14 Maret 2022

KELAS X: KISI-KISI PTS GENAP PAK

 

                KISI-KISI PTS GENAP AGAMA KELAS X

  1. Siswa mampu menyebutkan kerajaan yang menguasai Palestina setelah masa pembuangan bangsa Israel di Babilonia, enam abad sebelum Yesus.
  2. Siswa mampu menyebutkan golongan-golongan ini sering memihak penjajah di Palestina pada masa Yesus
  3. Siswa mampu menyebutkan wewenang seorang Prokurator  di Palestina pada masa Yesus.
  4. Siswa mampu menyebutkan Prokurator (pemimpin Romawi di wilayah jajahan)  di Palestina pada masa Yesus.
  5. Siswa mampu menyebutkan nama raja yang berkuasa di Galilea pada zaman Yesus.
  6. Siswa mampu menyebutkan nama kelompok pemberontak yang terdapat di Palestina pada zaman Yesus.
  7. Siswa mampu menyebutkan manfaat Lahan-lahan luas yang dikuasai oleh para tuan tanah di pedesaan Palestina pada masa Yesus.
  8. Masyarakat Palestina pada masa Yesus  terbagi dalam kelas-kelas. Siswa mampu menyebutkan kelas-kelas atau lapisan kelompok sosial yang ada di pedesaan di Palestina pada zaman Yesus.
  9.  Siswa mampu menyebutkan lapisan kelas sosial di perkotaan pada masa Yesus.
  10. Siswa mampu menyebutkan kelompok-kelompok yang digolongkan sebagai  kaum proletar marginal yang tidak terintegrasi dalam kegiatan ekonomi
  11. Pada masa Yesus, penderita kusta yang menurut keyakinan Yahudi disebabkan oleh dosa si penderita atau dosa orangtuanya. Menurut orang Yahudi, dosa itu dapat berjangkit seperti kuman penyakit.  Siswa mampu menyebutkan pengaruh dari pandangan tersebut bagi masyarakat Yahudi.
  12. Hukum Taurat sangat mewarnai hidup religius orang-orang Yahudi. Siswa mampu menyebutkan kelompok yang  berusaha menjaga warisan dan jati diri Yahudi berdasarkan hukum Taurat Yahudi.
  13. Siswa mampu menyebutkan paham yang dianut oleh sekelompok masyarakat yahudi yang  berharap dengan kebangkitan nasionalisme, kemenangan bangsa Israel dapat tercapai dan Kerajaan Allah tercipta.
  14. Siswa mampu menyebutkan nama kelompok masyarakat Yahudi yang menganut paham nasionalisme
  15. Siswa mampu menyebutkan paham atau Aliran yang  percaya akan datangnya penghakiman Allah, karena dunia ini sudah jahat dan akan digantikan oleh dunia baru
  16. Siswa mampu menyebutkan paham yang mengajarkan bahwa “ Allah sekarang sudah meraja secara hukum, sedangkan di akhir zaman Allah menyatakan kekuasaan-Nya sebagai Raja semesta alam dengan menghakimi sekalian bangsa. Bangsa Israel yang dikuasai oleh orang-orang kafir merupakan akibat dari dosa-dosanya. Jika bangsa Israel melakukan hukum Taurat, maka penjajah akan dipatahkan.”
  17. Siswa mampu menyebutkan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pewartaan Yesus tentang Kerajaan Allah di Palestina
  18. Siswa mampu menyebutkan tempat Kaum Zelot bermarkas pada masa Yesus .
  19. Siswa mampu menyebutkan teks-teks Kitab Suci yang mengisahkan tentang perumpamaan.
  20. Siswa mampu menyebutkan nama Imam Agung yang memimpin agama Yahudi pada masa Yesus
  21. Siswa mampu menyebutkan gambaran Allah yang diwartakan Yesus dalam InjilNya
  22. Siswa mampu menyebutkan puncak kepenuhan (kapan saatnya) Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus.
  23. Siswa mampu menjelaskan pengertian Kerajaan Allah.
  24. Siswa mampu menyebutkan situasi yang tercipta  dalam Kerajaan Allah, ketika Allah yang meraja semesta alam.
  25. Siswa mampu menyebutkan perbuatan-perbuatan  Yesus dalam rangka memperjuangkan Kerajaan Allah.
  26. Siswa mampu menyebutkan alasan Yesus bergaul dengan para pendosa.
  27. Disajikan pernyataan. Siswa mampu menyebutkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan oleh Yesus..
  28. Disajikan teks Injil Lukas 15:11-32:  Perumpamaan tentang anak yang hilang. Siswa mampu menyebutkan upaya yang dapat dilakukan umat beriman dalam mewujudkan ajaran Yesus berdasarkan teks.
  29. Siswa mampu menyebutkan paham-paham  Kerajaan Allah dalam masyarakat Yahudi zaman Yesus.
  30. Siswa mampu menunjukkan contoh konkret perwujudan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus dalam Mat 18: 1-4 yang berbunyi :”…sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga”.
  31. Siswa mampu menjelaskan pengertian paham Kerajaan Allah yang bersifat apokaliptik
  32. Menyebutkan paham yang berpandangan bahwa Allah sekarang    sudah  meraja secara hukum dan pada akhir jaman akan menghakimi segala bangsa.
  33. Menuliskan hal-hal apa saja yang mau disampaikan oleh Yesus dalam perjuangannya mewartakan Kerajaan Allah!
  34. Disajikan Teks perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati berikut!  Siswa mampu menjelaskan sikap masing-masing tokoh dan bagaimana pendapatnya tentang  masing-masing tokoh tersebut!
  35. Baca teks Matius 25:1-13 berikut ini !  Siswa mampu menuliskan pendapatnya tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh!  Setelah itu, siswa mampu memberikan kesimpulan dari kisah ini sehubungan dengan Kerajaan Allah !
  36. Baca teks berikut ini! Berdasarkan  teks tersebut, tuliskan  karakter tanah tempat benih ditabur. Setelah itu, tuliskan makna dari tanah tempat benih tersebut ditabur dengan maknanya masing-masing berkaitan dengan kita manusia yang mendengarkan firman Tuhan!
  37. Copy link ini, untuk buka di youtube! https://www.youtube.com/watch?v=ifKhaIvP0cs   Berdasarkan video tersebut, siswa mampu menjelaskan bagaimana pendapatnya terhadap sikap Bapa dan si anak bungsu. Setelah itu, siswa mampu menjelaskan hubungan kisah tersebut dengan Kerajaan Allah!
  38. Menulis Doa


07 Maret 2022

MATERI AGAMA KATOLIK KELAS X: BERSIKAP KRITIS TERHADAP IDEOLOGI DAN GAYA HIDUP

 

BERSIKAP KRITIS TERHADAP IDEOLOGI DAN GAYA HIDUP

Dalam hidup modern dewasa ini, kita tidak dapat lepas dari berbagai pengaruh lingkungan, baik itu paham atau ideologi maupun aliran hidup yang ada dan berkembang saat ini. Terlebih seperti yang dialami oleh banyak kaum muda sekarang ini, tren apapun bentuknya mulai dari mode, musik, film, sampai pada berbagai gaya hidup lainnya, hingga perangkat teknologi, tak bisa dilepaskan pengaruhnya bagi kita. Tingkatan pengaruhnya sangat tergantung pada kedewasaan kita dalam menjalani dan menentukan pilihan. Pada pelajaran ini, kita akan mengamati berbagai pengaruh dari suatu ideologi, aliran/paham, dan tren-tren yang berkembang saat ini. Harapannya adalah bahwa kita harus bersikap kritis terhadap:

Tren-tren yang sedang berkembang pesat pada saat ini, antara lain: materialisme, konsumerisme, individualisme, pluralisme, fundamentalisme, dan sebagainya. Tren-tren itupun dapat mempengaruhi kaum muda dalam usaha pencarian identitasnya.

ideologi, paham-paham, dan aliran yang beranekaragam. Sebab, ideologi, paham-paham, dan aliran itu dapat melahirkan partai-partai politik atau sekte-sekte agama. Kaum muda sering dijadikan sasaran dari penyebaran dan perluasan ideologi atau paham-paham dan aliran.

Sewaktu hidupNya, Yesus bertemu dengan berbagai orang yang menganut macam-macam ideologi, paham dan aliran, misalnya kaum Farisi, kaum Saduki, kaum Esseni, dan kaum Zelot. Dalam menghadapi berbagai ideologi, paham, dan aliran tersebut, Yesus sudah memiliki sikap kritis. Yesus tetap pada pilihan-Nya (opsi-Nya), yaitu Kerajaan Allah. Yesus juga pernah dihadapkan kepada berbagai tawaran yang menggiurkan, seperti jaminan sosial ekonomi, kekuasaan, dan kesenangan, tetapi Yesus tetap menolaknya (Lihat Matius 4: 1-11). Pilihan (opsi) Yesus tetap pada mewartakan dan memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah.

Pada zaman yang penuh tawaran ideologi, paham-paham, dan macam-macam godaan untuk berbagai jaminan sosial ekonomi dan politik serta kesenangan, kaum muda hendaknya membekali diri dengan sikap kritis, sehingga dapat menentukan pilihan dengan benar. 

Tentang Gaya Hidup:

Dalam hidup modern dewasa ini, kita tidak dapat lepas dari berbagai pengaruh lingkungan, baik itu paham atau ideologi maupun aliran hidup yang ada dan berkembang saat ini.

Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan atau diperlihatkan dalam aktivitas, minat, dan pendapatnya yang berkaitan dengan citra dan status sosialnya.

Menurut KBBI, gaya hidup adalah pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di dalam masyarakat. Gaya hidup menunjukkan bagaimana orang mengatur kehidupan pribadinya, kehidupan masyarakat, perilaku di depan umum, dan upaya membedakan statusnya dari orang lain melalui lambang-lambang sosial. Gaya hidup atau life style dapat diartikan juga sebagai segala sesuatu yang memiliki karakteristik, kekhususan, dan tata cara dalam kehidupan suatu masyarakat tertentu.

Gaya hidup bisa ditentukan oleh apa saja, mulai dari agama, profesi, zaman, teknologi, hobi, umur, jenis kelamin, idola, dan sebagainya. Semua itu terbentuk karena adanya kesamaan sejumlah manusia dalam menjalani hidupnya pada suatu jalan tertentu.

Bagi kaum muda sekarang ini, tren apapun bentuknya mulai dari mode, musik, film, sampai pada berbagai gaya hidup lainnya, hingga perangkat teknologi, tak bisa dilepaskan pengaruhnya bagi kita.Tingkatan pengaruhnya sangat tergantung pada kedewasaan kita dalam menjalani dan menentukan pilihan.

Kita harus bersikap kritis terhadap tren-tren yang sedang berkembang pesat pada saat ini. Tren-tren yang sangat pesat berkembang antara lain: materialisme, konsumerisme, individualisme, pluralisme, fundamentalisme, dan sebagainya. Tren-tren pun dapat mempengaruhi kaum muda dalam usaha pencarian identitasnya.

Tentang Ideologi

1) Kita harus bersikap kritis terhadap ideologi, paham-paham, dan aliran yang beraneka ragam. Sebab, ideologi, paham-paham, dan aliran itu dapat melahirkan partai-partai politik atau sekte-sekte agama. Kaum muda sering dijadikan sasaran dari penyebaran slogan perluasan ideologi atau paham-paham dan aliran. 

Nasionalisme

Nasionalisme dapat disebut semacam etno-sentrisme atau pandangan yang berpusat pada bangsa sendiri. Gejala seperti semangat nasionalisme, patriotisme, dsb. terdapat pada semua bangsa untuk menciptakan rasa setia kawan dari suatu kelompok yang senasib.

Nasionalisme negatif atau nasionalisme sempit ialah nasionalisme yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan meremehkan/menghina bangsa lain. (Right or wrong my country).

Nasionalisme positif adalah nasionalisme yang mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, sekaligus menghormati kemerdekaan dan kedaulatan bangsa lain! 

Marxisme

Sejarah bangsa kita pernah berkenalan dengan marxisme. Marxisme ialah suatu kumpulan ajaran yang menjadi dasar sosialisme dan komunisme. Tujuan utama dari marxisme ialah menghapuskan kapitalisme yang dianggap menyengsarakan dan menjajah kaum proletar, yaitu kaum buruh/rakyat kecil.

Marxisme hanya percaya pada materi, tidak percaya pada dunia adikodrati, termasuk tidak percaya kepada Tuhan. Manusia merupakan satu unsur materi, suatu unsur yang sangat terbatas dalam proses perubahan keseluruhan umat manusia dan semesta alam. Maka, manusia dapat digunakan untuk tujuan marxisme itu. Jika manusia itu menjadi penghalang, maka ia dapat dilenyapkan.

Yang kiranya positif dari ideologi marxisme ini ialah perjuangan dan opsinya kepada kaum buruh/proletar. Hanya sayangnya, ideologi marxisme ini menghalalkan segala cara. 

Komunisme

Komunisme adalah anak dari marxisme. Komunisme mencita- citakan suatu sistem masyarakat di mana sarana-sarana produksi dilakukan berdasarkan asas bahwa setiap anggota masyarakat dapat memperoleh hasil sesuai dengan kebutuhan. Cita-cita komunisme ini praktis diperjuangkan dan dimonopoli oleh partai komunis. 

Teokrasi

Teokrasi merupakan sebuah paham yang menghendaki agama menguasai masyarakat politis. Dalam hal ini, pemerintahan dianggap melakukan kehendak ilahi seperti diwahyukan menurut kepercayaan agama tertentu. Negara adalah negara agama. Segala bentuk teokrasi bersifat statis-konservatif, karena hukum agama dipandang tetap. 

Neo-Liberalisme

Liberalisme adalah suatu paham dan gerakan yang memperjuangkan kebebasan dari penindasan apapun. Namun, kebebasan itu dapat memberi peluang bagi yang kuat untuk menekan yang lemah dan yang kaya memeras yang miskin. Oleh sebab itu, liberalisme di Indonesia sering berkonotasi negatif.

Neo-Liberalisme ialah paham yang berkembang dewasa ini dalam hubungannya dengan globalisasi dan pasar bebas, yang akan dikuasai oleh mereka yang kuat secara ekonomis dan politis. Neo-Liberalisme mempunyai konotasi negatif untuk negara-negara yang sedang berkembang. 

Liberalisme memang memiliki segi positif dan negatif.

Positif karena liberalisme memperjuangkan kebebasan dan hak asasi manusia. Negatif karena liberalisme, terutama neo-liberalisme dapat menguasai pasar karena terjadi persaingan yang tidak seimbang. Neo-Liberalisme melahirkan sikap-sikap asosial. Perlu dicatat bahwa kebanyakan ideologi cenderung untuk bersikap fanatik! 

2) Ideologi dapat diartikan juga sebagai cara pandang seseorang terhadap sesuatu. Contoh: banyak remaja di kota besar yang tidak lagi menganggap “kesucian” badan (keperawanan dan keperjakaan), sebagai sesuatu yang penting dipertahankan sampai jenjang perkawinan. Atau, memandang ibadat bersama sebagai buang-buang waktu, dan sebagainya. 

Tren Yang Berkembang:

Pada saat ini muncul banyak tren dan isu yang semakin lama semakin kuat, yang perlu kita sikapi dengan kritis. Tren-tren dan isu-isu yang aktual dan relevan untuk ditanggapi secara kritis adalah sebagai berikut. 

Budaya Materialistik dan Hedonistik

Budaya materialistik dan hedonistik adalah hidup berlimpah materi dan berkesenangan. Manusia diukur dari apa yang dia miliki (rumah, mobil, dan sebagainya), bukan karakter. Pengorbanan, menanggung penderitaan, askese dan tapa, kesederhanaan dan kerelaan untuk melepaskan nikmat demi cita-cita luhur tidak mempunyai tempat dalam budaya materialistik dan hedonistik. Budaya materialistik dan hedonistik itu antara lain melahirkan sikap konsumerisme.

Konsumerisme adalah sikap orang yang terdorong untuk terus-menerus menambahkan tingkat konsumsi, bukan karena konsumsi itu dibutuhkan, melainkan lebih demi status yang dianggap akan diperoleh melalui konsumsi tinggi itu. 

Individualisme

Individualisme umumnya muncul akibat dari perkembangan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang sedang berlangsung. Sikap individualistik ini umumnya muncul pada masyarakat yang hidup di kota, terutama pada masyarakat kelas menengah ke atas. Sikap individualistik ini umumnya jarang terjadi pada kaum petani, nelayan, tukang, dan pedagang tradisional yang pekerjaannya tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga.

Gaya hidup modern memisahkan dengan tajam antara dua bidang itu. Hidup dalam keluarga dan pekerjaan semakin tidak ada sangkut-pautnya satu sama yang lain. Pagi hari ayah secara fisik dan emosional meninggalkan rumah dan keluarganya, selama delapan sampai sebelas jam, menyibukkan diri dengan pekerjaannya di kantor. Apabila pulang malam hari jika tidak membawa pekerjaan kantor, barulah tersedia waktunya bagi keluarganya. Dengan demikian, budaya kampung, ketetanggaan dan kekeluargaan dalam arti luas berubah. Orang menjadi individualistik dan privatistik. 

Pluralisme

Pluralisme berarti bahwa orang dari berbagai suku, daerah, agama, keyakinan religius, dan politik bercampur-baur di kampung-kampung, di tempat kerja, kendaraan umum, di rumah sakit, dan di mana pun juga; tidak ada masyarakat yang tertutup dan tradisional murni.

Dengan kata lain, kontrol sosial terhadap pelaksanaan keagamaan dan hidup bermasyarakat rakyat makin berkurang.

Lingkungan sosial semakin tidak menentukan lagi dalam hal agama, keyakinan, politik, atau kepercayaan. Orang menentukan sendiri keterlibatan dalam bidang-bidang tersebut. Dalam arti ini, agama menjadi urusan pribadi seseorang, bukan urusan masyarakat atau pemerintah. Orang tidak harus mengetahui dan tidak mempedulikan kepercayaan tetangganya. 

Fundamentalisme

Gerakan fundamentalisme sekarang banyak muncul, baik di negara-negara berkembang maupun di negara-negara maju. Gerakan fundamentalisme ini umumnya muncul karena adanya suatu tekanan atau ketidakpuasan terhadap kelompok tertentu atau negara tertentu. Gerakan-gerakan fundamentalisme ini umumnya berkedok agama atau kepentingan politik tertentu, seperti yang kita alami di negeri kita saat ini. Selain fundamentalisme agama dan politik, ada juga fundamentalisme yang bersifat non-agama, misalnya sukuisme, nasionalisme, dan sebagainya. 

Isu Gender

Pembebasan kaum perempuan akan menjadi pembebasan umat manusia seluruhnya menuju masyarakat baru, dengan paradigma sosial baru. Dalam proses itu kita pun harus menuju pola hubungan yang sederajat sebagai mitra, dengan sikap solider-partisipatif, polisentrik dan karena itu membentuk jaringan dengan banyak simpul yang saling berhubungan. 

Gerakan kaum perempuan akan menjadi gerakan pembebasan yang kuat dan terasa dampaknya dalam abad ke-21 ini. Gerakan ini akan merombak paradigma sosial lama menuju masyarakat baru yang lebih egalitarian. 

Isu Demokrasi, Otonomi, dan Hak Asasi

Alam demokratis semakin dibutuhkan pada masa sekarang, bukan saja sebagai sikap politik, tetapi sebagai sikap budaya. Secara global, demokrasi menjadi penting bukan saja karena sosialisme telah runtuh, melainkan karena liberalisme politik seakan-akan menjadi satu-satunya paham yang sekarang berlaku. Sikap demokratis dibutuhkan terutama karena munculnya kekuatan- kekuatan baru yang dibawa oleh globalisasi yang telah menimbulkan berbagai perubahan yang akan menjadi produktif jika ditanggapi secara demokratis. Isu demokrasi, otonomi, dan hak asasi akan semakin kuat dalam millennium ini. 

Isu Lingkungan Hidup

Pada tahun-tahun terakhir ini, isu lingkungan hidup menjadi sangat sentral di planet ini. Lingkungan hidup sangat erat hubungannya dengan mutu dan kelangsungan hidup manusia. Sikap acuh tak acuh terhadap lingkungan hidup dianggap sebagai perbuatan yang konyol dan bunuh diri. 

Budaya modern yang individualistik, rasionalistik, dan eksploitatif mulai sedikit digeser oleh budaya pasca modern yang lebih sosial dan akrab dengan alam/lingkungan hidup.




05 Maret 2022

MATERI AGAMA KATOLIK KELAS IX: BERSAHABAT DENGAN ALAM

 

BERSAHABAT DENGAN ALAM

Keharmonisan hubungan antara alam dengan manusia dapat terjalin dengan baik jika dalam diri manusia ada kehendak yang baik untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola serta memelihara alam dengan bijak sesuai dengan kehendak Allah.

Hal ini seharusnya dapat dilakukan jika manusia menyadari akan peran dan tugasnya sebagai citra Allah. Manusia tidak dapat hidup tanpa alam dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Kita dapat meminum air bersih, berteduh dalam rumah yang nyaman, menghirup udara yang segar, dan sebagainya karena ada sumber daya alam yang kita manfaatkan.

Kita harus memanfaatkan alam dengan memperhatikan dampak positif dan negatifnya, agar keseimbangan ekosistem tidak terganggu. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak manusia yang belum menyadari akan hal ini, sehingga mereka tidak peduli terhadap kondisi dan kelestarian alam lingkungan.

Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan sangat mempengaruhi pencemaran lingkungan, yang sangat merugikan kehidupan. Kenyataannya, manusia sedang menghancurkan dirinya ketika tanpa merasa bersalah menghancurkan alam semesta. Manusia sedang menyia-nyiakan hidupnya, ketika menghambur-hamburkan sumber daya alam.

Ada tiga bentuk pencemaran yang kita kenal, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air.

Selain itu, penebangan tumbuhan dan penembakan hewan secara berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan. Hal ini akan berkaitan dengn rusaknya rantai makanan dan keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itu, pengelolaan hutan sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya, sebab fungsi hutan adalah untuk mencegah erosi, sumber ekonomi, menjaga keseimbangan air, menyediakan keanekaragaman hewan dan tumbuhan. Dimana semua itu pada akhirnya untuk kelangsungan hidup bagi manusia.

Dalam Kitab Kejadian khususnya dalam Kej 1: 26-31, manusia dipanggil oleh Allah untuk senantiasa memperhatikan alam lingkungannya. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk menguasai alam dengan mengolah, mempergunakan, dan melestarikan alam ciptaan ini.

Melalui ciptaan, Allah menyatakan diri-Nya sebagaimana Ia ada. Segala ciptaan yang ada menunjukkan bahwa Allah sungguh mencintaimanusia. Kita patut bersyukur menyaksikan keindahan, keharmonisan, keselarasan serta betapa sempurna dan takjubnya alam raya. Ungkapan syukur kita kepada Allah dapat kita wujud nyatakan dengan menjaga dan melestarikan alam ini karena alam dan manusia adalah bagian hidup yang tak terpisahkan satu sama lain. Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan, misalnya:

1) Menerapkan praktik hidup hemat, mulai dari sebanyak mungkin memanfaatkan transportasi umum, hemat listrik hingga hidup seadanya (sederhana) yang tidak konsumtif. Semua kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi energi yang digunakan dan pada akhirnya dapat mengurangi polusi udara dan dampak rumah kaca;

2) Mengurangi penggunaan mobil dengan naik sepeda, jalan kaki, atau dengan bus;

3) Composting merupakan cara untuk membuang sampah dapur. Hal itu sehat untuk tanah dan sedikit sampah yang akan masuk ke lokasi penimbunan;

4) Mematikan keran air bila sedang menyikat gigi atau sudah tidak dipakai; 5) Membuang sampah pada tempat yang seharusnya bukan di sungai ataupun di tempat-tempat yang dapat menyebabkan banjir, dan sebagainya.

Tokoh dalam Gereja Katolik yang sangat bersahabat dengan alam adalah Santo Fransiskus Asisi.






MATERI AGAMA KATOLIK KELAS IX: ALAM SEBAGAI BAGIAN HIDUP MANUSIA

 

ALAM SEBAGAI BAGIAN HIDUP MANUSIA

Alam merupakan bagian dari hidup. Oleh karena itu, manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam. Kita sadari bersama bahwa Tuhan menciptakan bumi dan isinya (alam) ini dari hari pertama sampai hari kelima pada akhirnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Sebab setelah bumi tertata dan tercipta dengan baik, pada hari keenam Allah menempatkan manusia di dalam bumi, alam ciptaan-Nya. Manusia dapat hidup karena Allah telah mempersiapkan alam dengan baik sebagai tempat hidup bagi manusia.

Manusia dan alam hidup secara berdampingan secara harmonis dan saling membutuhkan. Manusia membutuhkan alam dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestarian hidupnya. Seperti kita membutuhkan flora dan fauna untuk hidup. Berton-ton makanan telah kita santap yang semuanya mengambil bahan pokok dari tumbuhan dan hewan.

Bagi manusia, tumbuhan dan hewan dibutuhkan bukan hanya untuk bahan makanan, melainkan juga untuk hal-hal lainnya. Misalnya, tumbuhan membantu kita untuk bernapas, untuk membuat tempat tinggal, hasil karya seni, dan sebagainya. Sedangkan hewan yang kita pelihara dapat menjadi partner kerja mengolah tanah, bahkan dapat menjadi sumber protein hewani bagi kita. Perlakuan kita terhadap kelestarian lingkungan menentukan kesejahteraan hidup kita.

Namun demikian, pada kenyataannya saat ini banyak perilaku manusia yang justru dapat menimbulkan kerusakan alam lingkungan. Karena keegoisan dan keserakahan manusia, maka manusia berperilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alam dan bahkan kehancuran alam lingkungan.

Dosa keserakahan Adam dan Hawa merupakan gambaran awal munculnya bencana atas alam semesta ini.

Berbagai contoh tindakan manusia yang dapat merusak keutuhan alam ciptaan atau lingkungan hidup, antara lain:

1) Penebangan hutan untuk industri perkayuan, penebangan pohon-pohon untuk perluasan lahan industri atau pemukiman secara tidak bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan hutan menjadi gundul dan bukit menjadi tandus. Pada akhirnya menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan saat kemarau.

2) Ketidakpedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan dengan tindakan membuang sampah di sembarang tempat, yang menyebabkan bau busuk dimana-mana serta menyebabkan saluran air (got) dan sungai menjadi tersumbat, yang pada akhirnya menyebabkan bencana banjir.

3) Tindakan pencemaran lingkungan sungai dengan membuang limbah berbahaya ke dalam sungai. Hal ini dapat menyebabkan tercemarnya air sungai sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi, bahkan bisa membahayakan kesehatan kita.

4) Pemakaian obat-obatan untuk membasmi hama tanaman, dan asap pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang sedikit demi sedikit dapat meracuni kita dan seluruh alam lingkungan kita.

Dalam Kitab Kejadian 1: 1- 31 dikisahkan bagaimana Allah menciptakan alam ini dengan begitu indah adanya. Dalam Kitab Kejadian 3:17-19 dikisahkan bahwa sejak meninggalkan Taman Firdaus dengan segala kebutuhan hidupnya yang serba ada, manusia Adam dan Hawa terpaksa harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.



 

MATERI AGAMA KATOLIK KELAS IX: KEBERSAMAAN ITU INDAH

 

KEBERSAMAAN ITU INDAH

Betapa bahagianya orang yang hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan persaudaraan. Hidup dalam persaudaraan adalah hidup dalam semangat kasih. Kasih itu tidak membeda-bedakan, tulus, rela berkorban, dan kasih itu mau terlibat.

Bagi umat Katolik, pengertian persaudaraan bukanlah dalam arti sempit yaitu relasinya dengan sesama umat Kristiani dalam satu paroki atau mereka yang sudah dibaptis sehingga menjadi anak-anak Allah dan menjadi saudara.

Dalam konteks persaudaran Kristen, Kristus mengatakan : “… barang siapa mengasihi Allah, ia harus mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21). Perkataan Kristus tersebut perlu dimaknai dalam konteks universal, artinya tidak terbatas pada iman yang sama atau agama yang sama. Sehingga bagi umat Kristen, segala tingkat kehormatan harus tunduk pada persamaan dasar: “Kamu satu sama lain adalah saudara!”

Tuhan Yesus bersabda dalam Injil Matius 5:46-48: “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Jika kita menghayati dan mewujudnyatakan apa yang telah difirmankan Tuhan, maka kehidupan persaudaraan yang penuh dengan keindahan akan dapat kita wujudkan pula. Itulah keindahan kebersamaan dalam hidup yang dapat kita usahakan.

Keindahan dalam hidup kebersamaan tidak akan datang begitu saja, namun perlu untuk kita usahakan. Berbagai bentuk kebersamaan yang indah dapat kita lihat dalam kehidupan kebersamaan yang dibangun oleh masyarakat kita antara lain:
1) Di lingkungan RT/RW tertentu ada kebiasaan silaturahmi dimana setiap hari raya Natal para warga yang muslim dan beragama lain secara perorangan atau kelompok berkunjung ke rumah warga yang beragama Katolik atau Kristen. Sebaliknya, pada hari raya Idul Fitri, seluruh warga berkumpul di perempatan RT tersebut untuk bersama-sama bersilaturahmi dan saling mengucapkan selamat baik oleh warga muslim maupun non muslim. Juga ada kegiatan saling berkunjung pada saat Idul Fitri;
2) Di beberapa Gereja Katolik, ada warga muslim yang tergabung dalam ormas (organisasi kemasyarakatan) tertentu yang selalu membantu menjaga keamanan dalam perayaan malam Natal atau malam Paskah;
3) Ketika terjadi bencana banjir, banyak sekolah Katolik yang memberikan fasilitas sekolahnya sebagai tempat untuk mengungsi dengan tanpa membedakan agama dan suku, tetapi bersama-sama mereka membangun kebersamaan dan hidup saling membantu.

Pengalaman-pengalaman indah itu hendaknya makin banyak dilakukan dan makin menyebar sehingga pastilah dunia ini akan tersenyum, terlebih Allah akan merasa bangga terhadap manusia ciptaan-Nya.

Sebagai pelajar, dapat juga mengusahakan kebersamaan yang indah itu dengan ikut terlibat di dalam berbagai kegiatan kebersamaan seperti itu. Secara lebih nyata lagi dapat dilakukan dengan membangun persahabatan dengan semua teman tanpa membedakan.

Gereja, melalui dokumen “Unitatis Redintegratio Art.2” ada bagian yang menekankan pentingnya dialog antarumat beragama agar tercipta kehidupan kebersamaan yang indah; “….maka Gereja mendorong para putranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup Kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta kekayaan rohani moral serta nilai-nilai sosio budaya, yang terdapat pada mereka.”

 

KEMAJEMUKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN: BERBEDA TAPI SATU TUJUAN

 

KEMAJEMUKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN:

BERBEDA TAPI SATU TUJUAN 

Pemikiran Dasar

Seperti kita ketahui bersama bahwa jika kita tidak memandang secara positif terhadap perbedaan antar agama yang ada di Indonesia ini, makakerusuhan yang dapat mengakibatkan kehancuran dapat saja terjadi.

Di beberapa negara miskin kita dengar konflik antarumat beragama yang dibalut dengan sentimen keagamaan. Perusakan atau penutupan tempat ibadat salah satu agama oleh kelompok penganut agama lain menjadi contoh kasus yang masih sering kita dengar.

Tentu kita harus mengetahui lebih jauh akar penyebab konflik yang terjadi. Banyak yang sesungguhnya bukan disebabkan perbedaan agama dan kepercayaan, melainkan kepentingan politik dan kekuasaan atau kepentingan lainnya. Satu hal yang perlu kita lihat Bersama adalah bahwa konflik-konflik semacam itu pada akhirnya lebih banyak membawa kehancuran, permusuhan, dan dendam. Korbannya seringkali ada di kedua belah pihak. Tetapi dampak yang terbesar adalah hancurnya peradaban dan martabat manusia.

Kita berharap bahwa di masa depan tidak terjadi konflik antarumat beragama dalam bentuk apapun. Untuk mencegah terjadinya konflik, kita perlu mengetahui beberapa faktor yang sering menjadi pemicu

Terjadinya konflik antara lain

1.      Adanya ambisi dari penganut atau pemimpin agama yang ingin memperjuangkan kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan agama dan keyakinan sebagai alasan untuk mengadakan pertikaian antarumat beragama.

2.      Kurangnya umat memahami dan mendalami agamanya secara benar, sehingga mudah dihasut dan diprovokasi oleh pihak lain yang mempunyai niat jahat.

3.      Fanatisme beragama yang berlebihan yang disertai dengan sikap dan pandangan negatif terhadap agama yang lain.

4.      Kurang mengenal, atau tidak mau mengenal agama dan kepercayaan lain, sehingga selalu mengukur kebenaran berdasarkan agamanya sendiri.

5.      Menganggap agama dan kepercayaan lain sebagai ancaman terhadap agama yang dianutnya.

6.      Kurang cepatnya penanganan aparat pemerintah dalam menangani isu-isu sara, sehingga menimbulkan masalah yang lebih besar.

7.         Adanya kecemburuan sosial dalam hal tertentu, misalnya dalam hal kesejahteraan hidup, sehingga memakai agama untuk melampiaskan kekesalannya.

Seperti kita sadari bersama, walaupun memiliki banyak perbedaan, namun setiap agama memiliki tujuan mulia yang sama, yaitu menghantar dan membimbing kita para penganutnya untuk menuju kepada kebaikan dan kebenaran yang memungkinkan kita semua berbahagia baik di dunia maupun di kehidupan yang akan datang.

Oleh karena itu kita memiliki kewajiban untuk senantiasa berusaha memperjuangkan kehidupan bersama yang penuh dengan kerukunan dan kedamaian. Gereja Katolik secara nyata mendukung terciptanya persaudaraan sejati dalam kehidupan bersama, termasuk dengan mereka yang berbeda agama dan kepercayaan, baik melalui dialog kehidupan dan dialog karya. Karena semua bangsa merupakan satu masyarakat, mempunyai satu asal, sebab Allah menempatkan seluruh manusia di bumi. Semua mempunyai juga tujuan akhir yang satu: Allah. Penyelenggaraan-Nya dan bukti kebaikan-Nya mencakup semua orang, tanpa kecuali. (bdk. Nostra Aetate. art. 1)

Berbagai usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama, misalnya:

·          Berusaha untuk berteman dengan semua orang dengan tanpa membedakan agama dan kepercayaan.

·          Selalu berpandangan secara positif terhadap orang lain termasuk yang berbeda agama.

·          Mau hidup rukun dan saling membantu antarumat beragama.

·          Saling memberikan salam dan ucapan selamat pada teman yang merayakan hari besar agamanya.

·          Menghargai ajaran dan juga peribadatan dari agama lain. 

PENEGUHAN:

1.      Seperti kita sadari bersama, bahwa walaupun memiliki banyak perbedaan, namun setiap agama memiliki tujuan mulia yang sama, yaitu menghantar dan membimbing kita untuk menuju kepada kebaikan dan kebenaran yang memungkinkan kita semua berbahagia baik di dunia maupun di kehidupan yang akan datang.

2.      Setiap agama memiliki tujuan akhir yang sama yaitu menuntun manusia menuju kepada Allah.

3.      Berbagai usaha dapat kita lakukan untuk menjaga kerukunan umat beragama, misalnya berusaha untuk berteman dengan semua orang dengan tanpa membedakan agama dan kepercayaan, selalu berpandangan secara positif terhadap orang lain termasuk yang berbeda agama, mau hidup rukun dan saling membantu antarumat beragama, saling memberikan salam dan ucapan selamat pada teman yang merayakan hari besar agamanya, serta menghargai ajaran dan peribadatan agama



SIKAP GEREJA TERHADAP AGAMA DAN KEPERCAYAAN LAIN

 

 SIKAP GEREJA TERHADAP AGAMA DAN KEPERCAYAAN LAIN

 Gereja Katolik merupakan salah satu agama didunia. Selain Gereja Katolik ada banyak Gereja Kristen lain yang menyatakan diri beriman kepada Kristus seperti:

  • Gereja Katolik Ortodoks
  • Gereja Katolik Anglikan
  • Gereja Protestan
  • Gereja dengan berbagai aliran dan namanya masing-masing 

Diluar lingkungan Gereja, ada berbagai agama lain seperti:

  • Islam
  • Yahudi
  • Hindu
  • Budha
  • Shinto
  • Konfusianisme dll

Agama-agama itu telah hidup ribuan tahun dan memiliki penganut diseluruh dunia.

Memang beberapa tahun yang lalu, sering terjadi konflik diantara umat beragama baik dikalangan Gereja-Gereja maupun dengan uamat beragama lain. Hingga saat inipun, masih sering terjadi konflik diantara umat beragama. Berbeda dengan masa lampau, sekarang umat beragama, khususnya Katolik, diajak untuk memiliki pandangan yang positif tentang agama lain dan bekerja sama antarumat beragama 

Gereja Katolik mengakui adanya hal-hal yang benar dan suci dari agama-agama lain. Sikap positif tentang agama dan kepercayaan lain tersebut tertuang dalam dokumen-dokumen Konsili Vatikan II 

Dokumen penting tentang pandangan Gereja terhadap agama dan kepercayaan lain:

  1. Unitatis Redintegratio (art 3: 3)

Gereja-gereja mengakui iman yang sama akan Kristus. Gereja-gereja juga menyalurkan rahmat yang sesungguyhnya. Beragam upacara merupakan cara yang berbeda karena situasi yang berbeda. Karena itu Gereja Katoliknmendorong gerakan pemulihan kesatuan persekutuan Krisen. Gerakan itu disebut EKUMENE

  1. Nostra Aetate art 1 dan 2

Gereja tidak menolak apapun yang benardan suci dalam agama-agama lain. Gereja memandang bahwa cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran yang memang berbeda dari apa yang diyakini Gereja, juga memancarkan sinar kebenaran yang menerangi semua orang. Namun Gereja tidak henti mewartakan Kristus yakni jalan kebenaran dan hidup (Yoh 14:6)

  1. Nostra Aetate art 2 Gereja Katolik mengajak agama lain untuk berdialog dan bekerja sama menciptakan kehidupan yang harmonis, rukun dan damai. Hidup bersama dengan agama dan kepercayaan lain sangat menyenangkan dan membahagiakan. 

Contoh tindakan Gereja dalam upaya menciptakan persaudaraan sejati dengan agama lain dengan tindakan yang disebut “Dialog Karya” seperti:

  • berdialog
  • membantu membangun rumah ibadat
  • mendirikan yayasan-yayasan yang bergerak dalam kegiatan sosial
  • membantu mereka yang menderita tanpa membedakan elompok, agama atau etnis tertentu 

Contoh sikap yang menciptakan hubungan persaudaraan dengan agama dan kepercayaan lain dalam hidup sehari-hari seperti:

  • tidak mempersoalkan atribut yang dipakai oleh teman-teman yang berbeda agama
  • tidak mengucilkan penganut agama lain dalam pergaulan
  • menggunakan istilah-istilah keagamaan pada tempatnya
  • ikut teribat dalam menyiapkan pesta agama lain
  • memberikan semangat kepada teman untuk melakukan ibadahnya dll

 




 

 

 

 

 

 

 

 

Materi Agama Katolik

SANTO AMBROSIUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja Tanggal Pesta: 7 Desember Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kr...