pujian
  • Syukur
  • Permohonan
  •  

Perayaan Ekaristi diimani Gereja sebagai:

  • Pusat pertamuan umat beriman yang diketuai Imam (dalam Ekaristi sungguh dibangun persekutuan umat)
  • Sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani
  • Pusat dan puncak seluruh hidup umat (Iman Gereja terungkap secara jelas/paling tampak dalam Perayaan Ekaristi)
  • Pusat dan puncak pewartaan sabda dan penginjilan
  • Pusat perayaan sakramen-sakramen, krena semua sakramen mengalir dari Perayaan Ekaristi dan menuju ke Ekaristi. Sakramen-sakramen lain merupakan syarat, persiapan dan konsekuensi dari sakramen Ekaristi.

Keterlibatan Umat dalam Liturgi, khususnya Perayaan Ekaristi tampak pada:

  • Jawaban-jawaban/tanggapan-tanggapan
  • Madah mazmur, antifon nyanyian-nyanyian
  • Gerak-gerik dan sikap badan
  • Dana persembahan atau kolekte
  • Keterlibatan itu berpuncak pada Komuni (tanpa komuni, keterlibatan umat dalam merayakan Ekaristi belumlah utuh)

Unsur pokok Ekaristi yakni Komuni. Menerima komuni atau memasukkan hosti ke mulut, bukanlah kegiatan pasif-menerima, tetapi:

·         ikut memberi, membagikan diri bagi Allah dan sesama

·         bukan hanya menerima Kristus,tetapi juga mengenakan dan ambil bagian dalam hidup Yesus

·         Komitmen untuk hidup seperti Yesus

·         Aktif mempersembahkan jerih payah sepanjang satu minggu yang semuanya dipersembahkan bagi Allah dan sesama

·         Tanda persatuan Allah dan manusia serta antar manusia

Dalam mengikuti Perayaan Ekaristi, umat bisa mengambil 3 macam sikap badan yaitu:

  1. BERDIRI

Sikap ini menunjukkan kesiapsiagaan: siap untuk menerima, siap untuk diutus dan siap untuk berkarya. Sikap ini mengungkapkan juga rasa syukur, harapan akan kebangkitan dan kebebasan anak-anak Allah yang menghadap kepada Bapa, yang mau berbicara dengan Bapa dan mau berdoa

  1. DUDUK

Siakp ini adalah sikap rileks, istirahat, sikap yang cocok untuk berfikir, berefleksi dan merenung. Sikap ini mempermudah kita untuk mendengarkan dan menerima Sabda Allah serta merenungkannya

  1. BERLUTUT

Sikap ini menunjukkan skap rendah hati, sembah sujud, dan tobat, sikap ini cocok sekali untuk berdoa secara pribadi

Bagi Gereja sekarang, Ekaristi adalah sebagai:

Ø  Ucapan syukur dan pujian kepada Allah

Kita bersyukur kepada Allah atas segala kebaikanNya, untuk segala sesuatu yang ia laksanakan dalam penciptaan, penebusan dan pengudusan. Maka sudah selayaknyalah Gereja mengagungkan pujian kepadaNya

Ø  Kenangan akan kurban Kristus

Kenangan tidak hanya berarti mengenangkan peristiwa dimasa lampau, tetapi membuat peristiwa penyelamatan dihadirkan kembali sehingga dapat dirasakan oleh segenap Gereja dan anggotanya yang hadir dan merayakannya.

Ø  Kehadiran Kristus melalui kekuatan SabdaNya dan Roh Kudus

Dalam Ekaristi Ia hadir dalam Gereja (pemimpin maupun umat yang hadir), Ia hadir melalui Sabda-sabdaNya  yang kita dengar dan lewat ikatan antar anggotaNya yang dipersatukan oleh Roh kudus. Ia juga hadir secara nyata dalam tubuh dan darahNya, dan Ia juga mengundang semua muridNya untuk menyambutNya.

Makna-makna dibalik Roti, Anggur, Cawan (tempat anggur) dan ucapan Yesus.

  • Ketika Yesus mengambil cawan berisi anggur dan roti, ia mengucap syukur dan memberika pesan, “Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ii menjadi kenangan akan Aku” (ayat 19) artinya: bahwa roti melambangkan diri Yesus sendiri yang akan dipersembahkan melalui penderitaanNya di salib demi keselamtan manusa.
  • Kemudian Ia juga berkata “Cawan ini adalah Prjanjian baru oleh DarahKu yang dtumpahkan bagimu” (ayat 20) artinya: bahwa cawan yang berisi anggur melambangkan darah Kristus yang tertumpah disalib, juga demi keselamatan manusia.
  • Yesus juga berpesan agar para murid selalu melakukan peristiwa ini untuk mengenangkan diriNya” dgn berkata “Perbuatlah ini menjadi kenangan akan Aku…”(ayat 19)

 Kata-kata Yesus dalam Perjamuan tersebut diingat dan dilaksanakan terus oleh para murid Yesus. Dari kisah “Cara hidup Jemaat Perdana”, kita mengetahui bahwa mereka mengadakan perjamuan bersama. Walaupun demikian terdapat pergeseran mkana yaitu: dari perjamuan perpisahan menjadi perjamuan syukur dan kenangan akan karya penyelamatan Yesus Kristus.

Perjamuan Tuhan itu diteruskan hingga kini oleh Gereja dalam bentuk Perayaan Ekaristi.

Perayaan Ekaristi mengenangkan sekaligs menghadirkan kembali tindakan penyelamatan yangdilakuka oleh Yesus kepada umat manusiasekaligus mensyukurinya.

Sebagai perayaan, Ekaristimengundang keterlibatan semua umat yang hadir untuk berpran aktif dalam perayaan tersebut. Keterlibatan itu bisa diwujudkan denagn berbagi macam cara seperti ikut bernyanyi, ikut berdoa bersama dan menanggap dengan jawaban-jawaban umat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...